MENGGAPAI KEBAHAGIAAN HAKIKIApakah kita termasuk orang yang bahagia? Sebuah pertanyaan yang layak untuk dilontarkan kepada diri kita masing-masing. Mungkin di antara kita saat ini ada yang memiliki harta melimpah ruah, tetapi tidak merasa bahagia. Ada pula yang memiliki popularitas dan jabatan yang tinggi, namun dia tidak merasa bahagia. Ada juga di antara kita yang sangat terpandang di masyarakat dan menjadi tokoh terkemuka, tetapi itu pun tidak membuatnya bahagia. Ada juga yang mencoba melancong ke luar negeri mengunjungi tempat-tempat wisata yang beraneka ragam namun ternyata kebahagiaan itu tidak juga menyertainya.Kalau demikian, ternyata ukuran bahagia itu bukan ada pada banyaknya harta, bukan ada di jabatan dan ketenaran, bukan pula pada ketokohan seseorang dan juga bukan dengan melancong. Lantas di manakah kebahagiaan itu, dan bagaimana pula kita dapat merealisasikannya?Kebahagiaan adalah kondisi jiwa ketika seseorang mampu melakukan suatu perbuatan yang bernilai dan luhur. Ia merupakan kekuatan batin yang memancarkan ketenangan dan kedamaian, merupakan karunia Allah subhanahu wata’ala yang membuat jiwa lapang dan bergembira.
Bahagia adalah kejernihan hati, kebersihan prilaku dan keelokan ruhani. Hal itu merupakan pemberian Allah subhanahu wata’ala yang diberikan kepada siapa saja yang melakukan perbuatan terpuji.Bahagia adalah rasa ridha yang mendalam dan sikap qana'ah. Ia bukan barang dagangan yang bisa dibeli di pasar oleh orang sekaya apa pun, tetapi merupakan dagangan Allah lsubhanahu wata’ala yang dikaruniakan kepada jiwa-jiwa yang terpilih.Kebahagiaan itu kelapangan jiwa, bahagia itu tatkala anda bisa membuat senang hati orang lain, menyungging senyum di wajah, dan anda merasa lega tatkala dapat berbuat baik kepada sesama, merasa nikmat ketika anda bersikap baik kepada mereka.Kebahagiaan adalah membuang jauh segala pikiran negatif dan mengisinya dengan pikiran yang positif. Ia merupakan sebuah kekuatan yang mampu menghadapi berbagai tekanan dan sekaligus mencari solusi bukan berdasarkan emosi.Kebahagian itu ada pada ilmu yang bermanfaat dan amal yang shalih, ada dalam meninggalkan kebencian, kedengkian dan sikap tamak terhadap kepemilikan orang lain. Bahagia itu terdapat dalam dzikir kepada Allah subhanahu wata’ala, syukur kepada-Nya dan memperbagus ibadah kepada-Nya. Dan kebahagiaan hakiki adalah meraih surga dan terbebas dari api neraka.
Ungkapan tentang Kebahagiaan
- Orang yang berbahagia adalah orang yang mengambil pelajaran dari orang lain dan orang yang celaka adalah orang yang dijadikan pelajaran oleh orang lain.
- Bahagia adalah jika anda senang untuk berbuat kebaikan, bukan dengan berbuat apa saja yang anda senang.
- Orang bahagia adalah orang yang mengambil pelajaran dari masa lalu dan berhati-hati terhadap dirinya. Orang celaka adalah orang yang mengumpulkan harta untuk orang lain dan bakhil untuk memberikan kebaikan kepada dirinya sendiri.
- Orang bahagia yaitu yang mau mengambil faidah dari pengalaman masa lalu, bersemangat pada hari ini dan optimis menyambut masa depan.
- Kebahagiaan itu diraih dengan menjaga lisan.
- Seseorang tidak akan meraih kebahagiaan kecuali jika dia hidup merdeka, terbebas dari cengkraman syahwatnya serta mampu menahan hawa nafsunya.
- Kesungguhan anda dalam mencintai ketaatan, hati yang selalu anda hadapkan ke hadirat Allah subhanahu wata’ala, dan kehadiran hati ketika sedang beribadah merupakan indikasi cepatnya kebahagiaan.
