Jumat, 25 Januari 2013

Nabi Muhammad Pemimpin Besar

KEPEMIMPINAN NABI MUHAMMAD SAW.

Dalam pribadi Nabi Muhammad SAW. terdapat beragam kemampuan dalam memimpin, antara lain adalah:
  1. Nabi Muhammad Sebagai Pemimpin Agama.
Agama Islam yang disampaikan Nabi Muhammad yang menjadi landasan hidup bagi manusia tidak obahnya seperti membangun suatu pondasi dari sebuah bangunan. Landasan itu adalah ajaran tauhid. Pembangunan tauhid ini merupakan langkah awal yang dilaksanakan Nabi Muhammad. Dalam Al-Qur’an dilambangkan seperti pohon yang subur dan rindang yang akarnya terhunjam kuat ke dasar bumi dengan kokoh, sedangkan dahan serta cabangnya menjulang ke angkasa, dapat memberikan naungan bagi orang yang berteduh dibawahnya. Dalam ajaran Islam nilai-nilai tauhid ini merupakan syarat utama dalam kehidupan beragama .

Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Ibrahim: 24.

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَـلاً كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْ نِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ اْلاَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ
Artinya : “ Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik ( kalimat Tauhid ) seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. “.

2.      Nabi Muhammad Sebagai Negarawan.
Setelah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah beliau membentuk “ Daulah Islamiyah “ dengan tenaga inti yang sudah terlatih, yaitu kaum Muhajirin dan Anshar. Dalam membangun Negara “ Daulah Islamiyah “ tersebut, sekurang-kurangnya ada enam macam pembangunan yang dilaksanakan oleh Nabi Muhammad SAW.
a)    Pembangunan Iman.
Iman merupakan modal utama dalam meyakini suatu ajaran agama. Apabila iman seseorang sudah kokoh tentu dia akan selalu taat kepada apa yang diperintahkan Allah. Sebab, imannyalah yang menggerakkan hatinya untuk melakukan segala yang diperintahkan Allah SWT. Dengan demikian orang yang sudah benar-benar beriman akan selalu menunjukkan sikap taat, yang akahirnya akan membentuk kepribadian yang baik, selanjutnya kepribadian yang baik ini akan menyebar kepada sendi-sendi kehidupannya. Kemudian, hikmah lain dari itu adalah bahwa orang tersebut akan bermanfaat untuk orang lain. Inilah yang digambarkan Allah dalam firmanNya di atas, bahwa Iman itu seperti pohon yang rindang dan orang lain dapat berteduh di bawahnya.
b) Pembangunan tentang derajat dan martabat manusia.
Pola hidup masyarakat jahiliyah yang tadinya jauh dari tatanan moral, secara drastis terjadi perubahan yang sangat signipikan. Hal ini tentu dikarenakan pengaruh dari ajaran yang dibawa Nabi Muhammad. Sebab, ajaran Islam membimbing manusia untuk menghormati dan menghargai hak orang lain. Perlu disadari, bahwa jauh sebelum  masyarakat moderen menyuarakan tentang hak Azazi manusia, sesungguhnya Nabi Muhammad sudah terlebih dahulu meletakkan landasan tersebut.
c)    Pembangunan Bidang Ilmu Pengetahuan.
Pembangunan di bidang ini diterapkan Rasul dengan memberikan motivasi kepada ummat Islam agar senantiasa menuntut ilmu, mempergunakan akal dan meningkatkan kecerdasan. Sebab, dengan ilmu pengetahuan ummat Islam akan mengalami kemajuan dan martabatnya tidak akan direndahkan. Hal ini terbukti, pada awal-awal perkembangan Islam sampai lebih lima abad kedepan Ummat Islam sangat mengalami kemajuan, bahkan sebahagian daratan Eropah dikuasai oleh ummat Islam.
d)   Pembangunan di bidang Matrial.
Dalam hal ini Nabi Muhammad SAW. mengajarkan kepada ummat Islam dengan memberikan garis-garis perbedaan antara yang halal dan yang haram, sehingga dalam menjalankan usaha seorang muslim dituntut untuk selalu memperhatikan tentang kehalalan dari hasil usaha yang dijalankan dengan tidak merugikan orang lain.
e)    Pembangunan di bidang keluarga.
Dalam bidang ini Nabi muhammad mengajarkan bagaimana membina kehidupan keluarga untuk sampai kepada kehidupan keluarga yang sakinah, mawaddah dan rohmah. Untuk sampai kepada tujuan tersebut tentunya Islam memberikan aturan untuk mengawali kehidupan keluarga dengan memulainya dengan pernikahan yang sah, setelah itu mengisi kehidupan keluarga tersebut dengan nilai-nilai yang Islami, diantaranya adalah bahwa masing-masing anggota keluarga memiliki hak dan tanggung jawab, hal yang demikian, harus dijalankan oleh masing-masing pihak. Selanjutnya dalam kehidupan keluarga tesebut harus ada nilai-nilai kasih sayang, saling menghargai antara satu dengan yang lain, dan di dalamnya juga harus ada nilai-nilai budaya yang Islami. Apabila filar-filar tersebut dapat diterapkan maka rumah tangga tersebut akan sampai ke Pulau bahagia yang penghuninya akan sanggup mengatakan seperti apa yang dikatakan Nabi Muhammad “ Rumahku adalah syurga untukku “.
f) Pembangunan di bidang kemasyarakatan dan kenegaraan.
Nabi Muhammad mengajarkan agar manusia hidup damai, hidup rukun, tenteram dan menghayati kehidupan yang demokratis, adil dan saling menghormati.

