Jumat, 22 April 2011

Pandangan Islam Tentang Isa Al-Masih


Pandangan Islam Tentang Isa Al-Masih
Berita Kepada Maryam Bahwa dia Akan Melahirkan.
Isa Al-Masih adalah putra Maryam, ia dilahirkan tanpa Bapak dan dijadikan Allah sebagai nabi dan rasul. Untuk mendukung pembuktian kenabiannya Allah memberikan kelebihan-kelebihan kepadanya dalam bentuk mu’jizat. Berkenaan dengan hal tersebut Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Ali-Imran: 45-46.
إِذْ قَالَتِ الْمَلآئِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِّنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهاً فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ ﴿٤٥﴾ وَيُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلاً وَمِنَ الصَّالِحِينَ ﴿٤٦﴾
Artinya :
045. (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih `Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),
046. dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia termasuk di antara orang-orang yang saleh."

Mendapat informasi dari Allah melalui perentaraan malaikat, Maryam merasa tidak percaya bahwa dia akan punya anak, sebab dia belum pernah menikah dan tidak pernah melakukan perbuatan zina, sebab itu dia berucap sebagaimana yang difirmankan Allah dalam surat Ali imran : 47.

قَالَتْ رَبِّ أَنَّى يَكُونُ لِي وَلَدٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ قَالَ كَذَلِكِ اللّهُ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ إِذَا قَضَى أَمْراً فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ

Artinya:“Maryam berkata: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun." Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia“.

Dalam surat Maryam ayat 20 Allah juga berfirman, yang menggambarkan betapa cemasnya hati Maryam yang akan melahirkan seorang putra, padahal dia bukanlah seorang pezina:

قَالَتْ أَنَّى يَكُونُ لِي غُلامٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ وَلَمْ أَكُ بَغِيّاً

Artinya :“Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!".

Isa Adalah Seorang Nabi dan Rasul.
Nabi Isa dilahirkan ke dunia ini hanyalah sebagai seorang hamba, dijadikan Allah sebagai Nabi dan diberi kitab ( injil ). Nabi Isa diutus bukan untuk disembah sebagai Tuhan. Allah memberi berkah untuk kehiduannya, dan Allah memerintahkan kepadanya untuk mendirikan shalat, mengeluarkan zakat dan berbuat baik kepada ibu yang melahirkannya. Hal ini ditegaskan sendiri oleh nabi Isa, ungkapan nabi Isa tersebut dinyatakan Allah dalam Al-Qur’an surat Maryam ayat 30-32:

قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيّاً ﴿٣٠﴾ وَجَعَلَنِي مُبَارَكاً أَيْنَ مَا كُنتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيّاً ﴿٣١﴾ وَبَرّاً بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّاراً شَقِيّاً ﴿٣٢﴾
Artinya:
030. Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.
031. dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;
032. dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.
.
Dari firman Allah di atas dapat dipahami bahwa, nabi Isa hanyalah manusia yang dilahirkan tanpa Bapak, diangkat menjadi nabi dan diwajibkan melaksanakan pengabdian kepada Allah sebab dia adalah seorang hamba, bukan Tuhan yang harus disembah.

Mu’jizat dan Dakwah Nabi Isa.
Sebagai nabi yang diutus Allah, kepada nabi Isa diberikan Allah beberapa mukjizat untuk menopang dakwahnya. Diantara mu’jizat yang diberikan Allah kepadanya seperti yang terdapat dalam firman Allah pada surat Ali Imran ayat 49:

وَرَسُولاً إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُم بِآيَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُم مِّنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْراً بِإِذْنِ اللّهِ وَأُبْرِئُ الأكْمَهَ والأَبْرَصَ وَأُحْيِـي الْمَوْتَى بِإِذْنِ اللّهِ وَأُنَبِّئُكُم بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Artinya :“Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mu`jizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman."
Nabi Isa dalam dakwahnya menyatakan bahwa Allah adalah Tuhan yang wajib di sembah, dan ajaran yang dia sampaikan adalah merupakan ajaran yang benar untuk di ikuti. Pernyataan nabi Isa tersebut tertuang dalam surat Ali Imran : 51.

إِنَّ اللّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَـذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ

Artinya :“Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus".
Nabi Isa Tidak Mati Di salib.

Keyakinan yang ditanamkan kepada ummat islam tentang nabi Isa adalah, bahwa nabi Isa bukanlah mati di salib, sebab Al-Qur’an menyatkan bahwa yang dibunuh dikayu salib adalah seseorang yang wajahnya diserupakan dengan wajah nabi Isa. Bahkan menurut Al-Qur’an, mereka sendiripun berada dalam keraguan tentang apakah yang dibunuh di kayu salib tersebut nabi Isa atau bukan. Dalam hal ini Allah berfirman dalam surat An-Nisa‘ ayat 157-158:  

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَـكِن شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُواْ فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِّنْهُ مَا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلاَّ اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِيناً ﴿١٥٧﴾ بَل رَّفَعَهُ اللّهُ إِلَيْهِ وَكَانَ اللّهُ عَزِيزاً حَكِيماً ﴿١٥٨﴾
Artinya:
157. dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, `Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan `Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) `Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah `Isa.
158. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat `Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Meyakini Nabi Isa Tuhan Adalah Kafir.