- Kebahagiaan itu tidak bisa dibeli dengan harta.
Tanda-tanda Kebagiaan.Kebahagiaan memiliki tanda-tanda, sebagaimana disebutkan oleh Imam Ibnul Qayyim rahimahullah. Beliau menyebutkan tiga perkara yaitu:1. Jika mendapatkan nikmat, dia bersyukur.2. Jika mendapatkan ujian, dia bersabar.3. Jika berbuat dosa, dia beristighfar.Langkah Menggapai BahagiaDi antara langkah-langkah yang yang akan mengantarkan kepada kebahagiaan dan kesuksesan adalah sebagai berikut:1. Beriman Kepada Allah subhanahu wata’alaTidak ada kebahagiaan tanpa iman kepada Allah subhanahu wata’ala, bahkan kebahagiaan itu akan bertambah seiring dengan bertambahnya iman seseorang kepada Allah subhanahu wata’ala, dan akan melemah bersamaan dengan lemahnya iman kepada-Nya. Apabila iman semakin kuat, maka makin besar pula kabahagiaan. Sebaliknya jika ia melemah, maka kegoncangan dan pikiran negatif akan bertambah yang dapat membawa kepada pahitnya kehidupan dan kebinasan.2. Beriman kepada Kekuasaan Allah subhanahu wata’alaOrang yang beriman percaya bahwa Allah subhanahu wata’ala itu Maha Kuasa tanpa batas, maka dia tidak akan dirundung duka, tidak dibuat sedih oleh berbagai masalah karena dia mempunyai tempat bersandar yang kuat, ketika sedang ditimpa suatu ujian dan kesulitan.3. Beriman dengan Ketetapan Allah subhanahu wata’alaIman dengan qadha' dan qadar akan menumbuhkan sikap ridha dalam hati, kelapangan jiwa dan ketenangan. Oleh karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
"Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, sesungguhnya seluruh urusannya adalah baik. Jika ditimpa kelapangan, maka dia bersyukur dan itu adalah baik baginya. Dan jika ditimpa kesempitan, maka dia bersabar dan itu pun baik baginya.” (HR Muslim)4. Berteladan kepada Orang yang SuksesYang dimaksudkan di sini adalah orang yang telah memberikan sumbangsih yang besar dan luar biasa bagi umat manusia dan dia adalah orang yang beriman kepada Allah subhanahu wata’ala. Yang pertama dan utama adalah panutan kita Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dengan mengikuti jalannya, maka seseorang akan bahagia dan dengan meninggalkan petunjuk dan sunnahnya, maka seseorang akan celaka.5. Mengenali KehidupanHidup pasti akan menghadapi masalah, mendapati kesusahan dan pasti ada rintangan dan ujian. Semua ini merupakan ketetapan dari Allah subhanahu wata’ala terhadap manusia, supaya diketahui mana orang yang lebih baik amalnya. Maka wajib bagi kita untuk mengenal karakteristik hidup ini dan menerima sebagaimana wajarnya dan tidak menutup diri untuk menghadapi ketentuan Allah dengan ketentuan lainnya, menghadapi yang tidak kita senangi dengan sesuatu yang dapat menghilangkannya. Mengetahui permasalahan ini bukan berarti pasrah dan putus asa, tetapi justru bersikap sebaliknya.6. Mengubah Kebiasaan Negatif Menjadi PositifDoktor Ahmad Al-Bara' Al-Amiri mengatakan bahwa memulai kebiasaan baru yang bersifat aqliyah (bisa dinalar dan dipikirkan) itu tidak sulit, dibutuhkan kira-kira 21 hari. Dalam hari-hari tersebut kita berfikir, berbincang-bincang, lalu mengusahakan segala yang bisa mendukung untuk terwujudnya kebiasaan baru itu, dan terakhir kita menggambarkan dengan jelas dan sempurna bahwa diri kita telah menjadi yang kita inginkan.
