Jumat, 11 Februari 2011

Nabi Muhammad Manusia Paripurna

Nabi Muhammad Manusia Tanpa Tanding
( Menyambut Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 H )

Abbas Mahmud Al-‘Aqqod dalam kitabnya Abqiriyyat Muhammad mengungkapkan bahwa ada empat faktor seseorang itu menjadi terkenal, memiliki kemasyhuran, dan sampai puncak kesuksesan. Menurut beliau lagi, apabila seseorang memiliki satu diantara empat faktor tersebut kendatipun ada faktor lain yang berkembang dalam diri seseorang maka faktor yang lain itu tidak akam mampu mengimbangi faktor  yang paling dominan yang berkembang dalam diri seseorang. Adapun Nabi Muhammad SAW. justru memiliki ke empat faktor ini secara seimbang, hal ini yang membuat beliau menjadi manusia sukses dan tidak ada seorangpun yang dapat menandingi kebesaran dan kemuliaannya. Ke empat faktor tersebut adalah :   
Pertama: Seniman. Seseorang bisa sampai ke puncak karirnya dengan jiwa seni yang dia kembangkan dalam dirinya. Pengembangan seni yang dimaksud tergantung jiwa seni apa yang ada dalam diri seseorang. Banyak contoh yang dapat dikemukakan dari deretan orang-orang yang memiliki ketenaran melalui seni yang dia kembangkan. Di Indonesia misalnya, Mungkin rakyat Indonesia tidak ada yang tidak kenal siapa  H. Rhoma Irama. Beliau terkenal dengan lagu-lagu yang bealiran music Dangdut. Kalaupun Rhoma Irama pernah aktif di politik praktis, namun kemampuannya di bidang polotik tidak mampu mengimbangi kemampuannya di bidang seni. Ini yang dimaksud oleh Abbas Mahmud Al-Aqqod bahwa  apabila seseorang memiliki satu diantara empat faktor tersebut kendatipun ada faktor lain yang berkembang dalam diri seseorang maka faktor yang lain itu tidak mampu mengimbangi faktor  yang paling dominan yang berkembang dalam diri seseorang. Dalam bidang seni lain kita mengenal Afandi, beliau di kenal ahli dalam seni Lukis. Begitu pula dalam seni baca Al-Qur’an, banyak deretan nama yang mereka berhasil menorehkan nama mereka untuk menjadi terkenal lewat kemampuan seni baca Al-Qur’an karena mereka berhasil meraih juara dalam event MTQ, baik di tingkat Nasional maupun Internasional. Diantara deretan nama tersebut adalah:
·         H. Darwin Hasibuan S.Pd.I.                     Drs. H. Fakhruddin Sarumpaet.
·         Drs. H. Fadlan Zainuddin.                        H. Adli Azhari Nasution.
·         H. Ahmad Muhajir.                                  H. Mirwan Batubara.
·         H. Zainul Arifin Lubis.                              H. Zaini Lubis
·         Hj. Maria Ulfa MA.                                 Hj. Sarini Abdullah.
·         Hj. Mawaddah.                                       H. Mukmin Mubarak.
·         H. Muammar ZA                                     H. Chumaidi Hambali.
Nabi Muhammad adalah seorang yang memiliki jiwa seni yang tinggi, ungkapan seni bahasa dalam kata-katanya tidak mampu di imbangi oleh pakar bahasa manapun dizamannya, padahal pada masa itu penggubahan syair-syair arab sangat berkembang dan orang-orang yang memiliki kemampuan dalam bidang ini sangat dimuliakan oleh masyarakatnya. Namun mereka tidak mampu meingimbangi Rasul dalam menyusun kata-kata indah.
Kedua. Ilmuan. Seseorang bisa terkenal sebab penguasaannya terhadap ilmu pengetahuan. Catatan sejarah banyak mencatat tentang deretan nama-nama oang yang sukses dan menjadi terkenal dengan sebab penguasaan mereka terhadap ilmu pengetahuan. Diantaranya  yang dapat dikemukakan disini adalah Prof. Dr. BJ Habibi. Jauh sebelum Habibi aktif di politik praktis sesungguhnya beliau sudah dikenal oleh masyarakt dunia, dalam hal ini tentunya lewat penguasaannya terhadap ilmu pengetahuan.

Bagaimana dengan Nabi Muhammad…….? Nabi Muhammad pun sesungguhnya adalah seorang ilmuan. Dalam hal memandang pentingnya ilmu pengetahuan Nabi Muhammad menyatakan dalam sabdanya, artinya “ Tuntutlah Ilmu dari buaian sampai liang lahat ”.
Dalam hadits yang lain Rasulullah bersabda, artinya “ Tuntutlah Ilmu Walau ke Negri Cina “.

