Senin, 20 Desember 2010

TUJUH PERILAKU HIDUP BAGI SEORANG MUSLIM

TUJUH PERILAKU HIDUP BAGI SEORANG MUSLIM

Drs. H. Khairul Akmal Rangkuti
               
Hendaklah setiap pribadi muslim memiliki sikap Istiqomah ( memiliki pendirian yang teguh ) dalam kehidupannya, untuk itu ada tujuh sikap perilaku hidup yang harus melekat dalam kehidupannya.
1.       حُـسْـنُ ا ْلاِرَادَة “ Mempunyai keinginan yang baik. Keinginan yang baik akan hadir dalam kehidupan seseorang manakala hatinya bersih, dan manakala hati seseorang sudah baik maka dorongan-dorongan yang timbul dari hati seseorang adalah dorongan yang baik pula, maka dengan keinginan yang baik tersebut seseorang akan selalu berbuat kebaikan.
2.       حُـسْـنُ ا لـْـكـَـلاَم “ Baik perkataan. Rasul bersabda : Barang siapa beriman kepada Allah dan Rasulnya maka hendaklah ia berkata-kata dengan baik, atau ( kalau tidak mampu berkata-kata dengan baik ) maka lebih baik dia diam. Pepatah orang tua mengatakan : Diam itu adalah emas. Lidah kamu adalah harimau kamu. Kata-kata yang sudah diucapkan tidak akan dapat dimasukkan kembali.
3.       حُـسْـنُ الـْـعَـطـَا “ Baik pemberian. Dalam memberikan sesuatu hendaklah dilakukan dengan pemberian yang baik dan tidak menyakiti hati orang yang menerimanya, dan tolong-menolong adalah perbuatan yang diperintahkan oleh Allah dan Rasulnya.
4.       حُـسْـنُ الـنـَّــظَـرِ “ Baik penglihatan. Pandangan mata yang tidak terkendali dapat menimbulkan hal yang tidak baik, bahkan bisa menimbulkan dosa, oleh karena itu kendalikanlah pandangan mata dari hal-hal yang mendatangkan dosa.
5.       حُـسْـنُ الـسَّـمْـعِ “ Baik pendengaran. Pendengaran juga harus terbiasa digunakan untuk hal-hal yang baik. Untuk itu biasakanlah dalam kehidupan untuk mendengarkan nasihat-nasihat yang baik dan mendengarkan bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
6.       حُـسْـنُ الـْـمَـشْــِي  “ Baik perjalanan. Biasakanlah kaki kita melangkah ketempat-tempat yang baik dan hindarkanlah agar jangan melangkah ketempat-tempat maksiat.
7.       تـَرْكُ الـشُّـبْـهَـا ت “ Meninggalkan hal-hal yang syubhat. Syubhat adalah sesuatu yang tidak jelas halal atau haramnya. Untuk itu seorang muslim hendaklah menjauhkan diri dari hal-hal yang berkenaan dengan yang syubhat, sebab sesuatu yang syubhat lebih dekat kepada haram.
                Dari tujuh prilaku hidup yang telah dikemukakan di atas, dapat di simpulkan bahwa untuk menjadi seorang muslim yang baik seseorang hendaklah memiliki prilaku sebagai berikut :
1.       Pandangan matanya adalah pandangan mata yang menyejukkan.
2.       Senyum simpulnya penuh dengan persahabatan.
3.       Uluran tangannya adalah nilai-nilai sedekah.
4.       Langkah kakinya semangat jihad.
5.       Untaian katanya penuh dengan mutiara hikmah dan nasihat
6.       Diamnya adalah merupakan zikir dan fikir.
                Manusia yang seperti inilah menjadi manusia yang rindu orang manakala tidak bertemu dengannya, tapi malas orang berpisah saat sudah bertemu kepadanya.

Indonesia menang lagi

Indonesia menang lagi


Gol yang diciptakan Christian Gonzales pada babak semifinal kedua Piala AFF 2010, tak hanya menobatkan dirinya sebagai top skor sementara, tapi juga pemain terbanyak yang menjebol gawang kiper Filipina Neil Etheridge.
Sepanjang perhelatan Piala AFF 2010 ini, Neil Etheridge baru kebobolan tigal gol, dua di antaranya oleh Christian 'El Loco' Gonzales.

