Senin, 25 April 2011

Indikasi Orang-Orang Yang Memakmurkan Masjid


Indikasi Orang-Orang Yang Memakmurkan Masjid
Drs. H. Khairul Akmal Rangkuti
Firman Allah dalam surat At-Taubah ayat 18:
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللّهِ مَنْ آمَنَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاَةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلاَّ اللّهَ فَعَسَى أُوْلَـئِكَ أَن يَكُونُواْ مِنَ الْمُهْتَدِينَ
Artinya: “Hanyalah yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk“.
Dari firman Allah di atas dapat dipahami bahwa ada lima indikasi orang-orang yang memakmurkan Masjid.
Pertama: Mereka adalah orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah. Orang yang beriman kepada Allah hatinya selalu terkait untuk senantiasa mengingat Allah, salah satu upaya untuk mengingat Allah adalah mendirikan shalat. Mendirikan shalat sangat dianjurkan untuk berjama’ah dan pelaksanaan shalat berjama’ah yang paling afdhal (terutama untuk kaum laki-laki ) adalah di Masjid. Oleh karena itu wajarlah kalau orang-orang yang beriman kepada Allah selalu berupaya untuk memakmurkan Masjid, sebab di Masjid banyak terdapat kebaikan.
Kedua: Orang-orang yang hidupnya selalu beroriantasi kepada kehidupa akhirat, sebab melalui imannya kepada Allah dia percaya akan adanya kehidupan akhirat. Oleh sebab itu dia senantiasa mempersiapkan diri untuk kebahagiaannya di akhirat kelak, dan tidak menyia-nyiakan hidupnya untuk kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfa’at, apalagi merugikannya di akhirat kelak.
Ketiga: Mereka adalah orang-orang yang senantiasa mendirikan shalat. Orang yang beriman selalu menyadari bahwa ibadah shalat adalah merupakan ibadah yang utama. Dalam sebuah hadits dinyatakan, ibadah yang pertamasekali dihisab/dihitung oleh Allah SWT adalah ibadah shalat. Apabila ibadah shalatnya baik maka ibadah yang lain ikut menjadi baik, dan apabila ibadah shalatnya tidak baik maka ibadah yang lainpun dipandang tidak baik. Demikian pemahaman dari hadits Nabi Muhammad SAW.
Keempat: Mereka adalah orang-orang yang mau mengeluarkan zakat. Orang yang beriman sesungguhnya menyadari bahwa sebagian rezki yang diberikan Allah disana ada hak-hak orang lain. Oleh sebab itu, setiap kali dia  memperoleh rezki, dia ingin berbagi rasa dengan orang lain. Maka dia keluarkan zakatnya, atau andaipun harta yang dia dapatkan tidak sampai kepada kewajiban untuk dizakati, setidaknya dia keluarkan sebagai sedekah sunnah untuk berbagi rasa dengan orang lain.
Kelima: Mereka adalah orang-orang yang hanya takut kepada Allah. Orang-orang yang beriman kepada Allah, percaya kepada adanya kehidupan akhirat, mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat tentu tidak ada yang mereka takutkan dalam hidupnya kecuali hanya takut kepada Allah. Sebab itu, dia senantiasa berupaya untuk membina jati diri yang sesungguhnya agar ia menjadi orang-orang yang bertakwa di sisi Allah SWT. Untuk itu hidupnya selalu diwarnai dengan sikap tunduk dan patuh kepada segenap hukum-hukum Allah dengan prinsip, siap melaksanakan perintah Allah, dan siap meninggalkan segala yang dilarangNya.
Semoga lima indikasi yang telah dikemukakan di atas dapat melekat dalam kehidupan kita sehari-hari, dengan demikian kita berharap bahwa kita termasuk orang-orang yang dapat memakmurkan Masjid, dan dengan memakmurkan Masjid kita juga berharap Allah akan memberikan ridhaNya kepada kita. Dengan memiliki indikasi tersebut kita juga berharap Allah akan senantiasa memberikan hidayahNya kepada kita.