Dalam pola kehidupan yang di jalankannya tanpa disadari banyak yang terkait dengan ilmu pengetahuan, oleh para pakar diakui kebenarannya dan kesesuainya dengan pengetahuan moderen hari ini.
Misalnya: Pola hidup dan pola makan yang diterapkan oleh Rasulullah dalam kehidupannya sangat diakui oleh para pakar kesehatan saat ini, sehingga banyak pakar kesehatan yang mengakui kehebatan Nabi Muhammad dalam hal ini. Hal itu menurut mereka merupakan faktor-faktor yang menunjang untuk kesehatan Nabi Muhammad.

Sepintas maslaah makan ini tampak sederhana, tapi dengan pola makan yang dicontohkan Rasulullah, beliau terbukti memiliki tubuh yang sehat, kuat dan bugar.  Bahkan, berbagai riwayat shahih menjelaskan bahwa Rasulullah sanggup membanting Rukanah beberapa kali dalam sebuah pertarungan gulat, padahal Rukanah adalah juara gulat Mekkah yang saat itu tak terkalahkan.

Ketika Kaisar Romawi mengirimkan bantuan Tiem kesehatan ke Madinah ternyata selama setahun para pakar kesehatan tersebut kesulitan menemukan orang yang sakit.  Mereka bertanya kepada Rasulullah tentang rahasia kaum muslimin yang sangat jarang mengalami sakit.  Rasulullah bersabda:  ‘Kami adalah kaum yang tidak makan kecuali sudah betul betul lapar dan apabila makan, kami berhenti sebelum kekenyangan’  (Al hadist*

