Hati orang yang beriman tentu bahagia karena tahun ini masih diberi Allah kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan Ramadhan dan dapat menjalankan ibadah di dalamnya. Orang yang memiliki iman tentunya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Sebab....!, kita tidak mengetahui apakah Ramadhan tahun ini merupakan Ramadhan terakhir bagi kita.Arti Ramadhan adalah panas yang membakar, dalam hal ini bisa diartikan; Melalui ibadah yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan ini dapat membakar kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan. Tujuannya agar kita bisa memulai hidup seperti terlahir kembali (fitrah). Tiada pinta dan harapan yang paling utama dari seorang muslim selain pengampunan atas dosa dan kesalahannya, dan Ramadhan merupakan kesempatan untuk mendapatkannya.Bila diibaratkan komputer, Ramadhan seperti melakukan RESET agar kembali ke default semula.Ramadhan bulan penuh barokah dan manfaat. Siapa saja yang hatinya tidak buta, ia akan menemui banyak kebaikan. Output yang didapatkannya adalah taqwa atau puncak kesempurnaan manusia di hadapan Allah.Untuk itu marilah kita memanfaatkan momentum Ramadhan ini dengan cara memperkuat rasa takut kepada Allah, belajar agar tidak melakukan apapun kecuali atas perintah Al-Qur’an dan Hadits, jadilah orang yang puas dengan pemberian Allah walau sedikit, persiapkan bekal untuk menuju kematian dan perbaharui niat murni dan tulus karena Allah SWT.Semoga kita kembali kepada Fithrah.امـِـيْــنَ يَـا رَبَّ الـْعـَالـَمِـيْـنَ
Kamis, 18 Juli 2013
Jangan Kehilangan Momentum Ramadhan
Sabtu, 06 Juli 2013
Menyambut Bulan Ramadhan
SELAMAT DATANG BULAN RAMADHAN( Drs. H. Khairul Akmal Rangkuti )Tanpa terasa sudah satu tahun berlalu dari bulan Ramadhan yang lalu, kini bulan Ramadhan akan hadir kembali dan kehadirannya selalu ditunggu-tunggu oleh setiap orang yang beriman kepada Allah SWT. karena bulan Ramadhan mempunyai makna yang istimewa bagi orang-orang yang beriman. Hal ini disebabkan bulan Ramadhan dijadikan Allah memiliki keistimewaan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya.Berkenaan akan datangnya bulan Ramadhan, sejatinya setiap muslim mempersiapkan diri untuk masuk kedalam bulan yang mulia tersebut, dan setiap pribadi muslim seharusnya menyikapinya dengan beberapa hal :Pertama : Menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan hati yang gembira. Gembira yang dimaksud adalah bahwa kita menunjukkan rasa syukur kepada Allah karena umur yang masih tersisa ini insya Allah masih sampai kepada bulan Ramadhan tahun ini, sebab tidak semua orang punya kesempatan untuk sampai kepada bulan Ramadhan tahun ini, karena banyak diantara saudara-saudara kita pada tahun yang lalu masih bersama kita melaksanakan ibadah dibulan yang mulia ini, namun pada tahun ini mereka tidak lagi bersama kita karena telah dipanggil pulang oleh Allah SWT. Sebab itulah, kita yang masih hidup ini pantas bersyukur kapada Allah, karena insya Allah kita masih diberikan Allah kesempatan untuk bertemu kembali kepada bulan Ramadhan tahun ini.Sikap gembira dalam menyambut bulan Ramadhan yang diwujudkan dengan ungkapan rasa syukur kepada Allah tersebut, diharapkan dapat memberikan motipasi untuk meningkatkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan. Mungkin orang yang seperti inilah yang digolongkan oleh Rasul dalam sabdanya, artinya : “ Barang siapa yang