Minggu, 24 April 2011

Mewariskan Kebaikan

Mewariskan Kebaikan

Manusia sebagai makhluk tertinggi dari ciptaan Allah, haruslah menjalankan tugas dan amanat kekhalifahannya di bumi ini dengan baik. Hidup tidak boleh dimaknai hanya sebagai anugerah,  tetapi juga amanah yang menuntut tugas dan tanggung jawab.
Manusia harus bekerja keras agar mampu mewariskan kebaikan yang besar bagi umat manusia. Bahkan kalau bisa, harus lebih besar ketimbang usia yang diberikan Allah kepadanya. Dalam memaknai pekerjaan yang dilakukan, manusia memiliki pemahaman yang beragam dan berbeda-beda. Sekurang-kurangnya, ada empat tingkatan dalam masalah ini.
Pertama, orang yang bekerja untuk hidup, bukan hidup untuk bekerja. Ia memaknai pekerjaannya sekadar mencari makan dan kebutuhan hidup. Motif utama pekerjaannya adalah fisik-material. Gambaran seperti ini merupakan fenomena kebanyakan orang.
Kedua, orang yang bekerja untuk memperluas pergaulan. Ia memaknai pekerjaannya tidak hanya sekedar mencari harta, tetapi untuk memperbanyak pergaulan dan pertemanan. Motif utama pekerjaannya adalah relasi-sosial, silaturrahmi, atau komunikasi antar sesama manusia. Orang yang seperti ini biasanya memiliki pergaulan yang luas dan memiliki banyak teman.
Ketiga, orang yang bekerja untuk belajar. Ia memaknai pekerjaannya sebagai wahana mencari ilmu, menambah pengalaman, dan menguji kemampuan. Jadi, berbeda dengan kedua orang sebelumnya, motif utama kerja orang ketiga ini adalah intelektual.
Keempat, orang yang bekerja untuk berbagi kenikmatan dan mewariskan kebaikan sebesar-besarnya kepada orang lain. Ia memaknai pekerjaannya sebagai ibadah kepada Allah SWT. Motif utama pekerjaannya adalah rohani (spiritual). Firman Allah dalam surat Az-Zariyat ayat 56.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالانسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ
"Dan, aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”.
Orang keempat inilah orang yang terbaik seperti yang terungkap dalam sabda nabi Muhammad SAW, artinya : “Manusia yang terbaik adalah manuisa yang paling banyak manfa’atnya untuk orang lain". (HR Thabrani dari Jabir).
Manfa’at itu berbentuk ihsan, yakni kemampuan untuk berbagi kebaikan kepada orang lain, baik melalui harta maupun kekuasaan yang di miliki. Manfa’at itu juga bisa juga berupa sesuatu yang bersifat duniawi, seperti bantuan dalam bentuk material, atau berupa sesuatu yang bernilai agama (ukhrawi), seperti ilmu, pemikiran, dan ajaran yang mencerahkan dan membawa manusia kepada kebaikan.

Bahkan
, warisan dalam wujud yang kedua ini dianggap lebih mulia dibanding yang pertama. Mengapa? Sebab, yang kedua ini mendatangkan manfa’at lebih besar bagi manusia, tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat kelak. Wallahu a'lam.