Jika kita telah berfikir bahwa kita telah menjadi yang baru sebagaimana kita kehendaki, maka gambaran ini secara bertahap akan menjadi sebuah realita. Hal ini seperti diungkapkan bahwa "al hilm bittahallum wal ilm bitta'allum" sikap lembut dicapai dengan selalu berusaha lembut dan ilmu itu diraih dengan belajar. (Durus nafsiyah linnajah wattafawwuq)7. Tujuan Yang MuliaBanyak orang yang celaka karena dia tidak memiliki sasaran dan tujuan yang dia usahakan agar terealisasi. Atau dia punya tujuan tetapi bukan sesuatu yang mulia dan tinggi sehingga dia tidak merasa bahagia tatkala berusaha menggapainya. Sedangkan tujuan yang mulia, maka akan menjadi-kan seseorang merasa bahagia ketika sedang berusaha untuk mencapainya.8. Ringankan DeritaOrang hidup pasti mengalami musibah dan derita, namun tak selayak-nya musibah itu disikapi sebagai akhir dari segalanya, dan jangan beranggapan bahwa hanya dirinyalah yang menda-patkan ujian hidup. Bahkan selayaknya dia memperingan musibah dan tidak terlalu membesar-besarkannya.9. Hal Sepele Jangan Dibuat ResahAda sebagian orang yang merasa resah dan kalut dengan kejadian-kejadian biasa dan lumrah dalam kehidupan sehari-hari. Di antara mereka ada yang begitu sedih dengan pecahnya piring atau gelas, saluran air atau kabel yang putus, baju yang robek dan lain-lain yang sebenarnya wajar-wajar saja.10. Kebahagiaan Ada Pada Diri AndaJika bahagia itu ada pada diri kita, maka mengapa harus jauh-jauh mencarinya, karena setiap manusia punya kekuatan dan potensi bahagia, tetapi kebanyakan mereka tidak mau melihatnya. Sebabnya adalah karena dia tidak pernah memperhatikan diri sendiri, tetapi sibuk melihat orang lain. Kebahagiaan terkadang ada di depan mata, tetapi kita tidak mengetahuinya, sehingga justru mencarinya lagi kepada yang lebih jauh dan semakin jauh.
Sumber data : Buletin An-Nur.
Senin, 20 Desember 2010
MENGGAPAI KEBAHAGIAAN HAKIKI
Penemuan Kapal Nabi Nuh AS
Penemuan Kapal Nabi Nuh AS
Di sebuah gunung yg sentiasa diselimuti salju yg terletak di Timur Turki, tersembunyi sebuah misteri “berharga” yang berusia lebih dari 5000 tahun.
Peninggalan sejarah yg maha berharga itu bukan saja menarik minat para pengkaji Sejarah saja, namun pihak penyelidik US seperti CIA/KGB pun mencoba untuk melakukan penelitian disana. Sejauh ini CIA telah menggunakan satelite dan pesawat ‘Stealth’ utk mengambil gambar objek yg terdampar di puncak gunung tersebut. Gambar2 itu telah menjadi “rahasia besar” dan tersimpan rapi dengan kawalan yg ketat bersama dengan “rahasia2″ penting yg lain di Pentagon. Sudah beratus2 orang mencoba untuk mendaki Gunung Aghi-Dahl yg kerap dijuluki juga sebagai “Gunung Kesengsaraan” atau dengan nama peta-nya yaitu Mount Ararat, namun hanya beberapa2 orang saja yang berhasil menaklukannya.Sebagian lagi selebihnya hanyalah menambah deretan panjang pendaki-pendaki yang menjadi korban keganasannya. Hingga hari ini, hanya ada beberapa orang pendaki yg dapat sampai ke puncak Mt.Ararat sekaligus dapat menyaksikan dgn mata kepala sendiri sebuah artifak yg ‘mahaberharga’ tersimpan abadi dipuncaknya.
Lalu apakah sebenarnya artifak “mahaberharga” yang terkubur selama ribuan tahun di puncak Ararat itu?
Yup,menurut para ahli kepurbakalaan, mereka menafsirkan bahwa artifak dengan dimensi yang sangat besar tersebut tak lain adalah The Great Noah Ark (Perahu/Bahtera Nabi Nuh)!
Yup,menurut para ahli kepurbakalaan, mereka menafsirkan bahwa artifak dengan dimensi yang sangat besar tersebut tak lain adalah The Great Noah Ark (Perahu/Bahtera Nabi Nuh)!
