Mengatasi
Kegalauan Hati
Dalam hidup ini banyak problem yang kita hadapi, kadang menggembirakan tapi
tak jarang membuat hati menjadi galau. Makna galau itu sendir selalu dipahami adanya
keresahan, kepanikan dan kegelisahan di dalam hati. Hati yang galau merupakan buah
dari kurang fahamnya seseorang memahami makna kehidupan yang sesungguhnya, akhirnya
setiap kali menghadapi problema kehidupan yang tidak menyenangkan hatinya mudah
menjadi galau, hidupnya menjadi kacau, sehingga
hilang kejernihan berpikir yang membuatnya menjadi lemah dan kehilangan
semangat hidup. Dan tidak jarang pula mengambil jalan pintas untuk mengakhiri
kehidupannya dengan cara bunuh diri.
Adakah resep yang ampuh untuk mengatasi kegalauan ini?.
Bila menilik kepada konsep ajaran Islam tentu kita akan
menemukan solusi untuk mengatasi kegalauan tersebut. Tapi yang terpenting harus
disadari terlebih dahulu bahwa segala problematika kehidupan ini tentu ada yang
mengaturnya, yaitu Allah sang Maha Pencipta dan semua itu adalah bentuk-bentuk
ujian dari Allah SWT., sebab boleh jadi dengan ujian itu Allah akan menaikkan
derajat kita disisi-Nya.
Saudaraku………………….!
Al-Qur’an telah melukiskan, akar permasalahan hati yang galau
ini tidak lain adalah bahwa kita telah menjauh dari Allah SWT., bahkan mungkin
telah melupakan Allah disetiap langkah kehidupan. Maka, wajarlah bila kita tercebur
dalam kegalauan, bingung terhadap diri sendiri, tidak tau hendak melangkah
kemana, ragu-ragu dengan setiap tindakan, karena
kita telah melupakan sandaran terkuat dalam menjalani kehidupan ini, yakni Allah
Yang Maha Kuat dan tempat
bersandar segala makhluk.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an pada surat Al-Hasyr;19:
وَلا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنسَاهُمْ أَنفُسَهُمْ
أُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
“Dan
janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah
menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang
yang fasik”.
Begitu sombongkah kita sebagai manusia
sehingga melupakan Allah?. Padahal tidak pantas kita melupakan-Nya. Karenanya wajarlah
kalau rasa bingung terhadap diri sendiri melanda kita, bisa jadi disebabkan
karena kita lupa dalam mengingat-Nya. Solusinya adalah kita harus kembali
mengingat Allah. Memohon ampun ketika perasaan yang terombang ambing itu
mendera, kemudian menjauhi sesuatu yang tidak bermanfat dalam hidup kita, kembali
menguatkan hubungan kepada sang Khalik dan bersandar kepada kekuatan-Nya yang
Maha dahsyat agar kita memproleh kekuatan untuk menjalani hidup ini.
Saudaraku………………….!
Penyakit galau itu berurat-berakar
dalam hati, sebab dihatilah
penyakit galau itu bersarang. hatilah
muara dari segala kegalauan, kebingungan, kesediahan, was-was, keresahan dan
kecemasan,. Penyakit galau itu ibarat tumor yang yang menggerogoti hati kita, awalnya kecil, namun bila tidak segera diobati ia akan segera
membesar dan menjadi galau stadium tinggi yang akan menjadi
kronis.
Berikut tips praktis yang mungkin bisa
dilakukan ketika hati kita merasa galau, merasa sedih dan cemas yang merasuk ke
dalam jiwa:
1. Memperteguh dan memperbaharui kadar iman.
Karena Iman dapat berkurang dengan kemaksiatan yang kita lakukan dan bertambah karena ketaatan. Keimanan akan menghapuskan segala
keresahan, melenyapkan kegundahan, menghilangkan rasa cemas, was-was. Dan
merupakan benteng pertahanan diri yang paling kokoh.
2. Memperbanyak
ingat kepada Allah (dzikrullah). Yakinkanlah diri bahwa dengan berzikir kepada Allah hati akan menjadi tenang,
jiwa akan menjadi tentram, Allah akan menjadi ridha, dan tekanan hidup akan
terasa ringan, sebab Allah
yang menjanjikannya seperti firmanNya dalam surat Ar-Ra’du ayat 28:
الَّذِينَ آمَنُواْ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللّهِ أَلاَ
بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artiya: “(yaitu)
orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat
Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”.
