Nasehat
Seorang Tukang Tambal Ban
Suatu hari di tahun
1989 yang lalu saya berhenti di sebuah tukang tambal Ban untuk menambal Ban
kenderaan saya yang saat itu bocor. Sambil bekerja menambal Ban yang bocor, banyak
pembicaraan yang terjadi antara saya dan Bapak tersebut. Namun yang paling saya
ingat dan tidak terlupakan adalah nesehat Bapak tukang tambal Ban tersebut.
Dia katakan kepada
saya; Nak, kamu tau tidak sesuatu yang apabila kita beli atau kita miliki tidak
akan pernah merugikan kita?.
Saya tidak tau Pak -
jawab saya, dan saya lanjut bertanya kepadanya; apa itu Pak?
Ada tiga hal yang
apabila kita beli atau kita miliki tidak akan pernah merugi, katanya.
Pertama: Membeli tanah nak, sebab
seumur saya yang sudah lebih enam puluh tahun ini, saya mengamati harga tanah
tidak pernah turun, malah naik terus, kecuali yang empunya tanah sangat butuh
uang dan harus menjual tanahnya, terkadang terpaksa dia jual dengan harga
dibawah harga pasaran yang ada.
Saya merenung
sejenak terhadap apa yang dikatakan Bapak tersebut, dan di dalam hati saya
membenarkannya. Kemudian saya bertanya kepadanya; lantas yang kedua apa Pak?
Kedua: Membeli buku nak, sebab
dengan memiliki buku dan membacanya ilmu kita akan bertambah, pikiran akan terbuka
dan wawasan juga akan semakin luas, bahkan derajat kita akan mulia di
masyarakat. Katakan kamu membeli buku dan tidak sempat membacanya, tapi kelak
anak-anakmu atau keluargamu bisa membacanya, itu juga bermanfaat untuk mereka,
jadi tidak pernah merugi kalau kita rajin membeli buku nak, ungkap Bapak
tersebut kepada saya.
Saya megangguk
tanda membenarkan ungkapat Bapak tersebut, untuk selanjutnya saya bertanya
kepadanya, lantas yang ke tiga apa Pak?.
Ketiga: Memiliki istri yang sholihah, saat
itu saya terdiam sejenak, namun Bapak tersebut melanjutkan bicaranya; Kalau
kamu memiliki istri yang sholihah insya Allah hidupmu akan bahagia. Sebab,
istri yang sholihah tentu tinggi rasa syukurnya kuat rasa sabarnya. Pada saat kalian
banyak mendapat rezki, istri yang sholihah tentu akan memperbanyak rasa
syukurnya, melihat sikapnya seperti itu kamupun akan merasa senang nak.
Sebaliknya, andaikan hidup kalian susah tentu istri yang sholihah dapat
bersabar, sikap sabarnya itu juga akan menjadikan kamu bertambah senang
kepadanya, bahkan kamu beruntung mimiliki istri yang sholihah seperti ini. Biduk
rumah tangga yang seperti ini tentu jauh dari kehancuran nak, katanya kepada
saya mengakhiri pembicaraan kami, sebab Ban yang dia tambal sudah selesai.
Setelah
meninggalkan Bapak tukang tambal Ban tadi saya merenung tentang apa yang dia katakan,
di dalam hati saya membenarkan nasehat yang dia kemukakan walaupun Bapak
tersebut hanya seorang tukang tambal Ban.
Berapa bulan
kemudian saya singgah di tempat Bapak tersebut bekerja, dengan tujuan hanya
sekedar ingin bercerita dengannya, dengan harapan saya memperoleh petuah-petuah
yang baik dalam menjalankan kehidupan ini, namun saya tidak menemukan Bapak
tersebut dan menurut informasi beliau telah meninggal sebulan yang lalu. Saya tertegun
dan hanya dapat berdo’a; Semoga Allah mengampuninya.
Saudaraku…………!
Jangan sekali-kali memandang
hina terhadap orang yang status sosialnya rendah, sebab boleh jadi dari
kata-katanya mengandung mutiara hikmah dan nasehat. Sebalikya, tidak sedikit
orang yang tinggi ilmu pengetahuannya, tapi bisa jadi kata-katanya merendahkan
dan menyepelekan orang lain.
Benar kata
sebuah ungkapan:
“Lihatlah apa yang dikatakannya, jangan lihat siapa yang mengatakannya”.
Somoga kita dapat
mengambil i’tibar dari setiap peristiwa dan pengalaman yang kita dapatkan.
امـِـيْــنَ
يَـا رَبَّ الـْعـَالـَمِـيْـنَ