Sabtu, 23 April 2011

Orang Yang Akan Diganti Allah Fasilitas Dunianya dengan Syurga

Orang-Orang Yang Akan Diganti Allah
Fasilitas Dunianya Dengan Syurga

Memiliki pasangan yang ideal, anak-anak yang dapat dibanggakan, harta kekayaan yang berlimpah, alat transport yang memadai, peternakan yang berkembang, sawah-ladang yang menghasilkan, adalah merupakan faktor-faktor yang dapat mengantarkan seseorang untuk memperoleh kesenangan di dunia. Hal ini tidak hanya diakui oleh manusia, tetapi Allah juga mengakui hal tersebut. Seperti yang difirmankan Allah di dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 14.
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاء وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ
Artinya: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga) “.
Namun perlu disadari bahwa, kendatipun ke enam faktor tersebut dapat memberikan kesenangan, itu hanyalah kesenangan dunia semata. Oleh karena itu, Allah mengingatkan bahwa ada yang lebih baik lagi di sisi Allah. Yaitu, bagi orang-orang yang menggunakan fasilitas dunia yang dia miliki sebagai sarana untuk mencapai prediket taqwa di sisi Allah, maka Allah akan mengganti fasilitas dunianya dengan fasilitas akhirat dalam bentuk syurga yang penuh dengan kesenangan dan kebahagiaan, dan puncak kebahagiaan yang akan dirasakan adalah keridhaan Allah yang mereka dapatkan. Hal ini termuat dalam firman Allah dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 15.
قُلْ أَؤُنَبِّئُكُم بِخَيْرٍ مِّن ذَلِكُمْ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِّنَ اللّهِ وَاللّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ
Artinya: “Katakanlah: "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?" Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah: Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya “.
Karena itu, seyogianya-lah seorang mukmin selalu berupaya dalam hidupnya agar dapat menggunakan sesuatu yang dia miliki sebagai sarana untuk mencapai gelar muttaqin di sisi Allah SWT.
Adapun indikasi orang-orang yang fasilitas dunianya akan diganti oleh Allah dengan fasilitas akhirat, seperti yang tercantum dalam firman Allah pada surat Ali Imran ayat 16-17:
الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ﴿١٦﴾ الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالأَسْحَارِ ﴿١٧﴾
Artinya: (Yaitu) orang-orang yang berdo`a: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka," (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta`at, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur “.
Sebagaimana makna ayat di atas, maka dapat di simpulkan ada enam indikasi orang-orang yang akan diganti Allah fasilitas dunianya dengan fasilitas akhirat:
  1. Mereka adalah orang-orang yang menyatakan keimanannya kepada Allah, namun dalam keimanan kepada Allah, merekapun menyadari tentu banyak kesalahan dalam kehidupan ini, karena itu mereka berdoa kepada Allah agar diberi ampunan dan di hindarkan dari azab neraka.
  2. Mereka adalah orang-orang yang sabar dalam menghadapi segala cobaan yang dihadapi.
  3. Mereka adalah orang-orang yang selalu benar dalam kehidupannya, benar dalam ucapan maupun benar dalam segala tindakan.
  4. Mereka adalah orang-orang yang melestarikan dan menabur nilai-nilai kebaikan dan ketaqwaan dalam kehidupannya.
  5. Mereka adalah orang-orang yang mau medermakan sebagian hartanya untuk menegakkan agama Allah.
  6. Mereka adalah orang-orang yang selalu memohon ampunan Allah di penghujung malam, baik dalam melaksanakan shalat tahajjud, bermunajat kepada Allah atau melaksanakan ibadah-ibadah lainnya.
Semoga kita termasuk orang-orang  yang akan diganti Allah fasilitas yang kita miliki di dunia ini dengan fasilitas Syurga.
امـِـيْــنَ يَـا رَبَّ الـْعـَالـَمِـيْـنَ

Pesan Dari Medan Untuk Briptu Norman Kamaru

Pesan Dari Medan Untuk Briptu Norman Kamaru
Firman Allah SWT. dalam surat Ali Imran ayat 26 :