3. Shalat. Saat kita
diliputi rasa cemas, ketakutan,
dihimpit kesedihan dan kerisauan, maka segeralah bangkit untuk memperbanyak melakukan
shalat, insya Allah
jiwa akan kembali tentram dan tenang. Namun hendaknya shalat yang dilaksanakan penuh dengan penjiwaan dan
penghayatan agar hati kita menjadi lunak kembali.
4. Berinteraksilah
dengan Al-Qu’an. Hiduplah bersama Al-Qur’an, baik
dengan cara menghafal, membaca, mendengarkan ataupun merenungkan kandungannya.
Sebab, ini merupakan obat yang mujarab untuk mengusir kesedihan dan kedukaan.
Jadikan Al-Qur’an
bagian dari bacaan wajib kita. Sediakan
waktu khusus bagi kita untuk membaca Al-Qur’an dan mendengar bacaan Al-Qur’an. Seperti
dalam perjalan menuju dan pulang dari tempat kerja, sambil menyetir mobil dengarkanlah Al-Qur’an, selepas shalat lima waktu
biasakanlah membaca menimal selambar
Al-Qur’an.
Jika hati telah sibuk dengan Al-Qur’an insya Allah tidak ada celah bagi hati untuk galau
dan sedih.
5. Memperbanyak
doa kepada Sang Khaliq, sebab doa
memiliki rahasia yang sangat ajaib untuk melepaskan seseorang dari kesulitan. Doa
merupakan sarana yang mudah dan bisa dilakukan setiap hamba yang ditimpa
kesedihan dan kesulitan untuk mengadukan permasalahannya kepada Tuhannya.
6. Isilah
waktu kosong dengan berbuat aktivitas yang bermanfaat.
Kegalauan akan lebih banyak melanda orang-orang yang banyak menganggur,
tidak mempunyai aktivitas hidup yang berarti, maka pikirannya akan mudah
menerawang dan melayang tak tentu arah. Maka bangkitlah sekarang, lakukan aktivitas
yang berfaedah, kegiatan-kegiatan yang
bermanfaat sehingga hati
disibukkan dengan kegiatan tersebut.
7. Yakinkan
diri bahwa
kita
tidak
pernah sendiri. Ketika kita dilanda masalah, beban hidup terasa
berat, cobaan hidup yang datang silih berganti, keruwetan hidup yang semakin
kompleks dan tenggelam di dalam
kegalauan yang tak pasti, yakinlah bahwa Allah selalu bersama kita, dan kepadanya tempat
mengadukan segala keluh kesah. Merasa
kehadiran Allah akan selalu membawa harapan, merasakan Cinta Allah akan selalu membelai
kita. Yakinkan diri bahwa cobaan dan ujian adalah cara terindah dari-Nya untuk
menaikan derajat kita disisi-Nya. Insya Allah hati akan tenang kembali.
8. Luangkan
sedikit waktu untuk berbicara dan berkomunikasi dengan orang-orang yang kita
sayangi, bercanda dan bercengkrama denga mereka, hal ini akan membantu mengurangi beban pikiran yang
menyababkan kita galau. Boleh jadi kita mendapatkan nasehat dan solusi dari
permasalahan kita.
9. Sambutlah
kegalauan dengan kebesaran hati sebab disana terbentang tangga menuju jenjang
berikutnya, hadapi dengan berani dan jangan pernah melarikan diri. Maka hadapilah dengan lapang dada,
berdamailah
dengan segala kesedihan. Terimalah segala ketentuan Allah dengan sepenuh hati namun tetap optimis bahwa hari esok
masih ada dan kita harus secara optimal untuk berusaha keluar dari himpitan
hidup yang membuat kita menjadi galau.
10. Jangan
sampai hal-hal sepele membuat kita galau dan membinasakan diri kita.
Banyak orang galau, cemas, gelisah dan bersedih karena hal-hal sepele yang tak
berarti. Jangan jadikan masalah
yang kecil menjadi lebih besar dari kenyataan yang sebenarnya.