Gol pertama Gonzales diciptakannya melalui sundulan yang berhasil mengecoh Neil Etheridge. Sedangkan gol kedua diciptakannya melalui tendangan keras jarak jauh yang tak berhasil diblok Etheridge.

Dengan gol-golnya ini, El Loco juga berhasil mengantarkan negara barunya Indonesia, melaju ke babak final Piala AFF 2010. Di babak final nanti, Indonesia sudah ditunggu Malaysia yang berhasil menyingkirkan juara bertahan Vietnam.

Pada pertandingan semifinal kedua ini, gol tunggal Cristian Gonzales tercipta pada menit ke-43 melalui tendangan keras kaki kirinya.

Hingga babak kedua berakhir, Indonesia yang menguasai pertandingan sejak menit-menit awal, tetap berhasil menjaga keunggulannya. Bahkan, beberapa peluang banyak tercipta di abbak kedua ini oleh pemain-pemain Indonesia, walaupun belum berhasil menambah pundi gol.

Sejak babak pertama, Indonesia langsung menekan Filipina pada pertandingan kedua semifinal Piala AFF 2010.

Pertandingan baru empat menit, Indonesia sudah melancarkan empat serangan yang cukup berbahaya.

Zulkifli, misalnya, pada menit pertama sudah mengirim umpan silang. Namun, bola masih bisa dihalau lawan. Selanjutnya, timnas Indonesia beberapa kali memberikan umpan terobosan, baik mengarah ke Cristian Gonzales maupun Oktovianus Maniani. Hal ini cukup merepotkan Filipina.

Sejak itu, Indonesia makin dominan. Serangan terus dilancarkan. Namun, Filipina bermain bertahan sehingga menyulitkan Indonesia. (*)
Sumber Data : http://www.tribunnews.com/2010/12/19/gonzales-terbanyak-jebol-gawang-etheridge

Sabtu, 18 Desember 2010


ORANG-ORANG YANG DI DO’AKAN MALAIKAT
Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Anbiya’ : 26-28.
وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَداً سُبْحَانَهُ بَلْ عِبَادٌ مُّكْرَمُونَ ﴿٢٦﴾ لاَ يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُم بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ ﴿٢٧﴾ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يَشْفَعُونَ إِلاَّ لِمَنِ ارْتَضَى وَهُم مِّنْ خَشْيَتِهِ مُشْفِقُونَ ﴿٢٨﴾
26. dan mereka berkata: "Tuhan yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak", Maha suci Allah. sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan[957],
27. mereka itu tidak mendahului-Nya dengan Perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintahNya.
28. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafaat[958] melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.
[957] Ayat ini diturunkan untuk membantah tuduhan-tuduhan orang-orang musyrik yang mengatakan bahwa malaikat-malaikat itu anak Allah.
[958] Syafa'at: usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. syafa'at yang tidak diterima di sisi Allah adalah syafa'at bagi orang-orang kafir., syafa'at yang baik Ialah: Setiap sya'faat yang ditujukan untuk melindungi hak seorang Muslim atau menghindarkannya dari sesuatu kemudharatan. syafa'at yang buruk ialah kebalikan syafa'at yang baik.