Allah SWT. menyatakan, bahwa orang-orang yang memandang dan menjadikan nabi Isa sebagai Tuhan adalah kafir. Hal ini dinyatakan Allah dalam firmannya dalam surat Al-Maidah ayat 17  :

لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَآلُواْ إِنَّ اللّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ قُلْ فَمَن يَمْلِكُ مِنَ اللّهِ شَيْئاً إِنْ أَرَادَ أَن يُهْلِكَ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ وَمَن فِي الأَرْضِ جَمِيعاً وَلِلّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَاللّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya :“ Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam". Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?" Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Dalam ayat ini Allah menyatakan bahwa Isa Al-Masih bukanlah Tuhan, bahkan menjadi kafirlah orang yang menjadaikannya Tuhan. Di sisi lain Allah membuat argumentasi, andaikan Allah berkehendak untuk membinasakan Isa dan ibundanya Maryam, tidak seorangpun yang mampu untuk menghalanginya, bahkan nabi Isa sendiripun tidak mempunyai kemampuan untuk itu.
Kesimpulan:
  1. Kelahiran nabi Isa adalah merupakan sebagian dari tanda kekuasaan Allah, sebab dia dilahirkan tanpa seorang Bapak.
  2. Maryam sebagai ibu dari nabi Isa, adalah wanita suci yang tidak pernah melakukan perbuatan zina. Kalaupun dia bisa mengandung, itu adalah semata-mata atas kehendak dan kuasa Allah.
  3. Nabi Isa adalah sebagai seorang nabi, bukan tuhan yang wajib di sembah, bahkan nabi Isa sendiri yang menyatakan bahwa dia hanyalah seorang Rasul.
  4. Sebagai seorang Nabi dan Rasul kepada nabi Isa diberikan Allah beberapa mu’jizat sebagai pembuktian bahwa dia benar sebagai seorang nabi dan rasul.
  5. Dalam keyakinan ummat islam, nabi Isa bukan mati di disalib. Yang disalib orang-orang yang ingin membunuhnya adalah seseorang yang wajahnya diserupakan Allah dengan wajah nabi Isa.
  6. Allah mengangkat derajat nabi Isa kederajat yang tinggi di sisinya.
  7. Ummat islam wajib percaya kepada keberadaan nabi Isa sebagai nabi dan rasul, namun haram atau menjadi syirik hukumnya bila meyakini beliau sebagai Tuhan.
Tulisan ini dibuat dalam kaitan hari libur Nasional pada hari ini………...........!( Jum’at 22 April 2011 ). Semoga memberi pencerahan dalam ‘Aqidah Islamiyah.

Kamis, 21 April 2011

Mengenang Hari Kartini


RADEN AJENG KARTINI
Raden Ajeng Kartini lahir pada tahun 1879 di kota Rembang. Ia anak salah seorang bangsawan yang masih sangat taat pada adat istiadat. Setelah lulus dari Sekolah Dasar ia tidak diperbolehkan melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi oleh orangtuanya. Ia dipingit sambil menunggu waktu untuk dinikahkan. Kartini kecil sangat sedih dengan hal tersebut, ia ingin menentang tapi tak berani karena takut dianggap anak durhaka. Untuk menghilangkan kesedihannya, ia mengumpulkan buku-buku pelajaran dan buku ilmu pengetahuan lainnya yang kemudian dibacanya di taman rumah dengan ditemani Simbok (pembantunya).
Akhirnya membaca menjadi kegemarannya, tiada hari tanpa membaca. Semua buku, termasuk surat kabar dibacanya. Kalau ada kesulitan dalam memahami buku-buku dan surat kabar yang dibacanya, ia selalu menanyakan kepada Bapaknya. Melalui buku inilah, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir wanita Eropa (Belanda, yang waktu itu masih menjajah Indonesia). Timbul keinginannya untuk memajukan wanita Indonesia. Wanita tidak hanya di dapur tetapi juga harus mempunyai ilmu. Ia memulai dengan mengumpulkan teman-teman wanitanya untuk diajarkan tulis menulis dan ilmu pengetahuan lainnya. Ditengah kesibukannya ia tidak berhenti membaca dan juga menulis surat dengan teman-temannya yang berada di negeri Belanda. Tak berapa lama ia menulis surat pada Mr.J.H Abendanon. Ia memohon diberikan beasiswa untuk belajar di negeri Belanda.
Beasiswa yang didapatkannya tidak sempat dimanfaatkan Kartini karena ia dinikahkan oleh orangtuanya dengan Raden Adipati Joyodiningrat. Setelah menikah ia ikut suaminya ke daerah Rembang. Suaminya mengerti dan ikut mendukung Kartini untuk mendirikan sekolah wanita. Berkat kegigihannya Kartini berhasil mendirikan Sekolah Wanita di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah “Sekolah Kartini”. Ketenarannya tidak membuat Kartini menjadi sombong, ia tetap santun, menghormati keluarga dan siapa saja, tidak membedakan antara yang miskin dan kaya.
Pada tanggal 17 september 1904, Kartini meninggal dunia dalam usianya yang ke-25, setelah ia melahirkan putra pertamanya. Setelah Kartini wafat, Mr.J.H Abendanon memngumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada para teman-temannya di Eropa. Buku itu diberi judul “DOOR DUISTERNIS TOT LICHT” yang artinya “Habis Gelap Terbitlah Terang”.
Mudah-mudahan di Indonesia akan terlahir kembali Kartini-kartini lain yang mau berjuang demi kepentingan orang banyak.
sumber : http://www.seasite.niu.edu/flin/raden_ajeng_kartini.htm