Seperti yang kita ketahui bahwa The Great Pyramid of Giza, Mesir telah terkubur didalam tanah selama kurang lebih 2000 tahun lamanya sebelum ditemukan dan dilakukan penggalian terhadapnya. Begitu pula halnya dengan The Great Noah Ark ,sebelum terjadinya sebuah gempa bumi hebat yang melanda daerah itu pada 2 Mei 1988 silam ,artifak tersebut tertimbun di bawah salju hampir selama 5000 tahun lamanya tanpa ada yang mengetahui bahwa sebenarnya tersimpan sebuah rahasia besar didalamnya.
Contohnya dari beberapa hasil temuan di kaki Mount Ararat, Para Pengkaji dan Scientist Russia telah menemui lebih kurang 500 kesan artifak batu baterai elektrik purba yg digunakan utk menyadurkan logam.Tentunya temuan tersebut bisa membuktikan bahwa masyarakat zaman Nabi Noah/Nuh telah mengenal listrik.
Mengikut perkiraan para ahli ,Nabi Noah AS kira-kira memulai membangun bahteranya pada tahun 2465 B.C dan hujan lebat baru turun dan mengguyur bumi selama bertahun- tahun sehingga mengakibatkan munculnya air bah maha dasyat yang rata-rata dapat mengahiri sebagian populasi manusia dimuka bumi diperkirakan terjadi pada 2345 B.C
Rupa bentuk dari The Great Noah Ark itu sendiri sebenarnya tidak sama dengan bentuk kapal laut masa kini pada umumnya. Menurut para peneliti dan pendaki yg pernah melihat langsung “Noah Ark” di puncak Mt.Ararat serta beberapa image yang diambil dari pemotretan udara,The Great Noah Ark memang merupakan sebuah bahtera yang berdimensi sangat besar dan kokoh.
Kontruksi utamanya tersusun oleh susunan kayu dari species pohon purba yg memang sudah tidak bisa ditemui lagi didunia ini alias sudah punah.Pengukuran obyek yang ditandai mempunyai altitude 7.546 kaki dengan panjang dari bahtera kurang lebih 500 kaki,83 kaki lebar,dan 50 kaki tinggi. Ada juga Para Pengkaji berpendapat,”Noah Ark” berukuran lebih luas dari sebuah lapangan sepak bola.
Luas pada bagian dalamnnya cukup utk menampung ratusan ribu manusia.Jarak dari satu tingkat ke satu tingkat lainnya ialah 12 hingga ke 13 kaki. Sebanyak kurang lebih ribuan sampai pulahan ribu balak kayu digunakan untuk membangunnya.
Totalnya,terdapat kurang lebih ratusan ribu manusia dan hewan dari berbagai species yang ikut menaiki bahtera ini,Mengikuti kajian dari Dr.Whitcomb, kira2 terdiri 3.700 binatang mamalia, 8.600 jenis itik/burung,6300 jenis reptilia,2500 jenis amfibia yg menaiki The Great Noah Ark tersebut,sisanya adalah para kaum Nabi Nuh yang percaya akan ajaran yang dibawanya.Total berat kargo/muatan bahtera itu keseluruhan mungkin mencapai kurang lebih 24,300 ton.
Totalnya,terdapat kurang lebih ratusan ribu manusia dan hewan dari berbagai species yang ikut menaiki bahtera ini,Mengikuti kajian dari Dr.Whitcomb, kira2 terdiri 3.700 binatang mamalia, 8.600 jenis itik/burung,6300 jenis reptilia,2500 jenis amfibia yg menaiki The Great Noah Ark tersebut,sisanya adalah para kaum Nabi Nuh yang percaya akan ajaran yang dibawanya.Total berat kargo/muatan bahtera itu keseluruhan mungkin mencapai kurang lebih 24,300 ton.
Beberapa sarjana berpendapat bahwa kemungkinan besar ‘Noah Ark’ ini dibangun disebuah tempat bernama Shuruppak, yaitu sebuah kawasan yg terletak di selatan Iraq.