Para ahli kesehatan menilai pola hidup Rasulullah dalam mengkonsumsi makanan, memberikan pengaruh besar terhadap kondisi kesehatan beliau.  Kecerdasan Rasulullah dalam memilih menu makanan dan mengatur pola konsumsi telah menentukan tingkat kesehatan beliau. Jika kita cermat melihat pola hidup Rasulullah, maka akan kita dapati point penting sbb:
  1. Asupan awal ke dalam tubuh Rasulullah adalah udara segar di subuh hari.  Beliau bangun sebelum subuh dan melaksanakan (shalat) qiyamul lail. Para pakar kesehatan menyatakan bahwa udara sepertiga malam terakhir sangat kaya dengan oksigen dan belum terkotori oleh zat zat lain, sehingga sangat bermanfaat  untuk optimalisasi metabolisme tubuh.  Hal ini jelas sangat besar pengaruhnya terhadap vitalitas dalam aktifitasnya sehari penuh.   Orang yang memulai kehidupan di pagi hari dengan bangun subuh, biasanya menjalani hari dengan penuh semangat dan optimisme.  Berbeda dengan orang yang tidak bangun di subuh hari, biasanya lebih mudah terserang rasa malas beraktifitas.
  2. Di pagi hari, Rasulullah menggunakan siwak untuk menjaga kesehatan mulut dan giginya.  Mulut dan gigi merupakan organ tubuh yang sangat berperan dalam mengkonsumsi makanan.  Apabila mulut dan gigi sakit, maka biasanya proses konsumsi makanan menjadi terganggu.  Kita tahu siwak mengandung fluor yang sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan gigi dan gusi.  Fluor yang terkandung dalam siwak merupakan fluor alami yang berguna, berbeda dengan fluor sintetik yang dapat membahayakan kesehatan.  Saat ini, fluor alami yang terdapat dalam siwak sudah mampu di ekstraksi dalam bentuk pasta gigi agar mudah di gunakan.
  3. Di pagi hari pula Rasulullah membuka menu sarapannya dengan segelas air dingin yang di campur dengan sesendok madu asli.  Khasiatnya luarbiasa.  Dalam Al Quran, madu merupakan syifaa (obat) yang diungkapkan dengan isim nakiroh, menunjukkan arti umum dan menyeluruh.  Hal ini berarti pada dasarnya madu bisa  menjadi obat atas berbagai penyakit.  Di tinjau dari ilmu kesehatan, madu berfungsi untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus usus, dan menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan.  Madu juga mengandung mikronutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh,  dalam istilah masyarakat Arab, madu di kenal dengan al hafidz al amin karena bisa menyembuhkan luka bakar.
  4. Masuk waktu dhuha (pagi menjelang siang), Rasulullah senantiasa mengkonsumsi 7 butir kurma ajwa’ (matang).  Rasulullah pernah bersabda, “Barang siapa yang makan tujuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun”.  Hal ini terbukti ketika seorang wanita Yahudi menaruh racun dalam makanan Rasulullah pada sebuah percobaan pembunuhan di perang Khaibar, racun yang tertelan oleh beliau kemudian bisa di netralisir oleh zat zat yang terkandung dalam kurma.  Sementara itu Bisyir ibnu al barra, salah seorang sahabat yang ikut makan racun tersebut, akhirnya meninggal.  Tetapi Rasulullah selamat dari racun tersebut.  Rahasianya adalah 7 butir kurma yang biasa di konsumsi Rasulullah.
  5. Menjelang sore hari, menu Rasulullah biasanya adalah cuka dan minyak zaitun.  Tentu saja tidak hanya cuka dan minyak zaitun, tetapi dikonsumsi dengan makanan pokok seperti roti.  Manfaatnya banyak sekali, diantaranya mencegah lemah tulang, kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol dan melancarkan pencernaan.  Roti yang dicampur cuka dan minyak zaitun juga berfungsi untuk mencegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.  Ada cerita menarik terkait dengan buah Tin dan minyak Zaitun.  Allah bersumpah dalam surat At Tin.  Dalam Al Quran, kata at tin  hanya disebutkan sekali, sedangkan kata az zaytun diulang sampai 7X.  Seorang ahli melakukan penelitian terkait hal itu.  Kesimpulannya luar biasa: jika zat zat yang terkandung dalam at tin dan az zaytun berkumpul dalam tubuh manusia dengan perbandingan 1;7, maka akan menghasilkan ahsani taqwim (tubuh terbaik dan optimum kekuatannya) sebagaimana tercantum dalam surat At Tin.
  6. Di malam hari, menu utama makan malam Rasulullah adalah sayur mayur.  Beberapa riwayat mengatakan, Rasulullah selalu mengkonsumsi sana al makki dan sanut. (Dalam kamus Al Munjid Sana dan sanut berarti jenis tumbuh tumbuhan, bisa bermakna sayuran atau lalapan.  Tapi sanut bisa juga berarti madu dan keju).  Menurut Prof. Dr Musthofa, di Mesir keduanya mirip dengan  sabbath dan ba’dunis.  Mungkin istilahnya cukup asing bagi orang luar Arab, tapi Prof. Musthofa menjelaskan, intinya adalah sayur sayuran.  Secara umum, sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama, yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan melindunginya dari serangan penyakit.  Rasulullah tidak langsung tidur setelah makan malam.  Beliau beraktifitas dulu supaya makanan yang di konsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah di cerna.  Caranya bisa juga dengan shalat.  Rasulullah bersabda: “Cairkan makanan kalian dengan zikir kepada Allah dan shalat dan janganlah kalian langsung tidur setelah makan, karena dapat membuat hati kalian menjadi keras” (HR Abu Nu’aim dari Aisyah r.a)
  7. Disamping menu wajib diatas, ada beberapa jenis makanan yang disukai Rasulullah tetapi beliau tidak rutin mengkonsumsinya.  Diantaranya tsarid, yaitu campuran antara roti dan daging dengan kuah air masak.  Beliau juga senang makan buah yaqthin atau labu air, yang terbukti bisa mencegah penyakit gula.  kemudian beliau juga senang  makan buah anggur dan hilbah (susu).
  8. Rasulullah sering menyempatkan untuk berolahraga.  Terkadang beliau berolahraga sambil bermain dengan anak anak dan cucu cucunya.  pernah pula beliau lomba lari dengan istri tercintanya, Aisyah ra.  Olah raga diakui oleh para ahli kesehatan sangat bermanfaat bagi tubuh.
  9. Rasulullah tidak menganjurkan umatnya untuk bergadang.  Karena itulah beliau tidak menyukai  berbincang bincang dan makan sesudah waktu isya.  Biasanya beliau tidur lebih awal supaya bisa bangun lebih pagi.  Istirahat yang cukup dibutuhkan oleh tubuh karena tidur termasuk hak tubuh.
Pola makan Rasulullah  ternyata sangat cocok dengan irama biologis berupa siklus pencernaan tubuh manusia yang oleh pakar kesehatan disebut circadian rhytme (irama biologis).
Prof. Dr Musthofa Romadhon juga menjelaskan tentang tata cara Rasulullah mengkonsumsi makanan.  Hal ini tidak kalah pentingnya dengan pemilihan menu. Setinggi apapun gizinya, jika pola konsumsinya tidak teratur, tetap akan berdampak buruk terhadap kesehatan.
Inti pola konsumsi Rasulullah adalah menghindari isrof (berlebihan) dalam makan dan minum.  Rasulullah bersabda: “Tidaklah anak Adam memenuhi sesuatu yang lebih buruk dari perutnya.  Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap yang dapat  menegakkan tulang punggungnya.  Jika tidak ada cara lain maka sepertiga (dari perutnya) untuk makanannya, sepertiga untuk air minumnya dan sepertiga lagi untuk nafasnya (udara)” (HR Tirmidzi dan Al Hakim.  Imam Arna’uth dan Imam Adz Dzhahabi mensahihkan hadist ini
Ketiga : Pekerja Yang Ulung. Banyak orang yang sukses dikarenakan keuletannya dalam bekerja, walaupun dia tidak tammat sekolah di perguruan tinggi, tidak menyandang satupun gelar sarjana, tapi dia bisa menjadi orang sukses kerena memiliki ethos kerja yang tinggi. Adapun Nabi Muhammad adalah seorang pekerja yang ulung, memiliki ethos kerja yang tinggi. Hal ini dibuktikan bahwa dalam hidupnya Nabi Muhammad tidak bermalas-malasan dan berpangku tangan, ulet dalam bekerja dan memiliki sikap mandiri.  Hal ini pula yang menghantarkan beliau menjadi orang yang sukses. Sukses yang dimaksud di sini terutama meraih keberhasilan dalam dakwahnya, karena Beluau tidak pernah mundur selangkahpun untuk berdakwah menyampaikan agama Allah.
Ke empat : ‘Abid ( tekun beribadah).
Banyak orang yang dikarenakan ibadahnya kepada Allah menjadikan dia terkenal dimasyarakat, walaupun perlu disadari bahwa beribadah bukan bertujuan untuk menjadi orang yang masyhur atau terkenal, tetapi tidak tertutup kemungkinan dikarenakan Allah sudah mengangkat derajatnya menjadi mulia di sisiNya, maka orang tersebut menjadi orang yang terpandang di masyarkatnya.
Adapun Nabi Muhammad adalah orang yang tidak tertandingi ibadahnya, sampai-sampai “Aisyah menceritakan bahwa kalau Rasullullah shalat malam sampai-sampai bengkak kakinya.
Dari uraian yang telah dikemukakan dapat di simpulkan, benarlah apa yang dinyatakan oleh Abbas Mahmud Al-‘Aqqod bahwa di dalam kehidupan Nabi Muhammad terhimpun semua faktor yang dapat menghantarkan seseorang untuk menjadi sukses, terkenal dan memiliki kemasyhuran. Nabi Muhammad adalah sebagai seorang yang memiliki jiwa seni yang tinggi, Dia adalah sebagai seorang ilmuan, Dia sebagai Pekerja yang ulung dan Dia orang yang tekun beribadah.
Mari kita gali kembali nilai-nilai luhur yang ada pada pribadi yang mulia ini dalam segala aspek kehidupannya untuk kita terapkan dalam kehidupan kita agar kita mencapai kebaikan dalam kehidupan ini.


