Senin, 14 Februari 2011

Makkah Dijadikan Start Awal Dakwah Islam

Mengapa Islam Diseru Dari Makkah?
( Menyambut Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 H )

Apabila Anda ingin menyampaikan pesan ke seluruh penjuru, sebaiknya Anda berdiri di tengah, di jalur yang memudahkan pesan itu tersebar. Hindari tempat dimana ada kekuatan yang dapat menghalangi atau merasa dirugikan. Kemudian pilih penyampai pesan yang simpatik, berwibawa dan berkemampuan sehingga menjadi daya tarik tersendiri. Timur tengah adalah jalur penghubung Timur dan Barat, maka wajarlah jika ia menjadi tempat menyampaikan pesan Ilahi yang terakhir.
Pada masa Nabi Muhammad saw., yaitu pada abad ke-5 dan ke-6 Masehi, terdapat dua adikuasa. Pertama, Persia yang masyarakatnya menyembah api dan ajaran Mazdak, yaitu mengenai kebebasan seks yang masih berbekas pada masyarakatnya sehingga permaisuri pun harus menjadi milik bersama. Kedua, Romawi yang masyarakatnya beragama Nasrani yang juga masih dipengaruhi oleh budaya Kaisar Nero yang memperkosa ibunya sendiri dan membakar habis kotanya.
Kedua adikuasa ini bersitegang memperebutkan wilayah Hijaz di Timur Tengah yang ketika itu belum terkuasai, walau upaya telah dilakukan secara halus oleh Utsman bin Huwairits ( seorang antek Romawi ), dan dengan kekerasan oleh Abrahah bersama pasukan bergajahnya. Dalih serangan Abrahah adalah penghinaan terhadap rumah ibadah yang dibangunnya di Yaman, sedang tujuannya adalah menguasai jalur Hijaz, dari Yaman menuju ke Syam, tapi tangan Tuhan ( kekuasaan Allah ) menggagalkannya.
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ ﴿١﴾ أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ ﴿٢﴾ وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْراً أَبَابِيلَ ﴿٣﴾ تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ مِّن سِجِّيلٍ ﴿٤﴾ فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُولٍ ﴿٥﴾  
Artinya: “Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah?. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka`bah) itu sia-sia?, Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat)“. ( Q.S. Al-Fiil :1-5).
Bayangkan apa yang akan terjadi jika ajaran tauhid ini diserukan di daerah kekuasaan Romawi atau Persia yang keyakinannya bertentangan dengan tauhid.
Di Hijaz ketika itu belum terpusat kekuasaan, dan kelompok-kelompok suku saling bermusuhan dan berebut pengaruh. Makkah ( pusat Hijaz ) adalah tempat para pedagang dan seniman datang memamerkan dagangan serta karyanya. Di sinilah bertemu kafilah Selatan dan Utara, Timur dan Barat. Penduduk Makkah juga melakukan perjalanan musim dingin dan musim panas ke daerah Romawi dan Persia. Ini tentunya akan memudahkan penyebaran pesan Ilahi.
Satu faktor lagi yang mendukung Makkah adalah bahwa masyarakat Makkah belum banyak disentuh peradaban. Pada saat itu masyarakat Makkah belum mengenal nifaq ( bermuka dua/munafik ), dan mereka pun tergolong masyarakat yang keras kepala, serta lidah (ungkapan) mereka tajam. Firman Allah dalam surah Al-Ahzab, 19 :
أَشِحَّةً عَلَيْكُمْ فَإِذَا جَاء الْخَوْفُ رَأَيْتَهُمْ يَنظُرُونَ إِلَيْكَ تَدُورُ أَعْيُنُهُمْ كَالَّذِي يُغْشَى عَلَيْهِ مِنَ الْمَوْتِ فَإِذَا ذَهَبَ الْخَوْفُ سَلَقُوكُم بِأَلْسِنَةٍ حِدَادٍ أَشِحَّةً عَلَى الْخَيْرِ أُوْلَئِكَ لَمْ يُؤْمِنُوا فَأَحْبَطَ اللَّهُ أَعْمَالَهُمْ وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيراً
Artinya :“Mereka bakhil terhadapmu apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapuskan (pahala) amalnya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah“.
Penduduk Makkah juga dikenal sangat kuat pendiriannya meskipun ditekan. Bilal bin Robah, Ammar bin Yasir, dan banyak contoh lainnya tidak rela mengucapkan kalimat kufur meskipun Allah memberikan peluang untuk berpura-pura selama hati tetap dalam keadaan beriman kepada Allah. Firman Allah dalam Al-Qur’an Surah An-Nahal, 106 :
مَن كَفَرَ بِاللّهِ مِن بَعْدِ إيمَانِهِ إِلاَّ مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالإِيمَانِ وَلَـكِن مَّن شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْراً فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِّنَ اللّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Artinya : Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.
Kemunafikan baru dikenal di Madinah. Entah bagaimana kesudahan agama Islam jika sejak dini sudah ada pemeluknya yang munafik.
Quraisy, adalah suku yang paling berpengaruh di Makkah. Bahasa dan dialeknya sangat indah dan dominan. Suku Quraisy memiliki dua keluarga besar, yaitu Hasyim dan Umayyah. Kedua keluarga besar ini walaupun dari satu turunan namun memiliki banyak perbedaan, baik sebelum maupun sesudah datangnya Islam.
Keluarga Hasyim terkenal gagah, budiman, dan sangat beragama. Sementara itu keluarga Umayyah adalah politikus yang pandai melakukan tipu daya, pekerja yang ambisius, dan tidak gagah. Hal ini disepakati oleh para sejarahwan, dan tidak ditolak oleh Umayyah meskipun setelah mereka berkuasa, ( tulis Al-Aqqad dalam Mathla’ Al-Nur ).
Nah, dari keluarga siapakah di Makkah ini yang wajar dipilih untuk tugas kenabian?. Tentu saja keluarga Hasyim. Dari keluarga ini terpilih Nabi Muhammad, yang bukan saja karena gagah, simpatik, dan berwibawa, tapi juga karena budi pekertinya yang luhur. Inilah alasan pengangkatan yang tercantum pada wahyu ketiga diturunkan Allah yang memerintahkan menyampaikan pesan agama.
وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ
Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. ( Q. S. Al-Qolam:4 ).
Dari uraian di atas, jelas bahwa bukan karena masyarakat Makkah yang paling bejat sehingga Allah mengutus Nabi-Nya dari sana. Pemikiran ini terlalu dangkal, karena masih banyak faktor yang lebih ilmiah dan lebih beradab. Namun berhasilkah tulisan ini menjelaskan dan meyakinkan pembaca…………………………………….?
Wallahu A’lam.
( Sumber Data : “Lentera Hati” Oleh : M. Quraish Shihab ).