Jika ia dibangun di selatan Iraq dan akhirnya terdampar di Utara Turkey,kemungkinan besar bahtera tersebut telah terbawa arus air sejauh kurang lebih 520 Km. Mount Ararat Mt.Ararat itu sendiri bukanlah sembarang gunung,ia adalah sebuah gunung yg unik. Diantara salah satu keunikan yg terdapat pada gunung ini ialah, pada setiap hari akan muncul pelangi pada sebelah utara puncak gunung itu.
Jika ia dibangun di selatan Iraq dan akhirnya terdampar di Utara Turkey,kemungkinan besar bahtera tersebut telah terbawa arus air sejauh kurang lebih 520 Km. Mount Ararat Mt.Ararat itu sendiri bukanlah sembarang gunung,ia adalah sebuah gunung yg unik. Diantara salah satu keunikan yg terdapat pada gunung ini ialah, pada setiap hari akan muncul pelangi pada sebelah utara puncak gunung itu.
Mt.Ararat ini ialah salah satu gunung yg mempunyai puncak yg terluas di muka bumi ini. Statusnya juga merupakan puncak tertinggi di Turki yaitu setinggi 16,984 kaki dari permukaan air laut.Sedangkan puncak kecilnya setinggi 12,806 kaki .Jika kita berhasil menaklukkan puncak besarnya ,kita dapat melihat 3 wilayah negara dari atasnya, yaitu “Russia,Iran, dan Turkey”.
Sebuah “batu nisan” yg didakwa kepunyaan nabi Nuh AS telah dijumpai di Mt.Lebanon di Syria. Batu nisan itu berukuran 120 kaki panjang.
Sebuah “batu nisan” yg didakwa kepunyaan nabi Nuh AS telah dijumpai di Mt.Lebanon di Syria. Batu nisan itu berukuran 120 kaki panjang.
Pada tahun 1917,Maharaja Russia Tsar Nicholas II mengirim sejumlah 150 org pakar dari berbagai bidang yg terdiri dari saintis,arkeolog dan tentara untuk melakukan penyelidikan terhadap The Great Noah Ark tersebut.
Setelah sebulan, tim ekspedisi itu baru sampai ke puncak Ararat. Segala kesukaran telah berhasil mereka lewati, dan akhirnya menemukan perahu Nuh tersebut. Dalam keadaan terkagum, mereka mengambil gambar sebanyak mungkin
Sumber Data : http://sunatullah.com/tulisan-artikel/penemuan-kapal-nabi-nuh-as.html#
Peninggalan Sejarah
Baju Gamis Rasulullah
Busur Panah Rasulullah
Peninggalan Pedang Rasulullah
Sorban yang pernah dimiliki Rasulullah
Topi Perang Rasulullah yang terbuat dari besi
Mangkuk tempat minum Rasulullah
Sendal Rasulullah
Busur Panah Rasulullah
Peninggalan Pedang Rasulullah
Sorban yang pernah dimiliki Rasulullah
Topi Perang Rasulullah yang terbuat dari besi
Mangkuk tempat minum Rasulullah
Sendal Rasulullah
TUJUH PERILAKU HIDUP BAGI SEORANG MUSLIM
TUJUH PERILAKU HIDUP BAGI SEORANG MUSLIM
Drs. H. Khairul Akmal Rangkuti
Hendaklah setiap pribadi muslim memiliki sikap Istiqomah ( memiliki pendirian yang teguh ) dalam kehidupannya, untuk itu ada tujuh sikap perilaku hidup yang harus melekat dalam kehidupannya.
1. “ حُـسْـنُ ا ْلاِرَادَة “ Mempunyai keinginan yang baik. Keinginan yang baik akan hadir dalam kehidupan seseorang manakala hatinya bersih, dan manakala hati seseorang sudah baik maka dorongan-dorongan yang timbul dari hati seseorang adalah dorongan yang baik pula, maka dengan keinginan yang baik tersebut seseorang akan selalu berbuat kebaikan.
2. “حُـسْـنُ ا لـْـكـَـلاَم “ Baik perkataan. Rasul bersabda : Barang siapa beriman kepada Allah dan Rasulnya maka hendaklah ia berkata-kata dengan baik, atau ( kalau tidak mampu berkata-kata dengan baik ) maka lebih baik dia diam. Pepatah orang tua mengatakan : Diam itu adalah emas. Lidah kamu adalah harimau kamu. Kata-kata yang sudah diucapkan tidak akan dapat dimasukkan kembali.