11. Selalu
berpandangan positif dan menjauhi pikiran-pikiran negatif.
Pandanglah hidup dengan indah, selalu ambil sisi baik dari setiap peristiwa
yang menimpa kita. Setiap momen tentu mempunya makna yang akan berproses untuk mengantarkan kita menjadi
manusia dewasa. Maknai hidup dengan benar, maka
kebenaran memaknai hidup itulah yang akan menjadikan seseorang memiliki ketenangan
jiwa. Orang-orang
yang seperti ini menurut
Ibnu Qayyim adalah orang-orang yang tidak merasa gelisah ketika orang lain
gelisah. Tidak takut ketika orang lain takut, tidak menangis ketika orang lain
menangis.Wajah dan hati mereka bersinar karena cahaya Allah.
12. Keluarlah
ke tempat yang nyaman, berekreasi ketempat-tempat yang indah, nikmati alam
ciptaan Allah, renungkan kekuasaaNya, insya Allah kegalauan akan sirna.
13. Tata
kembali tatanan hidup yang kacau, perbaharuilah sikap dan semangat hidup kita.
Jadikan hidup lebih bervariasi. Ubah rutinitas hidup yang membosankan, singkirkan
segala kejenuhan hidup, lakukan variasi dalam rutinitas harian
kita. Kerjakanlah sesuatu dengan
keteraturan dan kerapian. Lihatlah
bahwa semesta ini di bangun diatas sebuah keteraturan. Ruangan dan tempat yang teratur akan memberikan
kenyamanan dalam pandangan mata dan akan menjadikan hati senang melihatnya.
14. Jangan
membaca buku-buku yang memanjakan pesimisme dan putus asa, hindarilah tayangan
media yang membuat kita bertambah galau, tukar cenel TV yang menayangkan cerita
kesedihan dan keputusasaan. Alternatifnya
lakukanlah kegiatan-kegiatan yang bisa mengalihkan perhatian kita dari acara-acara
yang menambah kegalauan hati. Seperti menulis, membaca, berekreasi, atau
pilihlah tontonan yang menarik dan inspiratif serta yang bisa menambah wawasan
kita.
15. Datanglah
ke tempat-tempat yang dapat menyejukkan hati. Seperti majlis ta’lim, majlis
tilawah Al-Qur’an, dengarkan dan simak bacaan mereka. Dan bentangkan sajadah di keheningan
malam,
mengadulah kepada Rabb yang
menciptakan kita.
Saudaraku………………….!
Yang lalu biarlah berlalu, tapi raihlah
masa depan, jangan bunuh semangat hidup dengan berkepanjangan dalam kegalauan yang
akan memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.
Maka...............! Hiduplah dengan
batasan hari ini, hari ini adalah milik kita. Selagi ada kesempatan diwaktu
pagi jangan tunggu sampai sore. Dan ketika sore, jangan tunggu sampai pagi. Kerahkanlah
semangat yang ada untuk menjadi lebih baik di hari ini.
Bacalah kisah
orang-orang shalih, sejarah dan biografi orang-orang sukses, orang-orang yang
pernah diuji, hal ini akan memotivasi dan menguatkan semangat kita dalam
menjalani kehidupan. Dan mengambillah pelajaran berharga dari mereka,
bagaimana mereka bangkit dari keterpurukan, melawan segala rintangan dan sikap
meraka tentang
hidup dan kehidupan.
Sadarilah bahwa kehidupan akan menjadi sangat indah jika
kita menikmatinya dengan senyuman, bukan dengan muram durja dan kesedihan yang
berlarut-larut.
Bertemanlah
dengan orang-orang yang
baik, teman yang shalih, yang selalu optimis dan dapat membantu meringankan kesulitan-kesulitan
yang kita hadapi dan membukan pintu harapan.
Semoga kita menjadi orang-orang yang
mampu memahami makna kehidupan ini dengan baik dan benar, sehingga kita
terhidar dari hati yang galau. Andaipun rasa galau itu muncul kita mampu
mengatasinya.
Insya
Allah......................................!
امـِـيْــنَ يَـا رَبَّ
الـْعـَالـَمِـيْـنَ