Minggu, 13 Februari 2011

Menyambut Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 H

Nabi Muhammad Rahmat Bagi Seluruh Alam
( Menyambut Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 H )

Pada Minggu kedua bulan Rabi’ul Awwal Tahun Gajah, di Makkah lahirlah seorang anak manusia dalam keadaan yatim. Nama anak inilah yang hingga kini disebut-sebut oleh ratusan juta manusia disertai dengan decakan kekaguman. Beliau adalah Muhammad SAW.
Dengan budi luhur, ilmu pengetahuan, sikap kesatria, dan ketekunan, beliau menyebarluaskan rahmat dan kasih bagi seluruh alam.
Dengan rahmat tersebut, terpenuhilah hajat batin manusia menuju ketenangan, ketenteraman, dan pengakuan atas wujud, hak, bakat, dan fitrahnya sebagaimana terpenuhi pula hajat keluarga kecil dan besar akan perlindungan, bimbingan, pengawasannya serta saling pengertian dan perdamaian.
Rahmat tersebut bukan hanya dirasakan oleh pengikut-pengikutnya, bahkan bukan hanya manusia. Sebelum masyarakat Eropa mengenal masyarakat “Organisasi Pecinta Binatang”, Muhammad SAW. telah mengajarkan : “ Apabila kalian mengenderai binatang, berikanlah haknya, dan janganlah menjadi setan-setan terhadapnya”. ( makna Hadits ).
Dalam ungkapan lain, beliau bersabda, artinya : “ Seorang wanita dimasukkan Allah ke neraka dikarenakan ia mengurung seekor kucing, tidak diberinya makan, dan juga tidak dilepaskan untuk mencari makan sendiri”.
Sebaliknya pada saat yang lain beliau bersabda, artinya : “ Seorang yang bergelimang dalam dosa diampuni Allah karena memberi minum seekor anjing yang kehausan”.
Sebelum masyarakat dunia mengenal istilah “kelestarian lingkungan” manusia agung ini telah menganjurkan untuk hidup bersahabat dengan alam. Tidak dikenal istilah penundukan alam dalam ajarannya, karena istilah ini dapat mengantarkan manusia kepada sikap sewenang-wenang, dilarangnya melakukan penumpukan harta tanpa batas dan tanpa pertimbangan pada asas kebutuhan yang diperlukan. Istilah yang digunakan oleh beliau adalah “ Allah memudahkan alam untuk dikelola manusia. Firman Allah dalam surah Ibrohim ayat 32 :
اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَأَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقاً لَّكُمْ وَسَخَّرَ لَكُمُ الْفُلْكَ لِتَجْرِيَ فِي الْبَحْرِ بِأَمْرِهِ وَسَخَّرَ لَكُمُ الأَنْهَارَ
“Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu, dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai“.