Orang Yang Dilupakan Allah Di Akhirat

Orang Yang Buta Matanya Di Akhirat.
Sangat banyak peringatan Allah bagi manusia agar tidak tertipu dengan kehidupan dunia, sebab kehidupan di dunia ini sifatnya hanya sementara. Karena itu Allah mengingatkan agar manusia menempuh kehidupan sesuai dengan syari’at yang diturunkanNya. Untuk itu Allah berjanji terhadap orang-orang yang menjalankan syari’atNya akan diberikan kehidupan yang baik di akhirat kelak, yaitu dalam bentuk kesenangan di dalam syurga dengan segenap pasilitas yang menyenangkan hati. Sebaliknya, bagi orang-orang yang mengingkari syari’at Allah, di akhirat kelak mereka akan mendapat siksa yang sangat berat.
Peringatan Allah kepada manusia supaya behati-hati dalam menjalankan kehidupan di dunia ini, bertujuan agar tidak ada lagi alasan bagi manusia untuk protes terhadap Allah atas apa yang menimpa mereka di akhirat kelak. Andaipun ada yang memprotes atas ketentuan Allah atas kesengsaraan mereka di akhirat kelak, Allah akan mengembalikan protes mereka itu kepada diri mereka sendiri, sehingga argumentasi apapun yang mereka kemukakan tidak akan berlaku dihadapan Allah.
Diantara peristiwa yang akan terjadi di hari kiamat kelak adalah, bahwa ada sekelompok manusia yang mengajukan protes dihadapan Allah tentang keberadaan mereka yang dibangkitkan dalam keadaan buta. Hal ini tertuang dalam firman Allah dalam surat Thoha: 124.
وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكاً وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى
Artinya : “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta".(Q.S. Thoha:124).
Ayat di atas adalah merupakan peringatan Allah terhadap orang yang tidak peduli akan peringatan Allah. Dampak berpalingnya manusia dari peringatan Allah, dia akan mengalami kehidupan yang sempit, bahkan pada hari kiamat kelak mereka akan dikumpulkan Allah dalam kelompok orang-orang yang buta.
Pada saat mereka dibangkitkan dalam keadaan buta, dan mereka dikumpulkan dalam kelompok orang yang sama-sama buta, maka masing-masing mereka bertanya kepada Allah dalam bentuk protes.
قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنتُ بَصِيراً
Artinya : “Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?".(Q.S. Thoha:125).
Terhadap pertanyaan mereka tersebut dengan mudah Allah menjawab:

قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنسَى
Artinya : “Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan".(Q.S. Thoha:126).
Dengan kata lain, seolah-olah Allah mengatakan: Kalau di dunia dahulu kamu melapakan Aku, maka hari ini Aku pula yang melupakan kamu.
Dalam lanjutan ayat di atas Allah menyatakan bahwa, Allah menjadikan mereka buta dan melupakan mereka di akhirat adalah merupakan balasan dan siksa bagi mereka terhadap kelalaian mereka dahulu ( di dunia ). Bahkan sebenarnya Allah sudah mengingatkan bahwa azab di akhirat itu sangat berat dan berkekalan. Allah berfirman:
وَكَذَلِكَ نَجْزِي مَنْ أَسْرَفَ وَلَمْ يُؤْمِن بِآيَاتِ رَبِّهِ وَلَعَذَابُ الاخِرَةِ أَشَدُّ وَأَبْقَى
Artinya : “Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal. (Q.S. Thoha:127).
Betapa menyedihkan hidup diakhirat kelak, manakala kita termasuk orang-orang yang dilupakan atau tidak dipedulikan Allah. Karena itu mari kita perhatikan peringatan-peringatan Allah agar kita tidak melanggar ketentuan yang ada dalam syari’at Allah SWT. Dan kita mohon perlindungan kepada Allah agar kelak di akhirat kita tidak termasuk orang-orang yang dilupakan oleh Allah.
 
امـِـيْــنَ يَـا رَبَّ الـْعـَالـَمِـيْـنَ