3.      Nabi Muhammad Sebagai Pembangun Moral.
Pembinaan etika terhadap manusia merupakan hal yang paling menopang terhadap pembangunan di setiap sektor. Untuk itu Nabi Muhammad sebagai seorang Nabi dan sebagai seorang Negarawan selalu menunjukkan prilaku hidup yang baik, yang didasari dengan akhlaqul karimah. Hal itu sudah dimulai Nabi Muhammad jauh sebelum beliau diangkat Allah menjadi Nabi dan Rasul. Hal ini terbukti bahwa Nabi Muhammad dikenal memiliki kepribadian yang mulia. Bahkan, masyarakat jahiliyah memberikan gelar terhadap dirinya dengan gelar “ Muhammad Al-Amin “ artinya Muhammad yang dapat dipercaya.

Saudaraku..............!
Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1434 H, mari kita ambil mutiara indah yang ada pada diri Nabi Muhammad untuk kita terapkan dalam kehidupan kita, dengan harapan kita bisa menjadi ummat yang baik dalam mengamalkan Islam sebagai agama yang kita yakini.


Kamis, 24 Januari 2013

Puisi: Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

DETIK-DETIK LAHIRNYA NABI
(Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1434 H)
Oleh: Drs.H. Khairul Akmal Rangkuti


Dimalam kelam sunyi sepi menerpa
Sayup……. Terdengar suara binatang kecil di pelepah tamar
Angin yang berhembus spoi-spoi basah
Seolah-olah tiada yang terjadi apapun di malam itu

Kiranya maksud jahat ada pada Abrahah
Pasukan Tentara bergajah menuju arah
Untuk menyerang Baitullah di Kota Makkah

Tapi……………!
Rencana mereka dimurkai Allah
Burung Ababil diutus untuk menghancurkan mereka
Musnah……………!
Siksaan bagi yang durhaka

Disubuh itu kembali bercahaya
Suasana gembira membawa berita
Seorang pemimpin ummat lahir ke dunia
Diberi nama dengan Muhammad.

Muhammad..............................!
Engkau adalah cahaya diatas segala cahaya
Engkau bagaikan embun memberi kesejukan
Engkau bagaikan sinar ditengah kegelapan
Engkau berikan kedamaian ditengah kegalauan
Engkau  perekat ditengah perpecahan
Engkau ikat Silaturrahmi dengan kasih sayang

Pandanganmu yang teduh...............Memberikan kesejukan
Senyum simpulmu............... Menandakan persahabatan
Uluran tangnmu............... Bernilai Shedekah
Langkah kakimu............... Semangat jihad
Untaian katamu............... Mutiara hikmah dan nasihat
Diammu............... adalah dzikir dan pikir
Rindu  tidak bertemu padamu
Malas berpisah setelah berjumpa denganmu

Sastrawan nan cemerlang.............!
Ahli pidato yang ulung.................!
Tak mampu...............!  mengungkapkan kemuliaan dan keagunganmu
Allah nan agung memuliakan namamu
Malaikat berbanjar dalam barisan memuji namamu
Shalawat dan salam tercurah untukmu
Syafa’at darimu kami nantikan
Di Padang mahsyar hari pembalasan