gembira dengan datangnya bulan Ramadhan Allah haramkan tubuhnya masuk kedalam Neraka “Kedua: Menanamkan tekad dihati untuk mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan ibadah dengan sebanyak-banyaknya, sehingga bulan Ramadhan yang penuh keberkahan ini tidak berlalu dengan dia-sia.Kekhususan yang ada pada bulan Ramadhan antara lain adanya kewajiban melaksanakan puasa pada siang hari selama satu bulan, di sisi lain adanya anjuran untuk meningkatkan amal ibadah dan mengisi malam-malam bulan Ramadhan tersebut dengan berbagai amal ibadah, dan setiap amal ibadah yang dilakukan pada bulan ini pahalanya akan dilipatgandakan oleh Allah SWT.Kewajiban melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan tersebut didasari dengan firman Allah yang tercantum dalam surat Al-Baqarah ayat : 183:يـَا اَيـُّهـَا الَّـذِيْـنَ امَـنُـوْا كـُـتِـبَ عَـلـَيْـكـُمُ الصِّـيَـامُ كـَمَـا كـُتِـبَ عَـلىَ الـَّـذِيْـنَ مِـنْ قـَـبْـلِـكـُمْ لـَعَـلـَّـكـُمْ تـَـتـَّـقـُـوْنَ.Artinya : “ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa “ .Tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan puasa beserta segenap rangkaian ibadah yang ada di dalamnya adalah mencapai predikat takwa dan ampunan Allah. Kabar yang menggembirakan bagi orang-orang yang beriman adalah hadits nabi Muhammad saw :مـَنْ صـَامَ رَمَـضَـانَ اِيْـمَـانًا وَاحْـتِـسَـابًا غُـفِـرَ لـَهُ مَـا تـَقـَدَّمَ مِـنْ ذَنـْبـِهِArtinya : “ Siapa yang puasa pada bulan Ramadhan dengan dasar iman dan ikhlas, akan diampunkan Allah dosa-dosanya yang telah lalu” .Puasa yang disyari’atkan Allah, disamping merupakan kewajiban bagi ummat Islam, disisi lain puasa tersebut mendatangkan hikmah bagi kehidupan manisia, baik secara individu maupun secara kolektif dalam kehidupan masyarakat. Hikmah-hikmah yang ada dalam pelaksanaan ibadah puasa tersebut bila disederhanakan ada dua dimensi, yaitu dimensi Spritual dan dimensi Sosial.Dimensi Spritual maksudnya adalah; Bahwa seseorang yang melakukan ibadah puasa akan selalu merasakan betapa dia selalu merasakan dirinya semakin dekat dengan Allah. Apabila seseorang selalu merasakan dirinya dekat dengan Allah berarti dia memiliki daya control yang baik untuk mengatasi segala godaan dalam kehidupannya, akhirnya melalui penghayatan pelaksanaan ibadah puasa akan tercipta pribadi-pribadi yang mulia yang memiliki sifat jujur, disiplin dan sifat terpuji lainnya.Dimensi sosial maksudnya adalah; Bahwa dengan hikmah pelaksanaan ibadah puasa, seseorang akan dapat merasakan betapa tidak enaknya haus dan lapar yang bagi orang berharta hanya dia rasakan selama satu bulan, tidak demikian halnya bagi fakir-miskin yang hidupnya selalu dalam kekurangan, terkadang makan dan terkadang tidak.Maka, melalui hikmah puasa yang dilaksanakan, diharapkan akan timbul sikap solodaritas sosial untuk saling membantu antar sesama, akhirnya akan tercipta rasa kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Bila demikian halnya dapat diambil kesimpulan bagaimanapun terjadinya kesenjangan sosial di masyarakat, kecemburuan sosial tidak akan terjadi, karena masyarakat sudah terbentuk dengan pola kehidupan untuk saling membantu dan bekerjasama.Ketiga: Cara ketiga menyikapi datangnya bulan Ramadhan adalah, bahwa setiap pribadi muslim harus memiliki target yang akan dicapai pada saat keluar dari bulan Ramadhan. Target tersebut adalah, dia harus mencapai predikat taqwa di sisi Allah