Malaikat adalah hamba-hamba yang dimuliakan Allah dan tidak pernah melanggar perintah Allah kepada mereka. Para malaikat selalu mendoakan manusia yang selalu berbuat taat kepada Allah. Adapun orang-orang yang selalu di doakan malaikat adalah mereka-mereka yang selalu melakukan hal-hal seperti yang dicantumkan berikut ini :
1.   Orang yang tidur dalam keadaan bersuci. Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, artinya: “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci’” (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib)
2.     Orang yang duduk menunggu shalat. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, artinya: “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’” (Shahih Muslim no. 469).
3.    Orang - orang yang berada di shaf bagian depan di dalam shalat. Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, artinya:  “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan” (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud ).
4.       Orang - orang yang menyambung shaf (tidak membiarkan sebuah kekosongan di
dalm shaf). Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan
Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, artinya:
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang - orang
yang menyambung shaf - shaf” (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam
Shahih At Targhib wat Tarhib)
5.      Para malaikat mengucapkan ‘Amin’ ketika seorang Imam selesai membaca Al
Fatihah. Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW
bersabda, artinya:  “Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya
itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa
lalu” (Shahih Bukhari no. 782).
6.      Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat. Imam Ahmad
meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, artinya: “Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam
tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para
malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia’” (Al Musnad no. 8106,
Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)
7.       Orang - orang yang melakukan shalat shubuh dan ‘ashar secara berjama’ah.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, artinya: “Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang
menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh)
naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka
berkumpul lagi pada waktu shalat ‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang
hari (hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas
pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana
kalian meninggalkan hambaku ?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka
sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang
melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat’” (Al Musnad no. 9140,
hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir).
8.      Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ ra., bahwasannya Rasulullah SAW
bersabda, artinya: “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa
sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada
kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia
berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata
‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan’” (Shahih Muslim no.).
9.      Orang-orang yang berinfak. Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan
dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, artinya: “Tidak satu hari pun
dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun
kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti
bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta
orang yang pelit’” (Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim ),
10.    Orang yang makan sahur. Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani,
meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda,
artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang - orang yang makan sahur” (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At
Targhiib wat Tarhiib).
11.   Orang yang menjenguk orang sakit. Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali bin
Abi Thalib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, artinya: “Tidaklah seorang mukmin
menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang
akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu
malam kapan saja hingga shubuh” (Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir
berkomentar, “Sanadnya shahih”).
12.   Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain. Diriwayatkan oleh
Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda,
artinya: “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas
seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan
bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat
kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain” (dishahihkan oleh
Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi).

Mari perbanyak ibadah dan amal sholih di tahun 1432 H. ini, semoga tahun ini lebih dari tahun yang lalu.

Kamis, 16 Desember 2010

TUJUH PERILAKU HIDUP BAGI SEORANG MUSLIM

TUJUH PERILAKU HIDUP BAGI SEORANG MUSLIM 

Drs. H. Khairul Akmal Rangkuti

               
Hendaklah setiap pribadi muslim memiliki sikap Istiqomah ( memiliki pendirian yang teguh ) dalam kehidupannya, untuk itu ada tujuh sikap perilaku hidup yang harus melekat dalam kehidupannya.
1.       حُـسْـنُ ا ْلاِرَادَة “ Mempunyai keinginan yang baik. Keinginan yang baik akan hadir dalam kehidupan seseorang manakala hatinya bersih, dan manakala hati seseorang sudah baik maka dorongan-dorongan yang timbul dari hati seseorang adalah dorongan yang baik pula, maka dengan keinginan yang baik tersebut seseorang akan selalu berbuat kebaikan.
2.       حُـسْـنُ ا لـْـكـَـلاَم “ Baik perkataan. Rasul bersabda : Barang siapa beriman kepada Allah dan Rasulnya maka hendaklah ia berkata-kata dengan baik, atau ( kalau tidak mampu berkata-kata dengan baik ) maka lebih baik dia diam. Pepatah orang tua mengatakan : Diam itu adalah emas. Lidah kamu adalah harimau kamu. Kata-kata yang sudah diucapkan tidak akan dapat dimasukkan kembali.
3.       حُـسْـنُ الـْـعَـطـَا “ Baik pemberian. Dalam memberikan sesuatu hendaklah dilakukan dengan pemberian yang baik dan tidak menyakiti hati orang yang menerimanya, dan tolong-menolong adalah perbuatan yang diperintahkan oleh Allah dan Rasulnya.
4.       حُـسْـنُ الـنـَّــظَـرِ “ Baik penglihatan. Pandangan mata yang tidak terkendali dapat menimbulkan hal yang tidak baik, bahkan bisa menimbulkan dosa, oleh karena itu kendalikanlah pandangan mata dari hal-hal yang mendatangkan dosa.
5.       حُـسْـنُ الـسَّـمْـعِ “ Baik pendengaran. Pendengaran juga harus terbiasa digunakan untuk hal-hal yang baik. Untuk itu biasakanlah dalam kehidupan untuk mendengarkan nasihat-nasihat yang baik dan mendengarkan bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
6.       حُـسْـنُ الـْـمَـشْــِي  “ Baik perjalanan. Biasakanlah kaki kita melangkah ketempat-tempat yang baik dan hindarkanlah agar jangan melangkah ketempat-tempat maksiat.
7.       تـَرْكُ الـشُّـبْـهَـا ت “ Meninggalkan hal-hal yang syubhat. Syubhat adalah sesuatu yang tidak jelas halal atau haramnya. Untuk itu seorang muslim hendaklah menjauhkan diri dari hal-hal yang berkenaan dengan yang syubhat, sebab sesuatu yang syubhat lebih dekat kepada haram.
Dari tujuh prilaku hidup yang telah dikemukakan di atas, dapat di simpulkan bahwa untuk menjadi seorang muslim yang baik seseorang hendaklah memiliki prilaku sebagai berikut :
1.       Pandangan matanya adalah pandangan mata yang menyejukkan.
2.       Senyum simpulnya penuh dengan persahabatan.
3.       Uluran tangannya adalah nilai-nilai sedekah.
4.       Langkah kakinya semangat jihad.
5.       Untaian katanya penuh dengan mutiara hikmah dan nasihat
6.       Diamnya adalah merupakan zikir dan fikir.
Manusia yang seperti inilah menjadi manusia yang rindu orang manakala tidak bertemu dengannya, tapi malas orang berpisah saat sudah bertemu kepadanya.