 


Kamis, 10 Februari 2011

Menapak Tilas Kehidupan Nabi Muhammad SAW.


Nabi Muhammad Teladan Kita
( Menyambut Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 H )


Terlebih dahuli resapilah firman Allah dalam Al-Qur’an, surah Al-Ahzab : 21

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الاخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً ﴿٢١﴾

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.
Nabi Muhammad adalah sosok seorang manusia yang pernah hadir dalam kehidupan manusia, beliau membawa pengaruh besar terhadap perkembangan peradaban manusia di dunia. Hal ini tidak hanya diakui oleh masyarakat islam tetapi juga diakui oleh orang-orang di luar Islam. Pengakuan terhadap keagungannya tidak hanya pada saat masih hidupnya di dunia, tetapi sampai sesudah wafatnya, bahkan sampai saat ini.

Tidak heran, kalau seorang sejarawan yang bernama Michael H Hart, dalam bukunya yang berjudul “The 100, a Ranking of the Most Influential Persons in History”, menempatkan Nabi Muhammad pada urutan pertama dari 100 tokoh besar yang dipilihnya. Alasan beliau adalah, bahwa,” Nabi Muhammad ” adalah satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa, baik ditinjai dari sisi perkembangan dakwah islam yang beliau sampaikan maupun dari sisi kesuksesannya dalam menata kehidupan bangsa arab yang terbelakang menjadi masyarakat yang memiliki peradaban yang tinggi. Perjuangan itu hanya memakan wakti tidak lebih dari 23 tahun.