3. “حُـسْـنُ الـْـعَـطـَا “ Baik pemberian. Dalam memberikan sesuatu hendaklah dilakukan dengan pemberian yang baik dan tidak menyakiti hati orang yang menerimanya, dan tolong-menolong adalah perbuatan yang diperintahkan oleh Allah dan Rasulnya.
4. “حُـسْـنُ الـنـَّــظَـرِ “ Baik penglihatan. Pandangan mata yang tidak terkendali dapat menimbulkan hal yang tidak baik, bahkan bisa menimbulkan dosa, oleh karena itu kendalikanlah pandangan mata dari hal-hal yang mendatangkan dosa.
5. “حُـسْـنُ الـسَّـمْـعِ “ Baik pendengaran. Pendengaran juga harus terbiasa digunakan untuk hal-hal yang baik. Untuk itu biasakanlah dalam kehidupan untuk mendengarkan nasihat-nasihat yang baik dan mendengarkan bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
6. “حُـسْـنُ الـْـمَـشْــِي “ Baik perjalanan. Biasakanlah kaki kita melangkah ketempat-tempat yang baik dan hindarkanlah agar jangan melangkah ketempat-tempat maksiat.
7. “ تـَرْكُ الـشُّـبْـهَـا ت “ Meninggalkan hal-hal yang syubhat. Syubhat adalah sesuatu yang tidak jelas halal atau haramnya. Untuk itu seorang muslim hendaklah menjauhkan diri dari hal-hal yang berkenaan dengan yang syubhat, sebab sesuatu yang syubhat lebih dekat kepada haram.
Dari tujuh prilaku hidup yang telah dikemukakan di atas, dapat di simpulkan bahwa untuk menjadi seorang muslim yang baik seseorang hendaklah memiliki prilaku sebagai berikut :
1. Pandangan matanya adalah pandangan mata yang menyejukkan.
2. Senyum simpulnya penuh dengan persahabatan.
3. Uluran tangannya adalah nilai-nilai sedekah.
4. Langkah kakinya semangat jihad.
5. Untaian katanya penuh dengan mutiara hikmah dan nasihat
6. Diamnya adalah merupakan zikir dan fikir.
Manusia yang seperti inilah menjadi manusia yang rindu orang manakala tidak bertemu dengannya, tapi malas orang berpisah saat sudah bertemu kepadanya.
Indonesia menang lagi
Indonesia menang lagi
Gol yang diciptakan Christian Gonzales pada babak semifinal kedua Piala AFF 2010, tak hanya menobatkan dirinya sebagai top skor sementara, tapi juga pemain terbanyak yang menjebol gawang kiper Filipina Neil Etheridge.
Sepanjang perhelatan Piala AFF 2010 ini, Neil Etheridge baru kebobolan tigal gol, dua di antaranya oleh Christian 'El Loco' Gonzales.
Gol pertama Gonzales diciptakannya melalui sundulan yang berhasil mengecoh Neil Etheridge. Sedangkan gol kedua diciptakannya melalui tendangan keras jarak jauh yang tak berhasil diblok Etheridge.
Dengan gol-golnya ini, El Loco juga berhasil mengantarkan negara barunya Indonesia, melaju ke babak final Piala AFF 2010. Di babak final nanti, Indonesia sudah ditunggu Malaysia yang berhasil menyingkirkan juara bertahan Vietnam.
Pada pertandingan semifinal kedua ini, gol tunggal Cristian Gonzales tercipta pada menit ke-43 melalui tendangan keras kaki kirinya.
Hingga babak kedua berakhir, Indonesia yang menguasai pertandingan sejak menit-menit awal, tetap berhasil menjaga keunggulannya. Bahkan, beberapa peluang banyak tercipta di abbak kedua ini oleh pemain-pemain Indonesia, walaupun belum berhasil menambah pundi gol.
Sejak babak pertama, Indonesia langsung menekan Filipina pada pertandingan kedua semifinal Piala AFF 2010.
Pertandingan baru empat menit, Indonesia sudah melancarkan empat serangan yang cukup berbahaya.