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاء وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاء وَتُعِزُّ مَن تَشَاء وَتُذِلُّ مَن تَشَاء بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Artinya : “Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu “.
Menilik makna ayat di atas dapat disimpulkan, apabila Allah berkenan mengangkat martabat seseorang tidak ada seorangpun yang dapat menghalanginya, sebaliknya juga demikian, apabila Allah menghinakan seseorang, tidak ada seorangpun yang dapat menjadikannya menjadi mulia.
Sudah banyak contoh dari apa yang dikemukakan di atas. Salah satunya adalah seorang yang saat ini lagi meroket namanya dalam waktu yang singkat, dialah Briptu Norman Kamaru. Hanya sekedar tampil menyanyikan lagu India dengan gaya tarian yang khas, yang di posting di Youtube menjadikan dirinya mampu mengimbangi ketenaran bintang-bintang seleberiti yang memang sudah terkenal. Jangankan orang lain, dirinya sendiripun merasa tidak percaya akan ketenarannya saat ini.
Berbagai komentar dari sudut pandang yang berbeda memberikan penilaian. Dari semua komentar yang penulis ikuti, baik dari kalangan artis sendiri, politisi maupun masyarakat secara umum, selalu memberikan komentar yang positif, karena memang harus diakui bahwa penampilannya memiliki gaya tersendiri dan memang menghibur.
Oleh sebab itu, wajarlah kalau dari petinggi-petinggi Polri sendiri memberikan apresiasi yang positif untuk memberikan dukungan dalam mengembangkan bakatnya. Siapapun orangnya pasti tersentak kagum, betapa seorang Briptu Norman Kamaru hanya dalam hitungan hari menjadi artis terkenal, bahkan sampai hari ini, pembicaraan mengenai dirinya seolah tiada habisnya.
Betapa sambutan masyarakat ibu kota atas kehadirannya disambut dengan gegap gempita, bahkan masing-masing stasiun Televisi berupaya mengambil kesempatan untuk menghadirkannya. Sebaliknya masyarakat Gorontalo sendiri, tidak mau kalah ber-aksi, betapa mereka dengan antusias pula menyambut kepulangannya menuju kampung halaman dengan arak-arakan yang sangat luar biasa.
Subhaaanallaaaaaaaah........................................!.“Selamat penulis ucapkan kepada Briptu Norman Kamaru“.
Pesanku Untuk Briptu Norman Kamaru
Sebagai saudara sesama muslim rasanya penulis ingin meyampaikan pesan kepada Briptu Norman, kendatipun pesan ini belum tentu bisa dibaca oleh beliau, tetapi penulis merasa perlu untuk menorehkan sedikit pesan kepada beliau, hal ini adalah merupakan rasa simpati penulis kepadanya, namun di sisi lain adalah merupakan panggilan moral untuk saling mengingatkan kepada sesama ummat islam.
  1. Berbangga dalam merasakan ketenaran yang di peroleh adalah merupakan faktor manusiawi, namun ingatlah wahai saudaraku, bersyukurlah kepada Allah terhadap apa yang telah anda capai hari ini. Karena itu, kembalikan segala sanjungan dan pujian yang anda dapatkan itu kepada Allah, sebab karena Allah jualah anda bisa mendapatkan seperti apa yang anda rasakan hari ini. Sikap yang seperti ini, akan mengantarkan anda menjadi orang yang tawadhu‘ atau rendah hati dan tidak menjadi sombong.
  2. Ingatlah.......! Andai anda mengambil keputusan untuk mengembangkan bakat anda sebagai penyanyi disamping tugas anda sebagai anggota POLRI, warnailah kehidupan anda dengan nilai-nilai islami, tetaplah istiqomah dalam menjalankan ajaran islam, jangan terlena apalagi terkontaminasi dengan cara pergaulan yang tidak berbudi. Barangkali dalam hal ini tepat apabila anda mengenang pepatah“ Sejauh-jauhnya burung terbang,  akan kembali juga kesangkarnya“.
  3. Pintalah selalu nasehat kepada orang yang anda pandang arif dan bijak, sebab mutiara hikmah dan nasehat itu selalu dimiliki orang-orang yang ‘arif dan bijaksana, terutama nasehat dari ayah dan bunda, sebab merekalah yang lebih mengerti tentang karakter anda sebagai anak.
  4. Berlindunglah selalu kepada Allah, agar anda terhindar dari pola kehidupan yang glamor, dan sampaikan pinta kepada Allah, agar Allah tetap membimbing anda ke jalan yang diridhainya.
  5. Laksanakanlah harapan petinggi-petinggi POLRI untuk menjadikan anda sebagai jembatan merajut tali kasih antara masyarakat dan POLRI, karena dukungan sudah diberikan kepada anda untuk mengembangkan talenta yang anda miliki.
  6. Laksanakan tugas anda sebagai abdi negara, tapi jangan lupa kewajiban anda kepada Allah yang esa.
  7. Kepopuleran boleh dicari, tapi jadikan sikap tawadhu‘ sebagai penghias diri.
Demikian sekelumit pesan untuk orang yang hari ini menjadi ikon di masyarakat, yang sedang melayang tinggi dalam ketenarannya...............................!
Dari saudaramu se-Agama dan se Aqidah: Drs. H. Khairul Akmal Rizar Rangkuti.
Mohon pesan ini disampaikan kepada Briptu Norman Kamaru, terutama bagi yang memiliki akses kepada beliau. Dengan harapan tidak menambah dan mengurangi untaian kalimat yang tertera di dalam tulisan ini.