Setelah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, beliau tidak hanya sebagai seorang Nabi dan Rasul tetapi Nabi Muhammad tampil sebagai seorang pemimpin yang tangguh, arif, efektif, kharismatik  yang dicintai oleh masyarakatnya. Ia letakkan dasar-dasar kehidupan bernegara, dia terapkan kehidupan berdemokrasi, dia selesaikan persoalan-persoalan ummat dengan baik, dia putuskan perselisihan yang terjadi dikalangan ummat dengan adil tanpa memihak dan merugikan pihak manapun, sehingga apapun yang menjadi keputusannya dapat diterima oleh semua golongan.

Kini, 13 abad sesudah berlalu, pengaruhnya masih tetap kuat, mendalam, dan berakar. Dari segi inilah Michael H Hart menilai adanya kombinasi tak terbandingkan antara segi agama dan segi duniawi yang melekat pada pengaruh diri Nabi Muhammad sehingga Michael H Hart menganggap Nabi Muhammad adalah manusia paling berpengaruh dalam sejarah umat manusia.”

Sejarah memberi kesaksian, bahwa Nabi Muhammad merupakan figur yang menarik perhatian sejak usia muda. Di samping talenta kepemimpinannya menonjol, ia sejak muda dikenal moralis sehingga ia lebih dikenal sebagai ”al-Amin” (orang yang jujur). Ia sudah terlibat gerakan moral ketika masih usia kanak-kanak.
Nabi Muhammad juga tampil sebagai tokoh yang berkarakter demokratis dan mencintai perdamaian. Karakter itu jadi menarik ketika ia memberikan solusi terhadap pertengkaran dikalangan suku-suku yang ada di Makkah saat akan meletakkan Hajar Aswad ke tempatnya semula pasca renovasi pembangunan Ka’bah. Solusi yang dia tawarkan sangat di luar dugaan oleh siapapun yang hadir saat itu. Dengan kearifannya, dia bentangkan Sorbannya, lalu dia letakkakan Hajar Aswad di atas Sorbannya, kemudian dia suruh masing-masing satu orang dari yang mewakili sukunya untuk mengangkat Hajar Aswad secara bersama-sama, setelah sampai di dekat tempat yang akan diletakkan Nami Muhammad mengangkat sendiri Hajar Aswad dan dia letakkan pada tempatnya semula. Keputusan yang diambil oleh Nabi Muhammad ini sangat-sangat diterima oleh semua kelompok suku yang ada saat itu, sebab mereka merasa masing-masing suku diantara mereka sudah terwakili. Mereka pun kagum dengan Muhammad yang memandang bahwa dikarenakan solusi yang di tawarkan Nabi Muhammad mereka selamat dari pertumpahan darah.

Puncak karakter Muhammad sebagai pemimpin tangguh, yang visioner, efektif, adalah setelah memasuki Madinah dan hidup di tengah-tengah masyarakat baru yang mencintainya dan mendukungnya secara total, dan ini adalah kebalikan dari masyarakat Makkah yang memusuhi dan membencinya setelah ia diangkat menjadi Nabi dan Rasul kendatipun sebelumnya mereka juga sangat menghormati dan mengaguminya.

Reaksi berlebihan penduduk Mekkah terhadap Muhammad bukan sebatas karena dakwah Islam yang dibawanya mengubah paradigma  teologi paganisme (menyembah anyak Tuhan ) menjadi teologi monotheis (tauhid), tetapi perubahan yang dibawa juga menyentuh sistem sosial, yang menggusur paradigma feodalisme jadi egaliter dan demokratis.

Setelah dipandang bahwa Makkah sebagai tempat kelahirannya sudah tidak kondusip untuk dijadikan arena dakwah, Nabi Muhammad mencoba mengalihkan pandangan untuk mencari wilayah yang dipandang tepat untuk meneruskan perjuangan dakwah, pilihan yang tepat adalah Madinah, beliaupun hijrah ke Madinah dan sahabat-sahabat beliau juga banyak yang ikut berhijrah.

Di Madinah Nabi Muhammad memperoleh sambutan luar biasa dari penduduknya, termasuk komunitas non-Muslim dan kaum intelektualnya, seperti yang diceritakan Abdullah bin Salam, seorang intelektual Yahudi yang disegani. Berikut penuturannya :

”Ketika tersebar berita Muhammad akan datang ke Madinah, penduduk kota setiap hari menunggu kehadirannya dan ramai-ramai menjemput di kawasan Quba. Saya dan teman-teman dari komunitas Yahudi juga ikut ke sana, saya ingin melihat sendiri wajah Muhammad yang menjadi buah bibir mereka dengan penuh kecintaan dan kekaguman. Setelah saya melihat sendiri wajah Muhammad, hati saya langsung jatuh simpati dan saya tidak bisa membohongi diri saya sendiri bahwa saya telah ikut mengagumi orang ini.” Hari itu juga saya menemui Muhammad dan menyatakan masuk Islam”.