Rabu, 15 Desember 2010

SEPULUH CARA HIDUP UNTUK MENDAPATKAN KEMULIAAN



   1.        Takutlah Kepada Allah Dan Ikuti Ajaran Rasulullah.
        2.        Sayangi Orang Tua Dan Patuhi Perintahnya.
        3.        Hilangkan Sifat iri, Dengki, Takabbur, Rendah Diri Dan Buruk Sangka.
        4.        Kurangi Sifat Terlalu Banyak Berharap Kepada Sesama Makhluk.
        5.        Perbanyak Rasa Syukur Kepada Allah.
        6.        Hormati Dan Sayangi Sesamamu.
        7.        Timbulkan Sopan Santun Dalam Setiap Gerak Langkah Kehidupan.
        8.        Perbanyak Melakukan Perbuatan Baik.
        9.        Jangan Banyak Berkeluh Kesah Dan Berkhayal.
   10.   Berusahalah Menimbulkan Keyakinan Yang Utuh Bahwa Kebahagiaan Dunia Sifatnya Semu Sedangkan Kebahagiaan Akhirat Kekal Dan Abadi. 

Selasa, 14 Desember 2010

MENANAMKAN PENDIDIKAN DASAR AGAMA SEJAK DINI KEPADA ANAK


MENANAMKAN PENDIDIKAN DASAR AGAMA SEJAK DINI KEPADA ANAK
Drs. H. Khairul Akmal Rangkuti
         Perkembangan kepribadian seorang anak sangat tergantung kepada pendidikan yang diterima oleh sang anak terutama dari orang tuanya, terlebih-lebih dalam hal pendidikan agama, karena itu peran aktif orang tua dalam memberikan pendidikan terhadap anak-anaknya sangat menentukan sekali terhadap perkembangan kehidupan sang anak di masa yang akan datang, karena itu ajaran Islam memerintahkan kepada setiap orang tua agar menanamkan pendidikan agama kepada anak-anaknya dari sejak dini agar nantinya perkembangan kehidupan mereka diwarnai dengan nilai-nilai yang baik, memiliki budi pekerti dan memiliki kepribadian yang mulia.
           Pendidikan dasar agama yang harus diterapkan setiap orang tua kepada anak-anaknya dapat mengacu kepada seorang tokoh pendidikan yang namanya diabadikan Allah dalam Al-Qur’an, beliau adalah Luqman Al-Hakim.
Siapa sebenarnya Lukman Al-Hakim ?. Banyak riwayat yang mengemukakan tentang pribadi Luqman, diantaranya adalah yang dikemukakan oleh Ibnu Ishak, bahwa dia adalah Luqman bin Ba’ura bin Nahur bin Tariha, yang hidup dimasa Nabi Ibrahim as, tapi ada yang mengatakan dia hidup dimasa Nabi Ayyub as.
Luqman Al-Hakim bukan seorang Nabi dan Rasul tetapi dia adalah seorang ahli hikmah yang kata-katanya penuh dengan hikmah dan nasihat terutama nasihat-nasihat yang selalu disampaikan kepada anak-anaknya. Sebagian nasihat Luqman tersebut terdapat dalam Al-Qur’an dan sebagian terdapat di dalam riwayat-riwayat yang ada. Pola pendidikan yang ditanamkan Luqman kepada anaknya mencakup empat pundamen dasar, yaitu :
Pertama: Menanamkan akidah / Keimanan yang kokoh kepada Allah swt. agar tidak berbuat syirik kepadaNya, hal ini tergambar melalui nasihat Luqman yang difirmankan Allah dalam Al-Qur’an surat Luqman ayat 13:
وَاِذ ْ قـَالَ لـُقـْمَـانُ لاِبْـنِـه وَهـُوَ يَـعِـظُـه يـبُـنـَيَّ لا َ تـُشـْرِكْ بـِاللهِ اِنَّ الـشـِّـرْ كَ لـَظُـلـْـمٌ عَـظِـيْـمٌ .                         
Artinya : “ Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang   besar ".