Zulkifli, misalnya, pada menit pertama sudah mengirim umpan silang. Namun, bola masih bisa dihalau lawan. Selanjutnya, timnas Indonesia beberapa kali memberikan umpan terobosan, baik mengarah ke Cristian Gonzales maupun Oktovianus Maniani. Hal ini cukup merepotkan Filipina.
Sejak itu, Indonesia makin dominan. Serangan terus dilancarkan. Namun, Filipina bermain bertahan sehingga menyulitkan Indonesia. (*)
Sumber Data : http://www.tribunnews.com/2010/12/19/gonzales-terbanyak-jebol-gawang-etheridge
Sabtu, 18 Desember 2010
ORANG-ORANG YANG DI DO’AKAN MALAIKAT
Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Anbiya’ : 26-28.وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَداً سُبْحَانَهُ بَلْ عِبَادٌ مُّكْرَمُونَ ﴿٢٦﴾ لاَ يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُم بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ ﴿٢٧﴾ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يَشْفَعُونَ إِلاَّ لِمَنِ ارْتَضَى وَهُم مِّنْ خَشْيَتِهِ مُشْفِقُونَ ﴿٢٨﴾26. dan mereka berkata: "Tuhan yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak", Maha suci Allah. sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan[957],27. mereka itu tidak mendahului-Nya dengan Perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintahNya.28. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafaat[958] melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.[957] Ayat ini diturunkan untuk membantah tuduhan-tuduhan orang-orang musyrik yang mengatakan bahwa malaikat-malaikat itu anak Allah.[958] Syafa'at: usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. syafa'at yang tidak diterima di sisi Allah adalah syafa'at bagi orang-orang kafir., syafa'at yang baik Ialah: Setiap sya'faat yang ditujukan untuk melindungi hak seorang Muslim atau menghindarkannya dari sesuatu kemudharatan. syafa'at yang buruk ialah kebalikan syafa'at yang baik.Malaikat adalah hamba-hamba yang dimuliakan Allah dan tidak pernah melanggar perintah Allah kepada mereka. Para malaikat selalu mendoakan manusia yang selalu berbuat taat kepada Allah. Adapun orang-orang yang selalu di doakan malaikat adalah mereka-mereka yang selalu melakukan hal-hal seperti yang dicantumkan berikut ini :1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci. Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, artinya: “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci’” (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib)2. Orang yang duduk menunggu shalat. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, artinya: “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’” (Shahih Muslim no. 469).3. Orang - orang yang berada di shaf bagian depan di dalam shalat. Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan” (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud ).4. Orang - orang yang menyambung shaf (tidak membiarkan sebuah kekosongan di
dalm shaf). Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan
Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, artinya:
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang - orang
yang menyambung shaf - shaf” (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam
Shahih At Targhib wat Tarhib)5. Para malaikat mengucapkan ‘Amin’ ketika seorang Imam selesai membaca Al
Fatihah. Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW
bersabda, artinya: “Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya
itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa
lalu” (Shahih Bukhari no. 782).6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat. Imam Ahmad
meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, artinya: “Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam
tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para
malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia’” (Al Musnad no. 8106,
Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)7. Orang - orang yang melakukan shalat shubuh dan ‘ashar secara berjama’ah.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, artinya: “Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang
menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh)
naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka
berkumpul lagi pada waktu shalat ‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang
hari (hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas
pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana
kalian meninggalkan hambaku ?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka
sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang
melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat’” (Al Musnad no. 9140,
hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir).8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ ra., bahwasannya Rasulullah SAW
bersabda, artinya: “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa
sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada
kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia
berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata
‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan’” (Shahih Muslim no.).9. Orang-orang yang berinfak. Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan
dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, artinya: “Tidak satu hari pun
dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun
kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti
bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta
orang yang pelit’” (Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim ),10. Orang yang makan sahur. Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani,
meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda,
artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang - orang yang makan sahur” (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At
Targhiib wat Tarhiib).11. Orang yang menjenguk orang sakit. Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali bin
Abi Thalib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, artinya: “Tidaklah seorang mukmin
menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang
akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu
malam kapan saja hingga shubuh” (Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir
berkomentar, “Sanadnya shahih”).12. Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain. Diriwayatkan oleh
Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda,
artinya: “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas
seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan
bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat
kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain” (dishahihkan oleh
Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi).Mari perbanyak ibadah dan amal sholih di tahun 1432 H. ini, semoga tahun ini lebih dari tahun yang lalu.