Momentum ini dimanfaatkan dengan efektif oleh Nabi Muhammad dengan meluncurkan program-program strategis untuk mewujudkan tugas risalahnya, berupa:
1.      Membangun hubungan kuat antara umat dan Allah SWT. Melalui semangat beribadah.
2.      Membangun hubungan yang harmonis antar sesama umat se-iman.
3.      Membangun hubungan baik dan adil dengan umat lain.

Perubahan dan pembaruan yang selalu diperjuangkan Nabi Muhammad adalah untuk mewujudkan masyarakat mukmin yang berbudaya sebagai masyarakat yang religius, berakhlak, masyarakat yang damai dan demokratis, sejahtera lahir batin, dan berkeadilan.

Perlu diteladani.
Untuk mewujudkan tugas-tugas risalahnya dalam rangka membangun masyarakat yang ideal, Nabi Muhammad meletakkan dasar-dasar kebijakan yang secara konsisten dilaksanakan bersama pengikutnya selama lebih kurang sepuluh tahun. Perubahan-perubahan yang dihasilkan pun sangat mengagumkan.

Pokok-pokok kebijakan tersebut adalah:

Pertama, ”Membangun Masjid” sebagai pusat komunikasi spiritual antara manusia dan Tuhannya serta pusat interaksi antara sesama mukmin atas dasar kebersamaan dan saling menghormati.

Suatu hari, Abu Darda’ bertikai dengan seorang sahabat berkulit hitam dan melecehkannya karena warna kulitnya, ia tersinggung dan melapor kepada Nabi Muhammad. Abu Darda’ dipanggil Nabi Muhammad dan diperingatkan, ”Sikapmu itu merupakan sisa-sisa jahiliyah.” Itu berarti diskriminasi dan arogansi sosial  telah dihapus oleh Nabi Muhammad.

Usamah bin Zaid (putra Zaid bin Haritsah), pemuda yang disayang Nabi Muhammad, suatu hari menghadap Nabi Muhammad di masjid, menyampaikan ada suku Arab terhormat meminta tolong agar salah seorang anggota suku yang melakukan tindak kriminal dapat dibebaskan dari tindakan hukum. Nabi Muhammad menjawab: ”Usamah, cara-cara begini yang menyebabkan orang-orang sebelum kita dulu menjadi rusak. Kalau ada orang dari rakyat rendahan melakukan pelanggaran selalu ditindak tegas, tetapi kalau yang melakukan pelanggaran itu dari golongan yang terhormat akan dibebaskan dari hukuman. Saya tak mau melakukan seperti itu, cara itu sangat tidak adil.”

Kedua, mempersaudarakan antara sahabat Ansor dan sahabat Muhajirin yang mengalami kesulitan ekonomi karena asetnya banyak ditinggal di Makkah atau dirampas orang kafir Quraisy. Kesetiakawanan dibangun atas dasar ”ukhuwah Islamiyah”. Kesetiakawanan dan semangat berbagi ini mendapatkan legitimasinya setelah diperintahkan oleh wahyu berupa hukum waris, perintah zakat, wakaf, sedekah dan lain-lain.

Ketiga, beberapa saat setelah berada di Madinah, Nabi Muhammad menggagas perlunya mempersatukan penduduk Madinah dan sekitarnya, yang terdiri atas beberapa suku dan pemeluk agama, agar bahu-membahu menjaga keamanan kota Madinah dan sekitarnya dari gangguan dan ancaman. Juga kesepakatan menjaga kebebasan beragama dan menjalankan ibadah. Kesepakatan tersebut tertuang dalam satu bentuk perjanjian yang selalu disebut dengan ”Piagam Madinah” sebagai kontrak sosial-politik yang dilahirkan secara demokratis dan terdokumentasi. Piagam ini dinilai para pakar sebagai cikal bakal berdirinya ”Negara Islam Madinah” dengan penduduknya yang Pluralis.

Siapa-pun kita, apa-pun propesi kita, marilah kita jadikan Nabi Muhammad sebagai teladan dalam kehidupan kita, sikaf ini adalah sebagai tanda bahwa kita adalah ummatnya yang baik dan mencintainya.

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿٣١﴾

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

Semoga melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad di tahun ini ( 1432 H ), kita mampu kembali menapak tilas perjuangan Nabi Muhammad dalam menegakkan kebenaran dan keadilan yang berujung kepada tercapainya kedamaian, ketentraman, kebahagiaan.

