Rabu, 05 Januari 2011

KISAH TELADAN

Ada seorang perempuan tua yang taat beragama, tetapi suaminya seorang yang fasik dan tidak mau mengerjakan kewajiban agama dan tidak mau berbuat kebaikan. Perempuan itu senantiasa membaca Bismillah setiap kali hendak melakukan sesuat. Suaminya tidak suka dengan sikap isterinya dan merasa bosan mendengar bacaan Bismillah yang selalu dibaca isterinya, bahkan suaminya selalu mengejek isterinya yang membaca Bismillah tersebut.
Isterinya tidak berkata apa-apa setiap kali mendapat ejekan dari sang suami, sebaliknya dia berdoa kepada Allah S.W.T. agar Allah memberikan hidayah kepada suaminya. Suatu hari suaminya berkata : " Nanti akan aku buat kamu kecewa dengan bacaan-bacaanmu itu." Untuk membuat sesuatu yang memeranjatkan isterinya, dia memberikan uang yang banyak kepada isterinya dengan berkata, "Simpanlah uang ini." Isterinya mengambil uang itu dan menyimpannya di tempat yang aman, di samping itu suaminya telah mengetahui di mana isterinya menyimpan uang tersebut. Kemudian dengan diam-diam suaminya mengambil uang tersebut dan mencampakkan tempat uang tadi ke dalam sumur di belakang rumahnya.
Setelah beberapa hari berlalu, sang suami memanggil isterinya dan berkata, "Berikan padaku uang yang dahulu aku suruh kamu menyimpannya. Kemudian isterinya pergi ke tempat dia menyimpan uang itu dan diikuti oleh suaminya, dengan berhati-hati dia menghampiri tempat dia menyimpan uang itu dan dia membuka dengan membaca, " Bismillahirrahmanirrahiim ." Ketika itu Allah S.W.T. mengutus malaikat Jibril A.S. untuk mengembalikan tempat uang yang sudah di buang suaminya ke dalam sumur ke tempat semula. Sang isteri-pun mengambil tempat uang tersebut dan menyerahkannya kepada suaminya. Kemudian suaminya memeriksanya dan ternyata uang tersebut masih utuh.
Alangkah terperanjat suaminya, dia merasa bersalah dan mengakui segala perbuatannya kepada isterinya, ketika itu juga dia bertaubat dan mulai mengerjakan perintah Allah, dan dia juga membaca Bismillah apabila hendak memulai suatu pekerjaan.
Mari kita Mulai segala aktivitas dengan membaca Bismillah, agar apa yang kita lakukan diberi keberkahan oleh Allah SWT.  


Selasa, 04 Januari 2011

INFO BOLA

Okto Masuk Daftar Pemain Potensial Asia
Pemain depan Sriwijaya FC Oktovianus Maniani masuk dalam daftar 10 pemain potensial di Asia dan layak bermain di Eropa, dikutip dari tulisan kolumnis ESPN, John Duerden, dalam ESPNsoccernet.
Menurut Duerden, penampilan Okto yang menerobos sayap kiri sangat enak ditonton dalam Turnamen AFF Suzuki Cup 2010.
Okto menjadi pilihan utama di enam pertandingan, dan hanya absen di laga pamungkas akibat akumulasi kartu kuning.
Dengan dribble ciamik dan lari kencang, Duerden menjuluki Okto "Ryan Giggs dari Indonesia". Sayang, kemampuan olah bola belum diimbangi umpan dan tembakan akurat, layaknya legenda Manchester United itu.
Ia melihat Okto harus bisa mengikuti jejak Giggs dan tampil konsisten.
Pada usia 20, pemain Sriwijaya FC ini merupakan anggota termuda dalam Pasukan Garuda. Duerden menilainya masih mentah. Tapi justru itu yang membuatnya makin menarik untuk dilihat. Dia yakin Okto bisa meningkatkan kemampuannya berolah bola.
Daftar 10 pemain potensial Asia tulisan Jhon Duerden "Eastern Promise":
  • 1. Deng Zhuoxiang (Shandong, Cina)
  • 2. Ismail Matar (Al Wahda, Uni Emirat Arab)
  • 3. Koo Ja Cheol (Jeju United, Korea Selatan)
  • 4. Kawin Thamsatchanan (Muang Thong United, Thailand)
  • 5. Yasser Al Qahtani (Al Hilal, Arab Saudi)
  • 6. Oktovianus Maniani (Sriwijaya FC, Indonesia)
  • 7. Karim Ansarifard (Saipa, Iran)
  • 8. Jungo Fujimoto (Shimizu S-Pulse, Jepang)
  • 9. Alexander Geynrikh (Pahktakor, Uzbekistan)
  • 10. Firas Al-Khatib (Al Qadsia, Suriah).(*)
Sumber Data : ANTARA News

Senin, 03 Januari 2011

INFO UMMAT ISLAM

Ketertarikan Austria pada Kehidupan Beragama Indonesia.
Kehidupan antarumat beragama di Indonesia telah mengundang minat banyak negara untuk mempelajarinya, termasuk Austria, negara berpenduduk 8 juta jiwa dengan jumlah umat Islam terbanyak kedua dari total populasi itu.

Dalam kunjungan Presiden Austria Heinz Fischer ke Indonesia pada 9 November lalu pun dikumandangkan pernyataan bersama dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai peningkatan kerja sama dialog antarumat beragama untuk mendorong hubungan kedua negara yang lebih baik.

Berikut wawancara wartawan ANTARA Unggul Tri Ratomo dengan Dubes Austria untuk Indonesia I Gusti Agung Wesaka Puja mengenai kehidupan antarumat beragama di Austria dan pandangannya mengenai di Indonesia:

Tanya (T): Apa yang menjadi latar belakang pernyataan bersama?
Jawab (J): Kedua belah pihak sudah menjajagi dan bertekad untuk mengangkat dialog "interfaith" sebagai isu yang menjadi kepentingan bersama antara Indonesia dan Austria.
Indonesia yang terdiri dari beranekaragam suku, budaya dan agama, tanpa melakukan dialog akan sulit mencapai suatu masyarakat yang harmonis, damai, yang cinta damai.

T: Dari pihak Austria?
J: Austria sendiri melihat ada suatu kebutuhan dan perhatian yang lebih besar kepada isu "interfaith" ini. Pertama karena di Austria banyak imigran dari Turki dan Albania yang notabene adalah pemeluk agama Islam. Sekarang pemeluk agama Islam nomor dua terbesar di Austria setelah Katholik. Padahal sebelumnya urutan kedua adalah Protestan. Protestan 4,7 persen sementara Muslim lima persen.
Sebagian masyarakat di Austria juga masih mempunyai prasangka terhadap bangsa lain sehingga Austria juga mengalami problem kesulitan untuk mengintegrasikan kaum pendatang dengan penduduk setempat.
Jika `kita` amati beberapa partai, mengeksploitasi isu migran ini untuk kepentingan politik. Itu yang memberikan kesamaan posisi dari kedua belah pihak mengangkat isu ini. Karena kedua belah pihak melihat kesamaan pandangan ,juga kemudian mencoba agar dialog interfaith ini bisa mendekatakan kedua negara.

T: Apa yang bisa diangkat oleh Indonesia dari kerja sama ini?
J: Kita bisa menjual isu Islam, demokrasi dan modernitas sebagai sesuatu yang bisa kita wujudkan dan sebagai suatu keniscayaan bangsa Indonesia. Islam, modernitas dan demokrasi bisa hidup secara baik.
Sebagai sesuatu yang bisa hidup dengan baik dan bisa kita jual ke negara lain untuk membuat citra yang lebih positif bagi bangsa Indonesia.

T: Apakah maksud Austria lainnya?
J: Sebaliknya sekarang Austria ingin merangkul negara-negara yang sepandangan atau sepaham dengan mereka dalam konteks dialog interfaith ini sehingga agenda-agenda Austria terutama untuk menghadapi pertemuan besar Austria "Alliance of civilization" pada tahun 2012 atau 2013 juga memperoleh dukungan. Pertemuan ini semacam "interfaith", tapi "interfaith" mereka gunakan sebagai keberagaman.
Kegiatan itu sebenarnya adalah agendanya PBB tapi tahun 2012 atau 2013 Austria ingin menjadi tuan rumahnya sehingga ingin merangkul negara-negara yang mempunyai kesepahaman sama terutama Indonesia yang dalam hal ini sudah paling maju dalam melakukan dialog interfaith.

T: Apakah Indonesia dinilai cukup berhasil oleh Austria dalam kehidupan antargama?
J: Bukan cukup berhasil tapi sangat berhasil. Sebagai suatu contoh mereka melihat Indonesia sebagai contoh, di mana Islam demokrasi dan modernitas itu bisa berjalan bersama-sama. Itu contoh yang mereka anggap sebagai contoh yang spektakuler. Itu mereka ingin pelajari juga.

Kedua kerukunan agama `kita` juga menjadi contoh yang baik. Ketiga bagaimana menyuarakan Islam moderat. Islam sebagai "voice of moderation" bisa dikumandangkan di dunia internaisonal. Itu yang dilihat oleh Austria sebagai potensi besar kekuatan yang luar biasa. Di satu sisi kita juga menggunakan isu ini sebagai bagian dari "soft power" kita sehingga dapat membentuk citra Indonesia yang baik.

T: Bagaimana dengan kunjungan Fischer ke Istiqlal?
J: Pada saat mengunjungi Jakarta, Presiden Fischer mengunjungi Katedral. Lalu dengan berjalan ia dan rombongan dari Katedral menuju ke Masjid Istiqlal. Bagi orang Austria, itu pemandangan yang luar biasa, apalagi saat Presiden Fischer jalan diapit oleh Pastor dan Iman Masjid Istiqlal. Bagi orang Austria itu "The best moment" (momen terbaik) untuk foto.

T: Bagaimana dengan pertukaran akademisi?
J: Pertukaran akademisi sudah langsung dilakukan. Belum satu minggu Presiden Fischer tiba dari Jakarta sudah dilakukan. Ini sudah cepat, langsung. Kedatangan akademisi Indonesia ke Austria kemarin, merupakan salah satu wujud dari pernyataan bersama kedua kepala negara. Bagaimana mengikat kedua negara melalui dialog interfaith. Itu yang langsung kita laksanakan sebagai implementasi pernyataan bersama.

T: Program selanjutnya?
J: Ke depan akan ada tindak lanjut yang dari petemuan dialog interfaith di Yogyakarta. Nanti akan dilakukan secara bergiliran. Tiap tahun ada pertukaran pakar lintas peradaban, agama dan budaya.

Sumber data : ANTARA News.

Apakah AI-Quran itu dan Siapakah Muhammad itu?

Apakah AI-Quran itu
dan Siapakah Muhammad itu?


Al-Quran adalah firman Allah sebagai sumber utama untuk setiap keyakinan dan ibadah orang Islam. Hal ini merupakan sebuah peraturan untuk semua subjek yang berhubungan dengan manusia, kebijakan, ajaran, ibadah, jual-beli, hukum, dan lain-lain. Akan tetapi yang paling utama adalah hubungan antara Allah dan makhlukNya. Pada saat yang sama, al-Quran juga memberikan pedoman dan ajaran secara mendetail tentang kemasyarakatan, bergaul atau berperi laku dengan sesama manusia dan sistem ekonomi secara adil.
Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muham­mad SAW dalam bahasa Arab. Sehingga banyak terjemahan al-Quran, baik yang diterjemahkan ke daiam bahasa Inggris atau bahasa lain. Tidak ada al-Quran lain atau versi lain al-Quran selain al-Quran itu sendiri. Al-Quran tetap eksis hanya dalam bahasa Arab sejak diturunkan.
Sebagian ahli sejarah mencatat bahwa Nabi Muhammad SAW lahir pada tahun 570 M di Makkah, Jazirah Arab,. Ayahnya meninggal sebelum beliau lahir dan sebentar kemudian ibunya juga meninggal. Akhirnya beliau diasuh pamannya, salah satu orang yang dihormati di suku Quraisy. Dia diasuh dalam keadaan buta huruf tidak dapat membaca atau menulis dan tetap dengan keadaan demikian sampai meninggal. Begitu beliau tumbuh dewasa, dia terkenal sebagai seorang yang jujur, terpercaya, dermawan, dan tulus hati. Karena dia orang yang dapat dipercaya, dia mendapat julukan al-Amin.
Nabi Muhammad SAW sangat mulia dengan perilaku baik yang selalu dia tunjukkn dan dia sangat dibenci oleh masyarakat yang menyembah berhala sepanjang dekade. Pada waktu berumur empat puluh tahun, Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama kali dari Allah SWT melalui malaikat Jibril. Wahyu itu turun secara berangsur selama 23 tahun dan terkumpul dalam sebuah mushaf yang terkenal dengan nama al-Quran.
Hadis adalah perkataan Nabi Muhammad SAW yang juga dijadikan sumber kedua. Akan tetapi, pernyataan ini tidak dijadikan susunan kata secara langsung dari Allah. Sesegera mungkin nabi Muhammad mulai menyampaikan al-Quran dan mengajarkan kebenaran yang telah Allah turunkan kepadanya, dia dan pengikutnya yang masih sedikit mendapat penyiksaan dari orang-orang kafir. Penganiayaan itu semakin berat sampai tahun 622 M, dimana Allah memerintahkan mereka untuk berhijrah.
Hijrah ini dari kota Makkah ke kota Madinah, sekitar 400 kilometer ke arah utara. Peristiwa hijrah ini lantas dijadikan sebagai pedoman kalender Hijriah.
Setelah beberapa tahun, Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya sanggup untuk kembali ke Makkah di mana mereka memaafkan musuh-musuhnya. Sebelum Nabi Muhammad SAW meninggal pada umur 63 tahun, Islam telah menyebar ke seluruh Jazirah Arab. Dan sampai berabad-abad sepeninggalnya, Islam telah menyebar ke Barat sampai ke Spanyol dan ke Timur jauh Cina.
Di antara alasan-alasan mengapa Islam cepat berkembang dan menyebar karena Islam mengajarkan kebenaran dan perdamaian. Islam memiliki keyakinan, mengajarkan, dan merupakan agama tauhid, yaitu yang hanya menyembah satu Tuhan, satu-satunya Tuhan yang patut disembah.
Nabi Muhammad SAW adalah contoh teladan yang memiliki sifat jujur, adil, murah hati, selalu mengasihi, dan pemberani. Dia menghilangkan semua tindak kejahatan dan berusaha menegakkan kebenaran semata-mata demi agama Allah dan mengharap pahala di akhirat nanti. Semua urusan dan perbuatannya dia sandarkan pada Allah.

Sumber : Bukti Kebenaran Al-Qur’an - Abdullah M. Al-Rehaili.



Minggu, 02 Januari 2011

Enam Pertanyaan Imam al-Ghazali

Enam Pertanyaan Imam al-Ghazali
Imam Ghazali pernah mengajukan enam pertanyaan kepada murid-muridnya. Enam pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut.
Pertama : "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?. "
Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam al-Ghazali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "Mati". Sebab sudah merupakan janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.
Firman Allah pada surat Ali Imran 185:
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَما الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ
Artinya : Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

Kedua. "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?".
Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar, ujarnya, adalah " MASA LALU ."
Bagaimanapun keadaan kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Ketiga. "Apa yang paling besar di dunia ini?". ( maksudnya selain Allah ).
Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah " Nafsu " .

Firman Allah pada surat Al-a’raf 179 :
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيراً مِّنَ الْجِنِّ وَالإِنسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لاَّ يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لاَّ يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لاَّ يَسْمَعُونَ بِهَا أُوْلَـئِكَ كَالأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُوْلَـئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
Artinya : Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.


Maka kita harus hati-hati dengan nafsu, jangan sampai nafsu memperdaya kita untuk berbuat angkara murka yang mengakibatkan kita masuk neraka.

Keempat adalah, "Apa yang paling berat di dunia ini?".
Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban itu benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah "memegang “ AMANAH " .

Firman Allah pada surat Al-azab :72.
إِنَّا عَرَضْنَا الامَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالارْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الانسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُوماً جَهُولاً
Artinya : Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.


Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanah.

Kelima adalah, "Apa yang paling ringan di dunia ini?".
Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam al-Ghazali. Namun menurut beliau yang paling ringan di dunia ini adalah 'meninggalkan “SHALAT“. Gara-gara pekerjaan atau urusan dunia kita tinggalkan shalat.

Keenam adalah, "Apakah yang paling tajam di dunia ini?".
Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang. Benar kata Imam al-Ghazali. Tapi yang paling tajam adalah " LIDAH MANUSIA". Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

Semoga kita bisa meresapi dari ungkapan yang telah di kemukakan di atas.

امـِـيْــنَ يَـا رَبَّ الـْعـَالـَمِـيْـنَ