Kamis, 16 Desember 2010
TUJUH PERILAKU HIDUP BAGI SEORANG MUSLIM
TUJUH PERILAKU HIDUP BAGI SEORANG MUSLIM
Drs. H. Khairul Akmal Rangkuti
Hendaklah setiap pribadi muslim memiliki sikap Istiqomah ( memiliki pendirian yang teguh ) dalam kehidupannya, untuk itu ada tujuh sikap perilaku hidup yang harus melekat dalam kehidupannya.
1. “ حُـسْـنُ ا ْلاِرَادَة “ Mempunyai keinginan yang baik. Keinginan yang baik akan hadir dalam kehidupan seseorang manakala hatinya bersih, dan manakala hati seseorang sudah baik maka dorongan-dorongan yang timbul dari hati seseorang adalah dorongan yang baik pula, maka dengan keinginan yang baik tersebut seseorang akan selalu berbuat kebaikan.
2. “حُـسْـنُ ا لـْـكـَـلاَم “ Baik perkataan. Rasul bersabda : Barang siapa beriman kepada Allah dan Rasulnya maka hendaklah ia berkata-kata dengan baik, atau ( kalau tidak mampu berkata-kata dengan baik ) maka lebih baik dia diam. Pepatah orang tua mengatakan : Diam itu adalah emas. Lidah kamu adalah harimau kamu. Kata-kata yang sudah diucapkan tidak akan dapat dimasukkan kembali.
3. “حُـسْـنُ الـْـعَـطـَا “ Baik pemberian. Dalam memberikan sesuatu hendaklah dilakukan dengan pemberian yang baik dan tidak menyakiti hati orang yang menerimanya, dan tolong-menolong adalah perbuatan yang diperintahkan oleh Allah dan Rasulnya.
4. “حُـسْـنُ الـنـَّــظَـرِ “ Baik penglihatan. Pandangan mata yang tidak terkendali dapat menimbulkan hal yang tidak baik, bahkan bisa menimbulkan dosa, oleh karena itu kendalikanlah pandangan mata dari hal-hal yang mendatangkan dosa.
5. “حُـسْـنُ الـسَّـمْـعِ “ Baik pendengaran. Pendengaran juga harus terbiasa digunakan untuk hal-hal yang baik. Untuk itu biasakanlah dalam kehidupan untuk mendengarkan nasihat-nasihat yang baik dan mendengarkan bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
6. “حُـسْـنُ الـْـمَـشْــِي “ Baik perjalanan. Biasakanlah kaki kita melangkah ketempat-tempat yang baik dan hindarkanlah agar jangan melangkah ketempat-tempat maksiat.
7. “ تـَرْكُ الـشُّـبْـهَـا ت “ Meninggalkan hal-hal yang syubhat. Syubhat adalah sesuatu yang tidak jelas halal atau haramnya. Untuk itu seorang muslim hendaklah menjauhkan diri dari hal-hal yang berkenaan dengan yang syubhat, sebab sesuatu yang syubhat lebih dekat kepada haram.
Dari tujuh prilaku hidup yang telah dikemukakan di atas, dapat di simpulkan bahwa untuk menjadi seorang muslim yang baik seseorang hendaklah memiliki prilaku sebagai berikut :
1. Pandangan matanya adalah pandangan mata yang menyejukkan.
2. Senyum simpulnya penuh dengan persahabatan.
3. Uluran tangannya adalah nilai-nilai sedekah.
4. Langkah kakinya semangat jihad.
5. Untaian katanya penuh dengan mutiara hikmah dan nasihat
6. Diamnya adalah merupakan zikir dan fikir.
Manusia yang seperti inilah menjadi manusia yang rindu orang manakala tidak bertemu dengannya, tapi malas orang berpisah saat sudah bertemu kepadanya.
Langganan:
Postingan (Atom)