Iman adalah merupakan pundamen dasar dalam kehidupan beragama seseorang, bila imannya kepada Allah sudah kokoh maka dapat diyakini agama seseorang akan baik bahkan keimanannya tersebut yang akan memberikan dorongan kepadanya untuk selalu menunjukkan sikap tunduk dan patuh kepada perintah Allah swt.
Kedua   : Menanamkan kesadaran bahwa perbuatannya senantiasa diketahui oleh Allah. Hal ini tergambar melalui firman Allah pada surat Luqman ayat 16 :
يـبـُنـَيَّ اِنـَّـهَـا اِنْ تـَكُ مِـثـْـقـَالَ حَـبـَّـةٍ مِـنْ خـَرْدَ لٍ فـَـتـَـكـُنْ فِـيْ صَـخـْرَ ةٍ اَوْ فِـى الـسـَّمـوتِ اَوْ فِـى اْلا َرْضِِ يـَأ ْتِ بـِـهَـا اللهُ اِنَّ اللهَ لـَطِـيْـفٌ خـَـبـِـيْــرٌ.
Artinya : (Luqman berkata): " Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui “.
                Kesadaran seperti ini perlu dalam kehidupan seseorang sebab dengan kesadaran tersebut seseorang akan selalu merasakan bahwa Allah selalu dekat dengannya, dengan demikian kehidupannya akan selalu menunjukkan sikap berhati-hati dalam melakukan sesuatu karena dia selalu merasa senantiasa diawasi oleh Allah swt.
Ketiga   : Menanamkan kepada anaknya agar selalu melakukan ibadah dan melaksanakan Amar Makruf - Nahi Mungkar. Nasihat Luqman ini juga tercantum pada surat Luqman ayat 27:
يـبـُنـَيَّ اَ قـِمِ الـصـَّلـوة َ وَأ ْ مُـرْ بـِـا لـْمـَعـْرُوْفِ وَانـْهَ عَـن ِ الـْمـُنـْـكـَــِر وَاصْـبـِـرْ عَـلى مَـا اَصـَا بـَـكَ اِنَّ ذ لكَ مِـنْ عَـزْمِ اْلا ُمُـوْ ِر. 
Artinya : “   Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)   ( Q. S. Luqman :  17 )                                        
                Melakukan ibadah adalah merupakan ciri dari seseorang yang menunjukkan sikap patuhnya terhada ajaran agama yang dia yakini, dalam hal ini adalah ajaran agama Islam. Begitu juga dalam melaksanakan Amar makruf - Nahi mungkar adalah merupakan usaha dalam perjuangan menagakkan agama Allah, sebaliknya dalam melaksanakan Amar Makruf - Nahi Mungkar,  tentu akan banyak mengalami rintangan dan dalam menghadapi rintangan tersebut dituntut pula agar bersabar.
Keempat: Menanamkan Akhlak yang mulia.
                Akhlak yang mulia adalah merupakan perhiasan hidup bagi manusia, dia akan hidup terpuji apabila memiliki akhlak yang mulia. Setinggi apaun jabatan seseorang, sebanyak apapun kekayaannya dan sedalam apapun ilmu pengetahuannya bila tidak dibarengi dengan akhlak yang mulia dia tidak akan mendapat kemuliaan yang sesungguhnya. Nasihat Luqman yang berkaitan dengan akhlak ini dapat dilihat dalam firman Allah pada surat Luqman ayat 18 – 19 :
وَلا َ تـُصَـعِّـرْ خـَدَّ كَ لِـلـنـَّـا ِس وَلا َ تـَمْـِش فـِى اْلا َرْ ِض مـَرَحًـا اِنَّ اللهَ لا َيُـحِـبُّ كـُـلَّ مُـخـْــتـَـا ٍل فـَـخُـوْ ٍر. وَاقـْصِـدْ فِىْ مَـشـْيـِـكَ وَاغْـضُـضْ مِـنْ صَـوْ تـِكَ اِنَّ اَنـْـكـَرَ اْلاَصْـوَاتِ لـَصَـوْتُ الـْـحَـمِـيْــِر .                                                          
Artinya : “ Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai “.
Empat pundamen sebagai pola pendidikan dasar yang ditanamkan Luqman Al-Hakim kepada anaknya adalah merupakan hal yang sangat mendasar dan akan membawa pengaruh dalam perilaku hidup bagi seorang anak terhadap perkembangan kehidupannya dimasa yang akan datang.
