Jumat, 21 Desember 2012

Kiamat Menurut Al-Qur'an

Kiamat Menurut Pandangan Islam
Manusia dihebohkan tentang prediksi hari kiamat menurut versi penanggalan Suku Maya, yang menyatakan kiamat akan terjadi pada tanggal 21 Desember 2012.
Bagaimana ummat Islam menyikapi hal tersebut?.
Dalam kehidupan ummat Islam ditanamkan keyakinan bahwa kiamat memang benar bahkan pasti akan terjadi. Namun, kapan waktu pastinya tidak dijelaskan secara rinci, bahkan Nabi Muhammad sebagai Nabi yang kepadanya diturunkan Al-Qur’an tidak diberitahu Allah kapan peristiwa kiamat itu akan terjadi. Karenanya, ummat Islam tidak boleh ikut meyakini berita tentang hari kiamat yang diprediksi oleh Suku Maya yang menurut mereka akan terjadi pada tanggal 21 Desember 2012.
Untuk mengokohkan keyakinan kita tentang hari kiamat ini tentunya kita perlu kembali melihat ungkapan Allah melalui firmanNya dalam Al-Qur’an agar kita tidak terpengaruh terhadap ragam prediksi tentang kapan terjadinya hari kiamat tersebut.
Allah berfirman dalam surat Al-a’raf ayat 187:
يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّي لاَ يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلاَّ هُوَ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ لاَ تَأْتِيكُمْ إِلاَّ بَغْتَةً يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ اللّهِ وَلَـكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُونَ ﴿١٨٧﴾                                                                                   
Artinya: “Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".
Dari firman Allah di atas dapat disimpulkan bahwa hari kiamat memang pasti akan terjadi, hanya manusia tidak ada yang tahu pasti kapan, tanggal berapa dan tahun berapa akan terjadinya. Karena itu, jangan terpengaruh kepada pandangan dan ungkapan yang tidak bersumber dari ajaran Islam, sebab dapat merusak aqidah kita. Yang terpenting bagi kita adalah bagaimana kita mempersiapkan diri dengan amal ibadah kepada Allah agar saat kiamat itu datang kita sudah memiliki bekal dalam menghadapi huru-haranya.
Akhirnya mari kita perbanyak doa seperti yang termaktub berikut ini:
رَّبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِياً يُنَادِي لِلإِيمَانِ أَنْ آمِنُواْ بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الأبْرَارِ رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدتَّنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلاَ تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لاَ تُخْلِفُ الْمِيعَادَ                                                                                                             
Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhan-mu", maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji." (Q.S. Ali Imran 193-194)
اَللّهُمَّ اِنـَّا نـَـتـَضَرَّعُ اِلـَيْـكَ وَنـَدْعُـوْكَ وَاَنـْتَ الـْـقـَائِلُ "اُدْعُـوْنِيْ اَسْـتـَجـِـبْ لـَكـُمْ"، اَللّهُمَّ اِنـَّا نـَسْـئـَـلـُـكَ صِحَّـة ً  فِيْ تـَقـْوَى، وَطُوْلَ عُمْرٍ فِيْ حُـسْـنِ عَـمَـلٍ، وَرِزْقـًا وَاسِعًا مُبَارَكـًا. اَللّهُمَّ ارْزُقـْنـَا فـَتـْحًا وَّفـَهْـمًا فِى الـْـقـُرْآنِ الـْعَـظِـيْـمِ، وَنـُوْرًا نـَهْـتـَدِيْ بـِهِ اِلىَ صِرَاطِكَ الـْمُسْـتـَقِـيْـمِ، وَنـَسْـئـَلـُكَ يَا رَبَّـنـَا عِـلـْمًا نـَافِـعًـا، وَشِـفـَآءً لِـمَا فِى الصُّدُوْرِ، وَاَنْ تـَرْزُقـَـنـَا كـَمَالَ اْلاِخـْلاَصِ فِى اْلاَقـَوَالِ وَاْلاَعْـمَال، وَحُسْنَ الـْخـَاتِـمَةِ عِـنـْدَ الِـْـمَـوْت.                                                                                                                                           
Ya Allah, sungguh kami merendahkan diri dihadapanMu, dan berdoa kepadaMu yang Engkau berfirman “berdoalah kamu kepadaKu aku akan mengabulkannya”. Ya Allah, berilah kami kesehatan dalam berbuat takwa, panjang umur dalam berbuat baik dan amal shalih, berilah kami rezki yang banyak lagi berkah. Ya Allah, bukakanlah bagi kami pemahaman untuk dapat memahami Al-Qur’an, dan dapat menyinari hati kami sehingga kami dapat menuju jalanMu yang lurus. Kami memohon kepadaMu ya Tuhan kami, berilah kami ilmu yang bermanfaat, obat yang menyembuhkan penyakit dalam hati, karuniakanlah kepada kami agar kami dapat berbuat ikhlas, baik dalam ucapan maupun dalam perbuatan, dan mencapai husnul khatimah pada saat ajal kami tiba.
وَالـْحَـمْـدُ ِللهِ رَبِّ الـْعَـالـَمِـيْـنَ.