SWT.Apabila seorang mukmin memiliki target seperti itu maka bulan Ramadhan yang datangnya hanya setahun sekali tidak akan dia sia-siakan., karena Ramadhan adalah masa untuk melebur dosa-dosa yang telah lalu.Ungkapan kata berikut ini agaknya merupakan kesimpulan dari pokok bahasan ini :“Muslim yang berbahagia adalah seorang muslim yang apabila datang bulan Ramadhan, saat keluar dari bulan Ramadhan dosa-dosanya sudah diampunkan Allah. Muslim yang malang adalah seorang muslim yang apabila datang bulan Ramadhan, keluar dia dari bulan Ramadhan namun dosa-dosanya belum diampunkan Allah”.Semoga kita tergolong dalam kelompok orang-orang yang mendapat ampunan dari Allah Swt. Amiiin.Selamat memasuki bulan suci Ramadhan tahun 1434 H, semoga hati kita tergerak selalu untuk melakukan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan ini.امـِـيْــنَ يَـا رَبَّ الـْعـَالـَمِـيْـنَ***
Selasa, 25 Juni 2013
Nenek Terdakwa Dan Hakim Yang Bijaksana
NENEK TERDAKWA DAN HAKIM YANG BIJAKSANASeorang nenek dituntut jaksa karena telah mencuri singkong. Sang nenek berdalih bahwa hidupnya sangat susah dan miskin, anak lelakinya dalam keadaan sakit, sementara cucunya dalam kelaparan. Namun sang pemilik kebun singkong tetap bersikukuh pada tuntutannya, yang katanya agar menjadi contoh bagi warga yang lain.Setelah terjadi beberapa kali sidang, sampailah Hakim pada putusan sidang. Sebelum membacakan keputusan sidang, sang Hakim memandang pada nenek tersebut dan berkata: “ Saya tak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap dijalankan sesuai dengan ketentuan yang ada. Jadi, anda harus dihukum. Saya putuskan, anda harus membayar denda Rp.1000.000,- dan jika anda tidak mampu membayarnya maka anda harus masuk penjara selama 2,5 tahun.Sang nenek tertunduk lesu, hatinya remuk redam, sementara sang hakim membuka topi toganya dan membuka dompetnya. Lalu memasukkan uang sebesar Rp.1000.000,- ke topi toganya, lalu berkata kepada hadirin di ruang sidang itu:“Saya atas nama pengadilan, menjatuhkan denda kepada diri saya sebesar Rp.1000.000,- dan kepada anda semua yang hadir di ruang sidang ini, masing-masing sebesar Rp.50.000.-. Anggaplah uang yang anda kumpulkan itu sebagai denda kepada kita yang telah membiarkan warga kita dalam kelaparan sehingga harus mencuri untuk memberi makan cucunya”.Kemudian sang hakim berkata kepada Panitera.Saudara Panitera, tolong jalankan topi toga saya ini untuk mengumpul uang dari para hadirin, lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa agar dia bisa menebus keputusan hukum yang ditetapkan kepadanya. Kalau ada sisanya berikanlah untuknya agar dia dan keluarganya tidak mencuri lagi karena kelaparan.Kemudian setelah mengetuk palu, sang hakim meninggalkan ruangan sidang.Sang nenek menerima uang dari hasil urunan mereka yang hadir di ruang sidang sebesar Rp.5.000.000.- termasuk uang Rp.50.000.- dari pemilik kebun singkong yang tersipu malu karena sudah menuntut sang nenek yang tidak berdaya.Akhirnya sang nenek dapat pulang dengan tenang karena akhirnya dia telah memenuhi keputusan hakim dengan membayar uang denda sebesar Rp.1000.000.-.Saudara:Dalam hidup bermasyarakat dan bernegara diperlukan ketegasan dalam penegakan hukum, diperlukan pula Hakim yang arif dan bijaksana. Di sisi lain diperlukan orang-orang yang memiliki kepekaan sosial terhadap sesama.Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari kisah ini.
Senin, 18 Februari 2013
Anak Usia Tiga Tahun Hafal Alquran
Anak Usia Tiga Tahun Hafal AlquranSungguh menakjubkan bocah asal Nigeria yang satu ini. Ia mampu menghafal seluruh isi Alquran di usia tiga tahun delapan bulan. Rukkayatu Fatahu Umar, demikian nama bocah perempuan tersebut.Dikutip dari Nigerian Tribune, Rukkayatu begitu gembira dengan prestasinya. Ia sangat senang menghafal Alquran bahkan ingin anak-anak di seluruh dunia dapat belajar dan menghafal Kitabullah sepertinya."Saya bersyukur kepada Allah," ujar Rukkayatu saat ditanya bagaimana perasaannya dapat menghafal Quran di usia sangat belia.Rukkayatu mulai menghafal kitab suci di sebuah sekolah Quran milik Yayasan Syekh Dahiru Usman di Barkin Ruwa Askulaye di Kaduna. Syaikh Dahiru Uslam bukan lain merupakan kakek Rukkayatu. Bukan ikut bersekolah, gadis kecil tersebut selalu turut serta sang ibu yang merupakan pengajar di sekolah tersebut.Di kelas hafalan, ia pun terbiasa mendengarkan bacaan Alquran. Hingga kemudian Rukkayatu ikut membaca ayat-ayat Quran bersama para siswa, bahkan menghafalnya. "Ia terus menghadiri kelas menghafal hingga saat ini ia telah menyelesaikan hafalan seluruh Alquran," ujar sang ibu, Sayyada Maimunatu.Hafalan Quran bagi Rukkayatu seperti halnya bermain yang sangat menyenangkan. Ia bahkan begitu rajin ke sekolah setiap hari sejak pukul 07.00 pagi dan pulang pukul 18.00 sore. "Ini bukan berarti seolah-olah ia tak bermain dengan teman-temannya. Ia melakukannya (bermain), terutama dengan mereka yang juga menghafal Al-Qur'an seperti dia. Hal ini memudahkan mereka sebagai perhatian dan fokus pada tujuan yang sama, yakni menghafal Al-Qur'an," kata sang ibu.Kabar hafalan Rukkayatu pun didengar seluruh penjuru Baauchi. Masyarakat Bauchi pun digemparkan oleh bocah hafizah Quran tersebut. Mereka terus membicarakan Rukkayatu. Kemudian pada Kamis (24/1) lalu, sang hafizah kecil unjuk gigi pada acara wisuda dari sekolah yayasan Syekh Dahiru. Saat itu lah menjadi ujian hafalan Rukkayati untuk kali pertama.
Sang kakek, Sheikh Dahiru Usman, ingin menunjukkan kebenaran kabar prestasi cucunya. Ia ingin membuktikan bahwa prestasi si kecil Rukkayatu bukanlah sebuah kebetulan melainkan karena ia belajar dengan sungguh-sungguh. Syaikh pun kemudian meminta Rukkayatu berdiri dihadapan sekumpulan orang-orang termasuk beberapa ulama. Mereka menguji hafalan dan kebenaran bacaan Qur'an Rukkayatu. Hasilnya begitu menakjubkan mereka.Sepertinya menghafal Quran sudah menjadi prestasi keluarga Rukkayatu. Ibunya, Sayyada Maimunatu telah menjadi hafizhah di usia 12 tahun. Ayahnya, Fatahu Umar Pandogari pun merupakan hafiz Qur'an. Didikan sang kakek, yang merupakan ulama terkenal di kawasan Bauchi, Sheikh Dahiru Usman menghasilkan keluarga penghafal AlQuran.Menanggapi putri kecilnya yang hafal di usia balita, Sayyada Maimunatu menyatakan kegembiraannya. Ia pun bersyukur memiliki ayah seorang ulama yang telah membangun keluarganya mencintai Al-Qur'an. "Jujur, saya tidak bisa mengatakan apa-apa, tapi saya sangat bersyukur kepada Allah atas semua ini. Ini memang berkat darat Allah. Saya sangat bersyukur kepada Allah untuk ini,'' tuturnya.''Saya juga bersyukur memiliki ayah seperti Syaikh Dahiru Bauchi yang mendidikku di jalan Islam. Semoga Allah memberinya umur panjang sehingga beliau dapat terus mengabdikan diri kepada Allah dan bermanfaat bagi umat Islam dan umat manusia pada umumnya," tuturnya.Sang ibu pun bertekad akan terus menjaga hafalan putrinya. Usia putrinya masih teralu muda untuk diambil hak bermain. Belum lagi saat memasuki sekolah umum yang mengharuskannya mempelajari banyak hal selain hafalan Alquran. Namun ia terus memberikan pelatihan hafalan pada putrinya. Maimunatu berniat baru akan memasukkan Rukkayatu ke sekolah umum setelah usianya 10 tahun.Sebelum usia 10 tahun, Rukkayatu akan fokus pada pembelajaran Alquran dan Islam. Namun setelah berdiskusi dengan suaminya, zaman sudah berubah, peradaban semakin berkembang, Rukkayatu akan mengenyam bangku sekolah di usia enam tahun. Meski demikian, pendidikan Islam tak akan luput dari pembelajaran Rukkayatu hingga dewasa.http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/02/18/mie366-subhanallah-anak-usia-tiga-tahun-hafal-alquran
Langganan:
Postingan (Atom)