Pengelolaan ini disertai dengan pesan untuk tidak merusaknya, bahkan mengantarkan setiap bagian bagian dari alam ini untuk mencapai tujuan penciptaannya. Karena itu, terlarang dalam ajarannya menjual buah yang mentah atau memetik kembang yang belum mekar. Biarkan semua bunga mekar agar mata menikmati keindahannya dan lebah mengisap sarinya.

Rahmat yang dibawanya bahkan menyentuh benda-benda yang tidak bernyawa. Beliau sampai-sampai memberi nama untuk benda-benda yang dimilikinya. Perisai yang dimilikinya diberi nama Dzat Al-Fudhul, pedangnya dinamai Dzulfiqar, pelananya dinamai Al-Daj, tikarnya dinamai Al-Kuz, cerminnya diberi nama Al-Midallah, gelasnya dinamai Al-Shadir, tongkatnya dinamai Al-Mamsuk, dan lain-lain.  Semuanya dinamai dengan nama-nama yang indah dan penuh arti seakan-akan benda-benda yang tidak bernyawa tersebut mempunyai kepribadian yang juga membutuhkan uluran tangan, pemeliharaan, persahabatan, rahmat, dan kasih sayang.

Jika ada yang bertanya, ” Terasakah rahmat kasih sayang dengan segala aspeknya itu dalam kehidupan bermasyarakat ummat ?“. Entah apa jawaban anda, tetapi kalau kita menoleh ke dunia Islam, rasanya menggeleng lebih tepat daripada mengangguk. Mungkin sebagian sebabnya adalah karena sikap mental ummat yang belum benar-benar terbentuk sesuai dengan pola yang dikehendaki oleh ajaran yang dibawa manusia agung ini. Atau karena ajaran-ajarannya yang kita praktikkan baru terbatas pada segi-segi ritual dan belum menyentuh segi-segi sosial dan ekonomi. Kalaupun tersentuh, belum dilaksanakan secara teratur, terorganisir, dan bersama-sama.
Memang, kita sangat pandai memohon rahmat ( kepada Allah dan sesama manusia ), tetapi kita belum mampu meraihnya apalagi membaginya.

( Sumber Data : “Lentera Hati” Oleh : M. Quraish Shihab ).


Sabtu, 12 Februari 2011

Pemimpin Besar ini Hidup Dalam Kesederhanaan

Muhammad SAW. Manusia Luar Biasa
( Menyambut Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 H )

Allah swt. berfirman dalam surat An-Nisa’ : 174.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءكُم بُرْهَانٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَأَنزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُوراً مُّبِيناً ﴿١٧٤﴾
Artinya :“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mu`jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur'an)“.
Betapa Muhammad saw. telah menjadi bukti kebenaran. Beliau dilahirkan dalam keadaan yatim dan dibesarkan dalam keadaan miskin. Dia juga tidak pandai membaca dan menulis serta hidup dalam lingkungan yang terbelakang. Namun demikian, tidak satupun faktor negatif itu membawa dampak terhadap dirinya. Bahkan sebaliknya, beliau dinilai oleh banyak ahli dari berbagai disiplin ilmu dan dengan beranekamacam tolok ukur sebagai manusia terbesar sepanjang sejarah kemanusiaan.
Thomas Carlyle menilai dengan tolok ukur “ kepahlawanan “. Marcus Dods dengan “keberanian moral”, Nazmi Luke dengan “ Metode pembuktian ajaran”, Will Durant “Hasil karya”, dan Michael H.Hart, dengan “Pengaruh yang ditinggalkannya”. Kesemua ahli non Muslim ini – dan masih banyak lagi yang lainnya, walaupun dengan tolok ukur yang berbeda-beda, namun berkesimpulan  bahwa Muhammad saw. adalah manusia luar biasa. Namun demikian, beliau adalah orang yang sangat sederhana.
Harta Nabi yang paling mewah adalah sepasang alas kaki berwarna kuning yang merupakan hadiah dari Negus dari Abissinia. Beliau tinggal di satu pondok kecil beratapkan jerami yang tingginya dapat dijangkau oleh seorang anak remaja. Kamar-kamarnya dipisahkan batang-batang pohon yang direkat dengan lumpur bercampur kapur. Beliau sendiri yang menyalakan api, mengepel lantai, memerah susu, dan menjahit alas kakinya yang putus. Santapannya yang paling mewah meskipun jarang dinikmatinya adalah madu, susu, dan lengan kambing. Demikianlah keadaan beliau yang sangat sederhana, walaupun setelah menguasai seluruh Jazirah Arabia.
Kelakuannya secara umum tenang dan tenteram. Beliau gagah berani, namun memiliki senyuman yang sangat memikat, bahkan dalam hal-hal tertentu beliau lebih pemalu daripada gadis-gadis pingitan. Kemampuan intelektualnya tidak diragukan, daya imajinasinya sangat tinggi, dan ekspresinya sangat dalam. Beliau dikenal sebagai seniman bahasa dikalangan para sastrawan. Di atas semuanya, pengabdiannya kepada Allah serta keyakinan akan kehadiran-Nya tidak pernah terabaikan. Demikianlah terkumpul secara sempurna keempat tipe manusia dalam pribadi manusia agung ini: Dia sebagai Pekerja, Pemikir, Pengabdi, dan Seniman.
Akhlak dan tata cara pergaulannya sangat luhur. Diulurkan tangannya untuk berjabat tangan dan tidak dilepasnya tangannya sebelum orang yang dijabatnya melepaskannya. Beliau tidak pernah mengulurkan kaki di hadapan teman-temannya yang sedang duduk. Beliau berjalan dengan penuh dinamisme, bagaikan “turun dari satu dataran tinggi”. Beliau menoleh dengan seluruh badannya, menunjuk dengan seluruh jarinya, berbicara perlahan dengan menggunakan dialek mitra bicaranya sambil sesekali menggigit bibirnya, menggelengkan kepalanya dan menepuk-nepuk dengan jari telunjuk ke telapak tangan kanannya. Cetusan yang paling buruk dalam percakapannya adalah “apa yang terjadi pada orang itu ?, semoga dahinya berlumuran lumpur”.
Seorang Muslim akan kagum kepada beliau dengan kekaguman berganda. Sekali waktu memandangnya dengan kacamata agama dan disisi lain melihatnya dengan kacamata kemanusiaan. Tak wajar rasanya, mereka yang mempelajari kehidupan dan karekter manusia ini, hanya sekadar kagum dan hormat kepadanya.  Beliau adalah bukti kebenaran dari hakikat wujud yang mahabenar. Semoga rahmat Allah selalu tercurah kepadanya.
( Sumber Data : “Lentera Hati” Oleh : M. Quraish Shihab ).

Presiden Mundur, Rakyat Mesir Bergembira


Presiden Mubarak Mundur
"Mesir bebas. Mesir bebas." Teriakan membahana itu memenuhi seluruh sudut Tahrir Square. Ratusan ribu demonstran bersorak gembira setelah Presiden Mesir Husni Mubarak resmi menyatakan mundur. Kepastian mundur Mubarak ini disampaikan oleh Wakil Presiden Omar Suleiman.
"Mubarak telah mundur. Dia mendelegasikan wewenangnya kepada Dewan Tertinggi Militer," kata Suleiman dalam keterangan persnya yang disiarkan stasiun televisi setempat Jumat malam, 11 Februari 2011. Soleiman hanya memberikan penjelasan yang amat pendek.
Meski sangat pendek, pernyataan itu membuat gegap gempita Tahrir Square. "Kami berhasil merontookan rezim lama," para demonstaran berteriak kegirangan. Mereka berpelukan, menangis dan saling memberikan ucapan selamat.
"Malam ini setelah berminggu-minggu kami hampir furstasi menghadapi intimidasi akhirnya suara kami didengar. Tidak hanya oleh presiden, tapi oleh seluruh penduduk dunia," demikian seorang demonstran berkata.

Sebelumnya, desas-desus bahwa Mubarak akan mundur sudah terdengar sejak Jumat dinihari. Di tengah memanasnya situasi Kairo, keberadaan Presiden Mesir Husni Mubarak mulai misterius. Televisi nasional Mesir melaporkan Mubarak akan memberikan pernyataan dari istananya, namun media lainnya menyatakan ia telah berangkat ke vila di Sharm Eshiskh dengan menggunakan pesawat militer, ditemani Kepala Militer Letnan Jenderal Sami Annan.
Sejumlah media massa baik lokal maupun internasional memberikan laporan yang berbeda-beda tentang keberadaan Mubarak. Sebuah media lokal lain menyebut Mubarak telah terbang ke suatu tempat yang tidak diketahui. Sementara televisi Al-Hurra melaporkan Mubarak terbang ke Emirat Arab dan akan berada di Dubai selama satu jam.
Spekulasi keberadaan Mubarak ini muncul ditengah spekulasi masa transisi kekuasaan di Mesir.

Sumber Data :
http://www.tempointeraktif.com/hg/timteng/2011/0 /11/brk,20110211-312980,id.html