Kamis, 13 Desember 2012

Mimbar Jum'at


Nikmat Mengenal Allah S.W.T.
Bagi seorang mukmin tidak ada kenikmatan yang lebih besar di dunia ini daripada mengenal Allah. Bahkan bagi seseorang yang sudah mengenal Allah, nikmat dunia dan seisinya tidak akan mampu menandinginya. Alam semesta ini hanya bahagian kecil dari nikmat yang diberikan Allah kepada hamba-Nya.
Manusia tidak akan dapat mengukur nikmat Allah dengan tolok ukur yang dia miliki di dunia ini. Bahkan, alam semesta dengan segenap isinya tidak akan mampu mendatangkan kenikmatan seperti yang diberikan Allah. Sebab, kekuasaan Allah tidak ada tandingannya. Karena itu, bagi orang yang mengenal Allah, segala kejadian yang menimpa dirinya semuanya akan dirasakan sebagai nikmat yang diberikan Allah kepadanya.
Tidak ada uang dirasakan mukmin sebagai satu kenikmatan. Sebab, dengan demikian dia harus selalu berusaha di jalan Allah untuk mendapatkan rezeki. Dan berusaha untuk mendapatkan rezeki akan menjadi nilai ibadah di sisi Allah. Hal yang demikian, bagi seorang mukmin adalah satu kenikmatan tersendiri. Di sisi lain, banyak uang bagi seorang mukmin adalah kenikmatan, karena dengan uang tersebut dia dapat meningkatkan ibadahnya kepada Allah. Hal seperti ini adalah kenikmatan tersendiri bagi seorang mukmin.
Kesehatan yang dirasakan adalah kenikmatan, karena dengan kesehatan tersebut seorang mukmin akan lebih mudah melaksanakan ibadah kepada Allah. Sakit-pun bisa menjadi kenikmatan tersendiri bagi seorang mukmin, sebab dengan sakitnya itu dia selalu berusaha bersabar menerimanya dengan tetap berusaha untuk berobat. Sikap sabar dan upaya untuk mendapatkan obat untuk kesembuhannya akan bernilai ibadah dan itu adalah kenikmatan bagi seorang mukmin.
Mendapat pujian adalah nikmat, karena dia dapat merasakan kebesaran Allah yang menyebabkan dia mendapat pujian, dan seorang mukmin yang mendapat pujian tidak lantas menjadikan dia sombong karena dia sadar bahwa pujian itu hanya semata-mata karunia Allah kepadanya.
Dihina-pun bagi seorang mukmin bisa merupakan nikmat untuknya, karena dapat melihat aib pada dirinya sendiri di samping dapat menjadi lumbung pahala manakala dia bersabar atas hinaan yang ditujukan kepadanya.
Bagi orang yang sudah mengenal Allah dengan baik dan benar, tidak ada celah kehidupan yang dia rasakan kecuali semuanya adalah kenikmatan.
Orang yang sudah benar-benar mengenal Allah, tidak akan merasa kesepian dikala sendirian, sebab dia selalu merasakan Allah bersamanya. Dan tidak akan terlena dikala ramai, karena dia merasakan senantiasa diawasi oleh Allah.
Semoga kita termasuk golongan orang yang benar-benar mengenal Allah.
Ya Allah Zat Yang Maha Agung, ,  tanamkanlah rasa cinta bagi kami untuk senantiasa beriman kepadaMu, jadikanlah iman itu menghisi hati kami. Tanamkanlah kebencian bagi kami dalam berbuat kekafiran, kefasikan dan kemaksiatan. Jadikanlah kami orang-orang yang cerdas. Ya Allah, karuniakanlah kepada kami agar kami dapat mencintaiMu dan mencintai orang-orang yang  mencintaiMu, dan mencintai sesuatu yang dapat mendekatkan kami kepada mencintaiMu. Ya Allah yang maha ramah  terhadap hambanya, tempat menyampaikan segala maksud, wahai Allah yang memiliki kalam yang sempurna lagi maha pemurah, tuntunlah kami kepada jalanMu yang benar, jauhkanlah hati kami dari kecendrungan berbuat maksiat dan mudahkan kami untuk berbuat taat kepadaMu.
امـِـيْــنَ يَـا رَبَّ الـْعـَالـَمِـيْـنَ