                Nasihat Luqman terhadap anaknya seperti yang telah dikemukakan di atas adalah merupakan nasihat-nasihat Luqman yang diabadikan Allah dalam Al-Qur’an, sementara nasihatnya yang lain banyak ditemukan dalam berbagai kitab, diantaranya nasihat-nasihat Luqman yang termuat dalam kitab “ Luqman Al-Hakim dan hikmat-hikmatnya “.
Diantara nasihat yang sangat menarik dalam kitab tersebut antara lain adalah:
يَا بُـنـَيَّ اِنَّ الـدُّنـْيـَا بـَحْـرٌ عَـمِـيْـقٌ غَـرِقَ فِـيْـهِ خَـلْـقٌ كـَثِـيْـرٌ فَـلْـتـَكُـنْ سَـفـِيْـنـَتـَكَ فـِيْـهِ اْلإيْـمَـانُ وَلْـيـَكـُنْ حَـشْـوُهَـا الـتـَّقْـوَى وَلْـيـَكـُنْ شِـرَاعُـهَـا الـتـَّـوَكـُّـلُ فـَعَـسَى اَنْ تـَنـْجُـوْا ومَـا اظُـنـُّكَ بـِنـَاجٍ.                                                                                     
Artinya :   “ Hai anakku, sesungguhnya dunia ini tidak obahnya seperti lautan dalam yang menenggelamkan banyak orang, maka gunakanlah iman sebagai bahtera untuk mengharunginya, berisikan takwa dan berlayarkan tawakkal. Semoga kamu selamat, tapi aku sendiri sangsi akan keselamatanmu ”.
                Kata-kata Luqman yang berisikan mutiara hikmah dan nasihat tersebut sungguh sangat mendasar sekali sebagai bekal dalam kehidupan, yaitu hidup di dunia diibaratkan seperti orang yang sedang mengharungi lautan yang sangat dalam, yang tidak pernah luput dari terpaan ombak dan badai, tentunya perlu perahu yang kokoh dan sanggup menahan hantaman ombak dan badai, punya muatan dan bekal yang cukup sampai keseberang dan harus punya layar terkembang yang akan memudahkan untuk mengarahkan perahu agar bisa selamat ke tempat tujuan.
Bila hidup ini diibaratkan seperti mengharungi lautan yang sangat dalam maka seseorang yang hidup di dunia ini tentu memerlukan perahu yang akan menyelamatkannya, dan perahu yang dimaksud adalah iman, sebab seseorang yang sudah beriman kepada Allah, jalan kehidupan yang ditempuhnya akan selalu menuju kepada nilai-nilai kebaikan karena imannya yang selalu mendorongnya untuk melakukan kebaikan
Setelah memiliki iman sebagai perahu maka perahu itupun harus diisi dengan muatan sebagai bekal dan bekal tersebut adalah perilaku takwa dan setelah itu harus memiliki layar yang mampu mengarahkan perahu tersebut mencapai tempat tujuan dan layar tersebut adalah tawakkal kepada Allah swt.
Pola pendidikan yang telah dicontohkan oleh Luqman seperti yang telah diuraikan di atas kiranya dapat menjadi pedoman bagi ummat Islam dalam memberikan pendidikan kepada anak-anaknya terutama dalam pendidikan agama, sehingga anak-anak yang merupakan amanah yang dititipkan Allah kepada orang tuanya dapat menjalani kehidupan dengan dasar pengenalan agama yang dilandasi dengan iman dan takwa kepada Allah serta dihiasi dengan akhlak yang mulia. Dengan demikian anak tersebut benar-benar menjadi cahaya mata dan belahan jiwa serta menjadi anak-anak yang dapat dibanggakan orang tuanya bahkan berguna bagi agama, bangsa dan negara.

***