Minggu, 20 Januari 2013

Tausiah Hari ini

Kaya Dalam Waktu 3 Menit
Orang yang memiliki satu buah mata tentu dianggap cacat bila dia hidup dilingkungan orang-orang yang memiliki sepasang mata yang normal. Tetapi dianggap orang yang paling beruntung bila dia berada dilingkungan orang-orang yang buta. Demikian pula dengan kebahagiaan, kita tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan selama kita selalu memandang ke atas.
Tak butuh waktu lama untuk menjadi merasa bahagia bila yang bermata satu tadi melihat saudara-saudaranya yang buta kedua matanya. Dan tak butuh waktu lama untuk menjadi kaya bila kita melihat kebawah dalam persoalan dunia ini.
Dengan memandang ke bawah bisa menjadikan kita semakin bersyukur terhadap apa yang telah diberikan Allah kepada kita, sedangkan melihat ke atas bisa menjauhkan kita dari rasa syukur.
Kaya yang sesungguhnya ialah manakala seseorang merasa cukup dari apa yang dia miliki. Andaipun kita memiliki kekayaan di dunia ini, selama kita masih menginginkan rembulan tentu kita masih tetap fakir namanya, karena kita belum merasa cukup dari apa yang sudah kita miliki.
Menjadi kaya dan bahagia tidak selalu berhubungan dengan berhasilnya mendapatkan harta yang banyak. Menjadi kaya dan bahagia adalah proses menata hati kita sendiri untuk dapat bersyukur terhadap nikmat yang telah diberikan Allah dan menjadikan nikmat tersebut sebagai sarana untuk mendapatkan keridhaan Allah dengan cara meningkatkan pengabdian kepadaNya. Di sisi lain, tidak memaksakan keinginan untuk mendapatkan yang tidak kita miliki.
Hadis riwayat Abu Hurairah ra: Bahwa Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Kaya itu bukanlah lantaran banyak harta. Tapi, kaya itu adalah kaya hati”.
Setelah Anda selesai membaca tulisan ini selama 3 menit, kini Anda dapat mempraktekannya dalam hidup Anda sehingga menjadi lebih kaya dan lebih bahagia.
ان شاء الله

Jumat, 18 Januari 2013

Mimbar Jum'at Hari ini (18 Januari 2013)

Menanamkan Semangat Bekerja Keras
Tahun 2013 Masehi baru saja kita jalani. Dalam rangka menghadapi kehidupan ini, semangat bekerja keras harus kita tingkatkan, karena semangat bekerja keras adalah anjuran Nabi Muhammad SAW yang harus diterapkan dalam kehidupan.
Islam sebagai agama yang sempurna membimbing ummatnya agar menempuh jalan hidup yang baik dan benar. Islam juga memerintahkan agar ummatnya bekerja dan berusaha dengan sungguh-sungguh dan dengan cara yang halal. Kesuksesan Nabi Muhammad dan para sahabatnya dalam mengembangkan ajaran Islam dikarenakan mereka bekerja keras untuk mencapai keberhasilan dalam mengembangkan agama Islam. Demikian pula mereka-mereka yang sukses dalam bidangnya masing-masing, semua itu mereka capai dengan bekerja keras.
Dalam perintah berusaha Islam tidak hanya memerintahkan ummatnya bekerja untuk kepentingan pribadi, namun Islam juga mengajarkan agar manusia bisa berinteraksi secara baik kepada sesama  demi tercapainya kerukunan antara sesama manusia. Karena itu, dalam bekerja, apapun bidang kerja ataupun propesi masing-masing hendaknya tetap memperhatikan dan menjaga nilai-nilai akhlak dan moral, kejujuran, keadilan, agar tidak merugikan dan menzalimi orang lain.
Sebagai umat Islam, menjaga semangat dalam bekerja keras menjadi sebuah keharusan atau kewajiban agar mendapatkan hasil yang maksimal. Bagi setiap pribadi muslim harus tertanam sikap mandiri dan pantang menyerah agar hidupnya tidak menjadi beban orang lain. Maka, dengan bekerja keras seseorang akan memperoleh penghasilan yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya juga keluarganya, dan tidak tertutup kemungkinan akan dapat memberikan maslahat (kebaikan) bagi masyarakat di sekitarnya.
Dalam sebuah hadits Rasul bersabda. Artinya: “Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling banyak manfa’atnya untuk orang lain”.
Disisi lain, Islam mengajarkan dalam menjalankan kehidupan ini harus terjadi pola keseimbangan antara kepentingan dunia dan akhirat. Tentu tidak benar kalau ada seseorang bekerja hanya untuk kepentingan dunia tapi melalaikan kepentingan akhiratnya. Dan tidak tepat pula kalau ada seseorang yang dikarenakan mengejar kebahagiaan akhirat lantas tidak mementingkan dunianya, sehingga hidupnya menjadi beban orang lain. Karena itu, pola keseimbangan antara kepentingan dunia dan akhirat mutlak diperlukan.
Firman Allah dalam surat Al-Qoshos;77:
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الاخِرَةَ وَلا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الارْضِ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ                                                                                                                                        
Artinya: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”
Karena itu, dalam menjalankan kehidupan di tahun 2013 M ini, sewajarnyalah kita tetap memupuk semangat bekerja tanpa melalaikan kewajiban kita kepada Allah. Dengan demikian, Insya Allah kita termasuk dalam golongan yang selamat dunia dan akhirat.
امـِـيْــنَ يَـا رَبَّ الـْعـَالـَمِـيْـنَ