Jumat, 07 Desember 2012

Siraman Qolbu


Merenungkan Penciptaan Alam
Firman Allah dalam surat Al-Maidah ayat 190-191:
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لاولِي الألْبَابِ ﴿١٩٠﴾ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللّهَ قِيَاماً وَقُعُوداً وَعَلَىَ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ﴿١٩١﴾
Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” 
Langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang dan keberadaan semua makhluk merupakan  bagian dari tanda kekuasaan Allah. Semua itu akan dapat dirasakan oleh orang-orang yang menggunakan akalnya. Orang berakal yang dimaksud adalah mereka-mereka  yang senantiasa memikirkan alam semesta yang diciptakan Allah. Memahami tujuan alam ini diciptakan dan  menyadari bahwa  dunia ini  ada penciptanya membuat kita memahami bahwa penciptaan ini tentu ada tujuan tertentu.
Bila kita memahami bahwa dunia ini diciptakan ada tujuannya, harus pula kita sadari, apa peran kita di dunia ini. Sejauh-mana kita dapat memanfaatkan alam semesta  dan  sejauh mana pula  kita melakukan kewajiban yang diperintahkan sang pencipta.
Al-Quran menyatakan, orang-orang yang berakal, selalu memikirkan tentang perkara ini.  Oleh sebab  itu, orang yang menggunakan akal pikirannya akan selalu memohon ampun kepada Allah atas kesalahan dan kekhilafan mereka agar dibebaskan Allah dari siksa neraka. 
Dari ayat di atas sekurang-kurangnya terdapat  tiga  poin pelajaran yang dapat dipetik:‎
  1. Tanda ketinggian akal adalah mengingat Allah dalam kondisi apapun. Sejatinya, ahli pikir juga menjadi ahli zikir.
  2. Iman akan lebih bernilai bila berlandaskan  pikiran. Sebaliknya zikir juga demikian, akan menjadi lebih bernilai dengan disertai pemikiran.
  3. Berpikir tentang alam semesta yang diciptakan Allah dan memahami tujuan penciptaannya,  akan lebih dapat mendekatkan diri kepada Allah. Semakin jauh kita dari tujuan ini,  akan semakin dekat  kita dengan neraka.


Kamis, 06 Desember 2012

Untuk Kita Renungkan

Menyambut Tamu Terakhir
Banyak yang tidak berpikir tentang siapa yang akan menjadi tamu terakhir dalam kehidupan ini.  Tidak menyadari tujuan kedatangannya dan apa yang ia pinta dari kita.
Tamu itu datang bukan untuk meminta harta kita, tidak meminta makan karena kelaparan, tidak untuk berhutang kepada kita, bukan pula meminta rekomendasi kepada seseorang untuk melancarkan upaya yang tidak mampu ia laksanakan.
Tamu ini datang untuk misi penting dalam kehidupan kita. Seluruh penduduk bumi ini tidak akan mampu menolak kehadirannya dalam merealisasikan misi kedatangannya.
Andai-pun kita tinggal di istana yang mewah, berlindung di benteng yang kokoh, dikelilingi pengawal yang setia, kita tidak akan mampu mencegahnya masuk untuk menemui kita dan menuntaskan urusannya dengan kita.
Untuk menemui kita, dia tidak butuh pintu masuk, tidak perlu meminta izin terlebih dahulu dan tidak harus membuat perjanjian terlebih dahulu sebelum datang. Bisa saja ia datang saat kita sedang sibuk, sedang beristirahat atau sedang apa saja.
Tamu kita itu tidak memiliki hati yang mudah luluh. Ia tidak akan terpengaruh oleh ucapan-ucapan dan tangisan kita bahkan oleh jeritan kita. Ia tidak akan bisa disogok dengan harta, sebab harta kita tidak berarti apa-apa baginya dan tidak membuatnya mundur dari tujuan kedatangannya.
Tamu itu hanya menginginkan diri kita, bukan orang lain, Ia menginginkan diri kita seutuhnya bukan separoh badan. Ia ingin memisahkan kita dengan keluarga dan orang-orang yang kita cintai. Ia tidak pernah salah untuk masuk ke rumah orang yang menjadi sasarannya. Intinya, Ia ingin memisahkan jasad dengan ruh kita. Tamu itu adalah Malikat Maut yang akan mencabut nyawa kita dan memisahkan kita dari dunia ini.
Semoga kita siap menyambut tamu terakhir manakala ia datang kehadapan kita. Dan semoga kita punya bekal yang cukup untuk menyeberang ke kampung akhirat.
Ya Allah, gerakkanlah hati kami agar kami dapat melakukan nilai-nilai kabaikan dalam hidup ini, ampunkalah segala kesalahan kami dan berikanlah ridhaMu kepada kami.
امـِـيْــنَ يَـا رَبَّ الـْعـَالـَمِـيْـنَ