امـِـيْــنَ يَـا رَبَّ الـْعـَالـَمِـيْـنَ

Rabu, 09 Februari 2011

Nabi Muhammad SAW. Teladan Ummat

Nabi Muhammad Pemimpin Kharismatik
Jiwa Kepemimpinannya Terlihat sejak Beliau Masih Remaja
( Menyambut Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 H )

Manusia adalah satu diantara makhluk yang diciptakan Allah di muka bumi ini. Dalam kehidupannya manusia di sebut juga makhluk sosial dimana seorang manusia akan mengalami kesulitan dalam hidupnya tanpa adanya orang lain. Oleh sebab itu seseorang dalam kehidupannya harus mampu berinteraksi dengan baik kepada sesamanya agar kehidupan yang dia jalani penuh dengan rasa aman, tentram, damai, tenang dan bahagia.

Dalam kehidupan sosial baik bermasyarakat maupun bernegara, keteladanan menjadi penting dan mutlak adanya. Harus ada orang-orang yang tampil ke depan menjadi cermin sebagai tempat rujukan dan tempat bertanya. Kejujuran, kemandirian, kerendahan hati, ketegasan, dan keberanian, paling tidak menjadi parameter penting yang harus dimiliki bagi orang yang diteladani.

Keteladanan demikian yang kelak menghantarkannya menjadi pemimpin.Pemimpin yang memang layak diteladani dan dan pantas untuk dijadikan panutan. Tanpa parameter itu, kredibilitas pemimpin pantas untuk diragukan kepemimpinannya.

Keteladanan bisa datang dari siapa saja. Pemimpin politik, tokoh agama, tokoh adat, pejabat, dan lain-lain, baik yang masih hidup maupun yang sudah tiada. Selama memiliki catatan kehidupan yang baik, layak untuk dijadikan ikutan.  Nabi Muhammad adalah satu dari sekian deretan nabi dan rasul yang wajib diteladani. Dalam hal ini Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Ahzab : 21.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

Artinya :“ Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu“.

Nabi Muhammad adalah manusia pilihan yang sudah barang tentu hampir-hampir tidak ada kesalahan dalam dirinya, baik kata, sikap maupun perbuatan. Bagi yang mengaku pengikutnya, keharusan meneladani  Nabi Muhammad tidak bisa ditawar-tawar. Beliau adalah sosok manusia yang terbukti mampu merubah sejarah peradaban manusia dari kebutaan menuju pencerahan yang terang benderang. 

Nabi Muhammad Orang Yang Mandiri.
Di sudut kota Makkah sekitar akhir abad ke-4 masehi, lahir seorang anak laki-laki yang kelak dicatat sebagai manusia istimewa di sisi Allah, Bayi itu diberi nama Muhammad. Menurut sebahagian ahli sejarah Nabi Muhammad. Lahir di tahun Gajah pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awwal (atau 20 April 571 Masehi). Ayahnya bernama Abdullah bin Abdul Muthalib, dan ibunya Aminah binti Wahab. Keduanya sama-sama berasal dari suku Quraisy. Sayang, selama hidupnya, Muhammad tidak sempat melihat wajah ayahnya. Status yatim disandang Muhammad saat ia lahir ke muka bumi. Kepergian sang ayah saat Muhammad masih dalam kandungan.

Enam tahun kemudian, ibu tercintanya pun pergi meninggalkannya ( meninggal dunia ). Diusianya yang baru 6 tahun itulah Muhammad menyandang sebagai yatim piatu. Ibunya meninggal karena sakit di sebuah desa ( desa Abwa’ ) yang berada diantara Mekkah dan Madinah.

Dari usia 6 tahun hingga 8 tahun, Muhammad hidup dalam didikan kakeknya, Abdul Muthalib. Tidak lama berselang, setelah ibunya wafat, kira-kira 3 tahun kemudian, kakek Muhammad juga meninggal dunia. Setelah kakeknya meninggal, pengayoman terhadap Muhammad berpindah ke pamannya Abu Thalib.

Dalam asuhan pamannya, Muhammad tumbuh menjadi orang dewasa dan mandiri. Profesinya adalah pedagang biasa. Muhammad kerap diajak berdagang oleh Pamannya. Oleh sebab itu tidak heran kalau Pamannya sedikit banyak telah mempengaruhi pola pikir dan masa depannya.