Jumat, 22 April 2011

Pandangan Islam Tentang Isa Al-Masih


Pandangan Islam Tentang Isa Al-Masih
Berita Kepada Maryam Bahwa dia Akan Melahirkan.
Isa Al-Masih adalah putra Maryam, ia dilahirkan tanpa Bapak dan dijadikan Allah sebagai nabi dan rasul. Untuk mendukung pembuktian kenabiannya Allah memberikan kelebihan-kelebihan kepadanya dalam bentuk mu’jizat. Berkenaan dengan hal tersebut Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Ali-Imran: 45-46.
إِذْ قَالَتِ الْمَلآئِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِّنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهاً فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ ﴿٤٥﴾ وَيُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلاً وَمِنَ الصَّالِحِينَ ﴿٤٦﴾
Artinya :
045. (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih `Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),
046. dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia termasuk di antara orang-orang yang saleh."

Mendapat informasi dari Allah melalui perentaraan malaikat, Maryam merasa tidak percaya bahwa dia akan punya anak, sebab dia belum pernah menikah dan tidak pernah melakukan perbuatan zina, sebab itu dia berucap sebagaimana yang difirmankan Allah dalam surat Ali imran : 47.

قَالَتْ رَبِّ أَنَّى يَكُونُ لِي وَلَدٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ قَالَ كَذَلِكِ اللّهُ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ إِذَا قَضَى أَمْراً فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ

Artinya:“Maryam berkata: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun." Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia“.

Dalam surat Maryam ayat 20 Allah juga berfirman, yang menggambarkan betapa cemasnya hati Maryam yang akan melahirkan seorang putra, padahal dia bukanlah seorang pezina:

قَالَتْ أَنَّى يَكُونُ لِي غُلامٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ وَلَمْ أَكُ بَغِيّاً

Artinya :“Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!".

Isa Adalah Seorang Nabi dan Rasul.
Nabi Isa dilahirkan ke dunia ini hanyalah sebagai seorang hamba, dijadikan Allah sebagai Nabi dan diberi kitab ( injil ). Nabi Isa diutus bukan untuk disembah sebagai Tuhan. Allah memberi berkah untuk kehiduannya, dan Allah memerintahkan kepadanya untuk mendirikan shalat, mengeluarkan zakat dan berbuat baik kepada ibu yang melahirkannya. Hal ini ditegaskan sendiri oleh nabi Isa, ungkapan nabi Isa tersebut dinyatakan Allah dalam Al-Qur’an surat Maryam ayat 30-32:

قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيّاً ﴿٣٠﴾ وَجَعَلَنِي مُبَارَكاً أَيْنَ مَا كُنتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيّاً ﴿٣١﴾ وَبَرّاً بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّاراً شَقِيّاً ﴿٣٢﴾
Artinya:
030. Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.
031. dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;
032. dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.
.
Dari firman Allah di atas dapat dipahami bahwa, nabi Isa hanyalah manusia yang dilahirkan tanpa Bapak, diangkat menjadi nabi dan diwajibkan melaksanakan pengabdian kepada Allah sebab dia adalah seorang hamba, bukan Tuhan yang harus disembah.

Mu’jizat dan Dakwah Nabi Isa.
Sebagai nabi yang diutus Allah, kepada nabi Isa diberikan Allah beberapa mukjizat untuk menopang dakwahnya. Diantara mu’jizat yang diberikan Allah kepadanya seperti yang terdapat dalam firman Allah pada surat Ali Imran ayat 49:

وَرَسُولاً إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُم بِآيَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُم مِّنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْراً بِإِذْنِ اللّهِ وَأُبْرِئُ الأكْمَهَ والأَبْرَصَ وَأُحْيِـي الْمَوْتَى بِإِذْنِ اللّهِ وَأُنَبِّئُكُم بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Artinya :“Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mu`jizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman."
Nabi Isa dalam dakwahnya menyatakan bahwa Allah adalah Tuhan yang wajib di sembah, dan ajaran yang dia sampaikan adalah merupakan ajaran yang benar untuk di ikuti. Pernyataan nabi Isa tersebut tertuang dalam surat Ali Imran : 51.

إِنَّ اللّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَـذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ

Artinya :“Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus".
Nabi Isa Tidak Mati Di salib.

Keyakinan yang ditanamkan kepada ummat islam tentang nabi Isa adalah, bahwa nabi Isa bukanlah mati di salib, sebab Al-Qur’an menyatkan bahwa yang dibunuh dikayu salib adalah seseorang yang wajahnya diserupakan dengan wajah nabi Isa. Bahkan menurut Al-Qur’an, mereka sendiripun berada dalam keraguan tentang apakah yang dibunuh di kayu salib tersebut nabi Isa atau bukan. Dalam hal ini Allah berfirman dalam surat An-Nisa‘ ayat 157-158:  

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَـكِن شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُواْ فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِّنْهُ مَا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلاَّ اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِيناً ﴿١٥٧﴾ بَل رَّفَعَهُ اللّهُ إِلَيْهِ وَكَانَ اللّهُ عَزِيزاً حَكِيماً ﴿١٥٨﴾
Artinya:
157. dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, `Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan `Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) `Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah `Isa.
158. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat `Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Meyakini Nabi Isa Tuhan Adalah Kafir.

Allah SWT. menyatakan, bahwa orang-orang yang memandang dan menjadikan nabi Isa sebagai Tuhan adalah kafir. Hal ini dinyatakan Allah dalam firmannya dalam surat Al-Maidah ayat 17  :

لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَآلُواْ إِنَّ اللّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ قُلْ فَمَن يَمْلِكُ مِنَ اللّهِ شَيْئاً إِنْ أَرَادَ أَن يُهْلِكَ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ وَمَن فِي الأَرْضِ جَمِيعاً وَلِلّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَاللّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya :“ Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam". Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?" Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu“.
Dalam ayat ini Allah menyatakan bahwa Isa Al-Masih bukanlah Tuhan, bahkan menjadi kafirlah orang yang menjadaikannya Tuhan. Di sisi lain Allah membuat argumentasi, andaikan Allah berkehendak untuk membinasakan Isa dan ibundanya Maryam, tidak seorangpun yang mampu untuk menghalanginya, bahkan nabi Isa sendiripun tidak mempunyai kemampuan untuk itu.
Kesimpulan:
  1. Kelahiran nabi Isa adalah merupakan sebagian dari tanda kekuasaan Allah, sebab dia dilahirkan tanpa seorang Bapak.
  2. Maryam sebagai ibu dari nabi Isa, adalah wanita suci yang tidak pernah melakukan perbuatan zina. Kalaupun dia bisa mengandung, itu adalah semata-mata atas kehendak dan kuasa Allah.
  3. Nabi Isa adalah sebagai seorang nabi, bukan tuhan yang wajib di sembah, bahkan nabi Isa sendiri yang menyatakan bahwa dia hanyalah seorang Rasul.
  4. Sebagai seorang Nabi dan Rasul kepada nabi Isa diberikan Allah beberapa mu’jizat sebagai pembuktian bahwa dia benar sebagai seorang nabi dan rasul.
  5. Dalam keyakinan ummat islam, nabi Isa bukan mati di disalib. Yang disalib orang-orang yang ingin membunuhnya adalah seseorang yang wajahnya diserupakan Allah dengan wajah nabi Isa.
  6. Allah mengangkat derajat nabi Isa kederajat yang tinggi di sisinya.
  7. Ummat islam wajib percaya kepada keberadaan nabi Isa sebagai nabi dan rasul, namun haram atau menjadi syirik hukumnya bila meyakini beliau sebagai Tuhan.
Tulisan ini dibuat dalam kaitan hari libur Nasional pada hari ini………...........!( Jum’at 22 April 2011 ). Semoga memberi pencerahan dalam ‘Aqidah Islamiyah.