Selasa, 17 Juli 2012

Marhaba Ya Ramadhan

Ramadhan Tinggal Menghitung Hari
Bulan Ramadhan yang agung akan hadir kembali dan kehadirannya hanya tinggal menghitung hari. Ummat Islam yang benar-benar beriman tentunya merasa gembira dengan datangnya bulan Ramadhan tersebut, sebab Allah masih memberikan kesempatan untuk bertemu kembali kepada bulan yang banyak mengandung hikmah.
Kalimat Ramadhan itu sendiri apabila ditulis dengan aksara Arab adalah (رمضان). Huruf-hurufnya terdiri dari lima huruf. Yaitu: Huruf ر , م ,  ض , ا dan ن .
Ada pandangan yang mengungkapkan bahwa masing-masing huruf tersebut adalah merupan singkatan dari kemuliaan dan hikmah yang terkandung di bulan Ramadhan itu sendiri.
Huruf pertama adalah huruf “ر “  yang bisa bermakna رحمة   (Rohmatun) yang artinya adalah rahmat dari Allah. Sebab pada bulan Ramadhan Allah banyak mencurahkan rahmatNya kepada orang-orang yang mau mengisi bulan Ramadhan ini dengan peningkatan amal ibadah kepadaNya. Karena itu, kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan yang ada untuk mendapatkan kasih sayang Allah pada bulan Ramadhan yang Insya Allah kita akan bertemu lagi pada tahun ini. Ukirlah prestasi ibadah pada bulan ini agar Allah berkenan melimpahkan kasih sayangNya kepada kita.
Huruf kedua adalah huruf “م“  yang bisa bermakna مغفرة   (Maghfiroh)  artinya adalah ampunan. Sebab Allah membuka pintu ampunan yang seluas-luasnya kepada orang-orang yang giat melaksanakan ibadah pada bulan Ramadhan. Karena itu perbanyaklah istighfar untuk bertaubat kepada Allah dengan hati yang bersungguh-sungguh agar mendapatkan ampunan Allah SWT.
Huruf  yang ketiga adalah huruf “ض “    yang bisa bermakna ضمان   (Dhomanun) artinya adalah jaminan. Rasul dalam sabdanya menyatakan yang maksudnya: Siapa yang melaksanakan puasa dan mendirikan Qiyamu Ramadhan dengan landasan iman dan ikhlas maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampunkan Allah.
Huruf yang keempat adalah huruf “ ا “  yang bisa bermakna ايمان  (Imanun) artinya adalah Iman/keyakinan. Dengan giat melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan diharapkan iman seseorang akan bertambah kokoh dan kuat.
Huruf yang kelima adalah huruf “ن “  yang bisa bermakna نعمة  (Nikmatun), artinya adalah nikmat. Sebab banyak nikmat yang diberikan Allah kepada ummat Islam apabila datang bulan Ramadhan.
Saudaraku...................!
Mari kita raih segala kebaikan dan kelebihan yang ada pada bulan Ramadhan dengan berlomba-lomba melaksanakan ibadah kepada Allah SWT. Semoga kita termasuk diantara hamba yang mendapat ampunan Allah melalui tempaan pelaksanaan ibadah pada bulan Ramadhan dan akhirnya kita berharap semoga kita mendapat gelar Muttaqin di sisi Allah.
امـِـيْــنَ يَـا رَبَّ الـْعـَالـَمِـيْـنَ
 "SELAMAT MEMASUKI BULAN RAMADHAN 1433 H / 2012"






Sabtu, 14 Juli 2012

Marhaba Ya Ramadhan


Berbenah Diri Menyambut Bulan Ramadhan
Beberapa hari lagi umat Islam akan memasuki bulan Ramadhan dan akan menjalankan ibadah puasa. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang kehadirannya selalu ditunggu-tunggu ummat Islam. Beberapa hari lagi, kalimat “Marhaba ya Ramadhan”/Selamat datang bulan Ramadhan, patut kita kumandangkan, sebab  Rasul melakukan hal itu ketika datang bulan Ramadhan. Namun, kalimat “Marhaba ya Ramadhan” yang kita ucapkan hendaknya tidak sekedar ucapan di bibir saja, namun seharusnya tertanam semangat di hati untuk memanfaatkan kesempatan yang diberikan Allah agar dapat mengisi bulan Ramadhan dengan memperbanyak ibadah kepadaNya.
Sepatutnya kita sambut bulan yang penuh barokah itu dengan berbenah diri. Perbuatan-perbuatan tercela, tidak terpuji, kebohongan, kemalasan kecongkakan dan perbuatan-perbuatan negatif yang (mungkin) pernah kita lakukan sebelumnya harus segera ditinggalkan. Kita sambut bulan Ramadhan dengan hati yang bersih dan jernih. Berbenah diri untuk menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh dan melaksanakan berbagai ibadah sunnah pada malam harinya.
Puasa Ramadhan yang diwajibkan Allah untuk orang-orang beriman berbeda dengan ibadah yang lain, sebab ibadah puasa adalah ibadah “rahasia”. Artinya, hanya Allah dan orang yang berpuasa itu sendiri yang mengetahui apakah ia benar-benar puasa atau tidak.
Bulan Ramadhan memiliki nama yang banyak, diantaranya:
  1. Syahrus Shiyam (bulan melaksanakan kewajiban puasa). Perintah puasa tidak hanya disyari’atkan Allah kepada kita ummat Nabi Muhammad, tetapi kepada ummat sebelum kita juga diwajibkan berpuasa. Sebab puasa banyak mengandung hikmah, terutama dalam pembentukan kepribadian yang baik bagi kehidupan kita.
  2. Syahrul Ibadah (Bulan meningkatkan ibadah). Hendaknya kita maknai bulan Ramadhan ini dengan semangat pengamalan ibadah yang baik dan sempurna. 
  3. Syahrul Fath (bulan kemenangan). Harus kita maknai dengan memenangkan kebaikan atas segala keburukan. 
  4. Syahrul Huda (bulan petunjuk). Dalam hal ini hendaknya kita implementasikan dengan semangat melaksanakan Amar makruf - Nahi munkar. 
  5. Syahrus Salam (bulan keselamatan). Seyogianya kita maknai pula dengan menyampaikan pesan-pesan perdamaian dan keselamatan. 
  6. Syahrul Jihad (bulan perjuangan). Kita realisasikan dengan perjuangan menentang kedzaliman dan ketidakadilan di bumi ini. 
  7. Syahrul Maghfirah (bulan ampunan ). Di bulan Ramadhan perbanyaklah istighfar untuk memohon ampunan Allah. Jangan lewatkan walau satu malam dari malam-malam bulan Ramadhan kecuali memperbanyak permohonan ampun kepada Allah, karena Allah maha pengampun dan membuka selebar-lebarnya pintu keampunan di bulan Ramadhan. Di sisi lain pada bulan Ramadhan tebarkanlah kemaafan kepada orang lain, sebab Allah suka kepada orang yang memberi ma’af. 
  8. Syahrus Shabri (bulan sabar). Lewat hikmah puasa diharapkan diri kita terlatih untuk menjadi orang-orang yang sabar. 
  9. Syahrul Qur’an ( bulan pertama kali diturunkan Al-Qur’an). Pada bulan Ramadhan hendaknya kita bertambah giat untuk mendalami isi kandungan Al-Qur’an. Bila selama ini mungkin kita baru sebatas membaca Al-Qur’an, untuk Ramadhan tahun ini hendaknya ditingkatkan kepada upaya pemahaman isi kandungan Al-Qur’an dan sekaligus mengamalkannya.
Semoga dengan mempersiapkan diri dalam memasuki bulan Ramadhan secara baik dan merencanakan aktivitas dan ibadah-ibadah dengan ikhlas, serta berniat “Libtighoi Mardhotillah” (mengharapkan keridhaan Allah), kita dapat memanfa’atkan keistimewaan yang ada di bulan Ramadhan dan pada saat keluar nantinya dari bulan Ramadhan diharapkan kita menjadi orang-orang yang mendapat gelar Muttaqin di sisi Allah.
Akhirnya saya ucapkan: “Selamat Memasuki bulan Ramadhan Tahun 1433 H”. Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT.
امـِـيْــنَ يَـا رَبَّ الـْعـَالـَمِـيْـنَ


Selasa, 10 Juli 2012

Pelaksanaan Khitanan Massal


Anak-anak yang akan di Khitan
Yayasan Ar-Ridha Melaksanakan
Khitanan Massal Di Desa Jaring Halus

Yayasan Ar-Ridha Medan telah sukses melaksanakan Khitanan massal di Desa Jaring Halus Kec. Secanggang Kabubaten Langkat. Pelaksanaan Khitanan massal tersebut diprakarsai oleh Yayasan Ar-Ridha bekerjasama dengan masyarakat Desa Jaring Halus yang dilaksanakan pada tanggal 8 Juli 2012. Pelaksanaan Khitanan massal tersebut dipandang sukses, sebab dalam pelaksanaannya tidak ada kendala yang berarti. Adapun yang di Khitan adalah anak-anak yang berada di Desa Jaring Halus sebanyak 16 orang. Sebelum khitanan dilaksanakan, terlebih dahulu dilaksanakan acara doa’ selamat dan upacara adat sesuai dengan tradisi masyarakat Jaring Halus.
Masyarakat Jaring Halus 
Dilaksanakannya khitanan massal ini adalah merupakan panggilan hati dan rasa tanggung jawab moral untuk membantu masyarakat khususnya masyarakat Jaring Halus. Sebab itulah bagi setiap anak yang di khitan tidak di kenakan biaya apapun. Dalam pelaksanaan Khitanan tersebut Yayasan Ar-ridha juga memberikan bingkisan sekedarnya kepada anak-anak yang di khitan juga kepada Bilal mayit serta kepada Nazir Mesjid yang ada di Desa Jaring Halus.

Khitanan massal seperti ini diharapkan dapat ditindaklanjuti pada tahun-tahun yang yang akan datang melalui kerjasama dengan pengusaha-pengusaha lokal yang ada di Desa Jaring Halus.
Yayasan Ar-Ridha bukan pertamakali ini melaksanakan kegiatan keagamaan di tempat ini, sebab sebelumnya Yayasan Ar-Ridha pernah melaksanakan Tabligh Akbar dan Haflah Al-Qur’an, bekerjasama dengan Qori’-Qori’ah yang tergabung dalam “WASIQOH” (Wadah Silaturrahmi Qori’-Qori’ah Sumatera Utara) dengan menghadirkan Qori’-Qori’ah Nasional dan Internasional.
Penyerahan Santunan
Pada tanggal 5 Juli 2012 yang lalu Yayasan Ar-Ridho juga menghadirkan Ustaz dari Pengurus WASIQOH, yakni Al-Ustaz Muhammad Yusriza S.Pd.I untuk memberikan Tausiyah dalam rangka peringatan Isra’-Mi’raj. Kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh  Yayasan Ar-Ridha dan WASIQOH tidak lain adalah dikarenakan panggilan hati dan rasa tanggung jawab moral semata, sebab Desa Jarung Halus merupakan Desa binaan dari Yayasan Ar-Ridha dan Pengurus WASIQOH.
Dalam pelaksanaan khitanan tersebut ada sesuatu yang lain dari pengalaman pengurus Yayasan Ar-Ridha, yakni adanya tradisi adat bagi masyarakat Jaring Halus dimana setiap anak yang akan di khitan terlebih dahulu dirias dengan pakaian adat Melayu dan anak-anak tersebut dipanggul oleh seseorang yang sudah di tunjuk untuk diarak keliling kampung dengan iringan suara syair Barzanji dan Marhaba. Setelah itu masing-masing orang tua memandikan anak-anak mereka yang akan di khitan. Tradisi adat seperti ini oleh Pengurus Yayasan Ar-Ridha merupakan sesuatu yang baru, sebab belum pernah menemukan tradisi adat seperti ini di Medan.
Peng. Ar-Ridha bersama anak-anak

Harapan dari Pengurus Yayasan Ar-Ridha dalam kegiatan ini tidak lain adalah semoga kerjasama yang sudah terbina tetap dapat dipertahankan dan anak-anak yang dikhitan diharapkan lekas sembuh, dapat kembali mengikuti pendidikan dengan baik dan kelak diharapkan menjadi anak-anak yang sholeh.
Setelah selesai segala kegiatan adat dan do’a selamat, petugas Medis mulai menjalankan tugas mereka untuk mengkhitan anak-anak yang sudah siap untuk di khitan. Semua kegiatan pengkhitanan baru selesai sekitar pukul 14.30 Wib.

Penyerahan Bingkisan kpd. Nazir Mesjid

Peng. Ar-Ridha bersama anak-anak
                                                                                                                                                                                    


Jumat, 06 Juli 2012

Mimbar Jum'at Hari ini


SELAMAT DATANG BULAN RAMADHAN
(Drs. H. Khairul Akmal Rangkuti)

Tanpa terasa sudah satu tahun berlalu dari bulan Ramadhan tahun 1432 H yang lalu, kini bulan Ramadhan 1433 H akan hadir, dan kehadirannya tentu selalu ditunggu-tunggu oleh orang-orang yang beriman kepada Allah SWT. karena bulan Ramadhan mempunyai makna yang istimewa bagi orang-orang yang beriman. Hal ini disebabkan bulan Ramadhan dijadikan Allah memiliki keistimewaan dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain.
Berkenaan akan datangnya bulan Ramadhan, seharusnyalah setiap muslim mempersiapkan diri untuk masuk kedalam bulan yang mulia tersebut, dan dengan datangnya bulan Ramadhan, hendaknya setiap pribadi muslim menyikapinya dengan beberapa hal :

Pertama : Menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan hati yang gembira, gembira yang dimaksud adalah bahwa kita seharusnya menunjukkan rasa syukur kepada Allah karena umur yang tersisa Insya Allah akan sampai kepada bulan Ramadhan pada tahun ini, sebab tidak semua orang punya kesempatan untuk sampai kepada bulan Ramadhan tahun ini, karena banyak diantara saudara-saudara kita pada tahun yang lalu masih bersama-sama kita melaksanakan kegiatan ibadah di bulan Ramadhan, namun di tahun ini mereka tidak lagi hadir bersama-sama kita  karena mereka telah dipanggil Allah ke hadiratNya. Sebab itulah kita yang masih hidup di dunia ini pantas bersyukur kapada Allah SWT. karena kita Insya Allah masih diberikan Allah kesempatan umur hingga insya Allah akan sampai kepada bulan Ramadhan pada tahun ini.
Sikap gembira dalam menyambut bulan Ramadhan tersebut yang diwujudkan dengan ungkapan rasa syukur kepada Allah diharapkan dapat memberikan motivasi untuk meningkatkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan. Mungkin orang yang seperti inilah yang digolongkan oleh Rasul seperti yang tertuang dalam sabdanya, artinya : “ Barang siapa yang  gembira dengan datangnya bulan Ramadhan Allah haramkan tubuhnya masuk kedalam Neraka “
Kedua: Menanamkan tekad dihati untuk tidak menyia-nyiakan bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan ini kecuali dengan mengisinya dengan amal yang shalih, dan kesempatan umur yang diberikan Allah hingga kita sampai kepada bulan Ramadhan harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya.
Kekhususan yang ada pada bulan Ramadhan antara lain adanya kewajiban melaksanakan puasa selama satu bulan, di sisi lain adanya anjuran untuk meningkatkan amal ibadah dan mengisi malam-malam bulan Ramadhan tersebut dengan berbagai amal ibadah dan setiap amal ibadah yang dilakukan pada bulan ini pahalanya akan dilipatgandakan oleh Allah.
Kewajiban melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan tersebut didasari dengan firman Allah yang tercantum dalam surat Al-Baqarah ayat : 183:
يـَا اَيـُّهـَا الَّـذِيْـنَ امَـنُـوْا كـُـتِـبَ عَـلـَيْـكـُمُ الصِّـيَـامُ كـَمَـا كـُتِـبَ عَـلىَ الـَّـذِيْـنَ مِـنْ قـَـبْـلِـكـُمْ لـَعَـلـَّـكـُمْ تـَـتـَّـقـُـوْنَ 
Artinya : “ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa “
Tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan puasa beserta segenap rangkaian ibadah yang ada di dalamnya adalah untuk mendapatkan ampunan Allah agar mendapat gelar Muttaqin.
Kabar yang menggembirakan bagi orang-orang yang beriman adalah hadits nabi Muhammad saw : Artinya : “ Siapa yang puasa pada bulan Ramadhan dengan dasar iman dan ikhlas akan diampunkan Allah dosa-dosanya yang telah lalu”.
Puasa, disamping merupakan kewajiban yang disyari’atkan Allah, disisi lain puasa juga mendatangkan hikmah bagi kehidupan manusia, baik secara individu maupun secara kolektif dalam kehidupan masyarakat. Hikmah-hikmah yang ada dalam pelaksanaan puasa tersebut bila disederhanakan sekurang-kurangnya ada dua dimensi, yaitu dimensi Spritual dan dimensi Sosial .
Dimensi Spritual maksudnya seseorang yang melakukan ibadah puasa akan selalu merasakan betapa dia selalu merasakan dirinya semakin dekat dengan Allah. Apabila seseorang selalu merasakan dirinya dekat dengan Allah berarti dia memiliki daya control yang baik untuk mengatasi segala godaan dalam kehidupannya, akhirnya melalui penghayatan pelaksanaan puasa akan tercipta pribadi-pribadi yang mulia yang memiliki sifat jujur, disiplin dan sifat terpuji lainnya.
Adapun yang dimaksud dengan dimensi sosial adalah, bahwa dengan hikmah pelaksanaan  ibadah puasa seseorang akan dapat merasakan betapa tidak enaknya haus dan lapar yang bagi orang berharta hanya dia rasakan selama satu bulan, tidak demikian halnya bagi fakir-miskin yang hidupnya selalu dalam kekurangan, terkadang makan dan terkadang tidak.
Maka melalui hikmah puasa yang dilaksanakan diharapkan akan timbul sikap solodaritas sosial untuk saling membantu antar sesama, akhirnya akan tercipta rasa kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Bila demikian halnya dapat diambil kesimpulan, walaupun ada kesenjangan sosial  di masyarakat, kecemburuan sosial tidak akan terjadi, karena masyarakat sudah terbentuk dengan pola kehidupan untuk saling membantu dan bekerjasama.
Ketiga: Memiliki target yang akan dicapai pada saat keluar dari bulan Ramadhan. Target tersebut adalah saat nanti keluar dari bulan Ramadhan dia harus mencapai gelar Muttaqin di sisi Allah SWT.
Apabila seorang mukmin memiliki target seperti itu, tentu bulan Ramadhan yang datangnya hanya setahun sekali tidak akan disia-siakan, karena Ramadhan adalah masa untuk melebur dosa-dosa yang telah lalu.
Ungkapan kata berikut ini agaknya perlu untuk kita jadikan renungan:
“Muslim yang berbahagia adalah seorang muslim yang apabila datang bulan Ramadhan, saat keluar dari bulan Ramadhan dosa-dosanya sudah diampunkan Allah. Muslim yang malang adalah seorang  muslim yang apabila datang bulan Ramadhan, keluar dia dari bulan Ramadhan namun dosa-dosanya belum diampunkan Allah”.
Semoga kita tergolong dalam kelompok orang-orang yang mendapat ampunan dari Allah Swt.

Kepada Ummat Islam, khususnya teman-teman di FB saya ucapkan:
“SELAMAT MEMASUKI BULAN SUCI RAMADHAN 1433 H. SEMOGA KITA MAMPU MENGISINYA DENGAN AMAL IBADAH YANG MENGHANTARKAN KITA KEPADA AMPUNAN ALLAH”.
امـِـيْــنَ يَـا رَبَّ الـْعـَالـَمِـيْـنَ
***