Suatu ketika saat perjalanan ke Syam untuk berdagang, Muhammad dan pamannya bertemu Buhaira, salah satu tokoh agama Nasrani (Pendeta). Menurut perkiraan Buhaira, sebagaimana didapatnya dari kitab Taurat dan Injil, ada ciri-ciri khusus dan istimewa dalam diri Muhammad. Buhaira memandang bahwa Muhammad kelak akan jadi manusia pilihan Allah sebagai Rasul dan menjadi pemimpin dunia. Pendeta Buhaira pun mengingatkan kepada Abu Thalib agar menjaga keamanan Muhammad. Jangan sampai orang Yahudi mengetahui kalau Muhammad adalah calon Rasul yang dinantikan kedatangannya, karena  beresiko akan kematian Muhammad. Sebab mereka berharap Nabi yang ditunggu-tunggu kedatangannya itu adalah dari kalangan mereka ( Orang Yahudi ), sedangkan Nabi Muhammad bukan dari kalangan mereka, ini yang menjadi kekhawatiran dari Pendeta Buhaira.

Saat menginjak usianya ke 25 tahun, Paman tercinta Muhammad melihat sudah ada kemandirian dan kedewasaan dalam diri Muhammad. Muhammad diminta untuk mencari pekerjaan sendiri. Disarankan oleh pamannya, agar Muhammad menjumpai Khodijah, salah seorang perempuan kaya yang berprofesi sebagai pedagnag. Khodijah termasuk pedagang sukses yang ada di Makkah. Muhammad akhirnya melaksanakan anjuran pamannya. Respon Khodijah sangat positif. Sangat logis alasannya mengapa Khodijah tanggap terhadap ajakan kerjasama Muhammad. Dia mengetahui bahwa disamping Muhammad sudah berpengalaman dalam berdagang ( tentunya ini lewat pengkaderan yang dilakukan pamannya Abu Thalib ), Muhammad juga dikenal cerdas,, baik, jujur, berakhlak mulia dan banyak lagi kesan positif lainnya.

Banyak keuntungan yang didapat dari kerjasama itu. Hubungan Muhammad dan Khodijah tidak hanya sebatas relasi bisnis tetapi lebih jauh dari itu, Muhammad dan Khodijah menjadi pasangan suami isteri. Walau Khodijah saat itu usianya menginjak 40 tahun dan Muhammad baru 25 tahun, tidaklah mengurangi kecintaan dan kasih sayang antara mereka. Keduanya dikaruniai enam orang anak. Yakni Zainab, Ruqayyah, Ummu Kaltsum, Fatimah, Qasim, dan Abdullah. Sayang, dua anak laki-laki meninggal dunia.

Nabi Muhammad Menjadi Juru Damai
Kecerdasan dan kebaikan Muhammad sangat dirasakan masyarakat Makkah. Pada saat terjadi  konflik antar pemimpin suku Quraisy menyangkut persoalan peletakan Hajar Aswad (Batu Hitam) pasca renovasi bangunan Ka’bah, semua suku merasa kelompok merekalah yang merasa paling berhak meletakkan Hajar Aswad ke tempatnya semula.. Hampir saja terjadi pertumpahan darah antar suku Quraisy saat itu. Dalam suasana seperti itu timbullah inisiatif dari seorang yang bernama Muhammad, ia menawarkan solusi yang menunjukkan kecerdasannya dan bisa diterima oleh semua kalangan. Ia bentangkan surbannya di atas tanah dan meletakkan Hajar Aswad diatasnya. Dengan bijak Muhammad mengajak para ketua suku untuk bersama-sama mengangkat surban itu dengan cara memegang tiap-tiap ujung kain surban. hasilnya, solusi yang ditawarkan Muhammad diterima dan berakhirlah persengketaan yang hampir-hampir terjadi pertumpahan darah.

Sekelumit kisah Nabi Muhammad sebelum mendapatkan wahyu di atas patut digali pelajaran dan hikmahnya. Kesabaran, keteguhan dan kemandirian merupakan prinsip yang dipegang teguh oleh Muhammad. Terlebih kasus peletakan Hajar Aswad, peran Muhammad adalah simbol pengadilan kultural yang menyejukkan dan mendamaikan. Yakni sebuah pengadilan yang memberi putusan bijak, adil dan tidak berpihak.

Kepekaan dan kepedulian Muhammad sangat tinggi terhadap persoalan yang ada disekitarnya yang dirasa bertentangan dengan nurani dan akal sehat. Hanya seorang diri saja Muhammad dengan percaya diri berdiri tampil di hadapan tokoh-tokoh Makkah yang disegani menjadi penengah dan pengetok palu keadilan. Karakter seperti itulah yang kita rindukan. Kendati belum didaulat sebagai pemimpin, gaya kepemimpinannya sudah terlihat. Pemimpin yang berani, tegas dan adil.

Siapa-pun kita, apa-pun propesi kita, marilah kita jadikan Nabi Muhammad sebagai teladan dalam kehidupan kita, sikaf ini adalah sebagai tanda bahwa kita adalah ummatnya yang baik dan mencintainya.

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿٣١﴾

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang