Jumat, 28 Oktober 2011

Syi’ar Agama Islam Di Bulan Dzulhijjah


Syi’ar Agama Islam Di Bulan Dzulhijjah
Berdasarkan hitungan Kalender Hijriyah, hari ini ( jum’at 28 Oktober 2011) bersesuaian dengan tanggal 1 Dzulhijjah 1432 H. Pada bulan Dzulhijjah ini banyak terdapat syi’ar-syiar agama Islam, diantaranya:
Pertama: Adanya perintah Allah bagi ummat Islam yang mempunyai kemampuan untuk menunaikan ibadah haji ke Makkah Al-Mukarromah. Adapun dalil dari perintah haji ini tertuang dalam firman Allah pada surat Ali Imron: 97 .
وَلِلّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ الله غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ ………
“ …….. mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam “.

Kedua: Adanya perintah Allah dan Rasulnya bagi orang-orang yang mampu untuk menyembelih binatang Qurban, yang dijadikan sebagai upaya untuk beribadah kepada Allah. Dalam hal ini Allah berfirman pada surat Al-Kautsar: 1-3.  إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ  فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ  إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ
”Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni`mat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus”.
Berkenaan dengan perintah berqurban ini, para Ulama’ berbeda pendapat mengenai hokum berqurban tersebut. Ada yang berpendapat wajib dan ada yang berpendapat sunnat muakkad.

Ketiga: Disunnatkan berpuasa pada bulan Dzulhijjah pada hari-hari yang dilalui di awal bulan ini. Bagi yang mampu sebaiknya dimulai sejak tanggal satu sampai sembilan Dzulhijjah. Namun bagi yang merasa berat, minimal berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Keempat: Disyari’atkan untuk melaksanakan shalat Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah, baik di Masjid-Masjid maupun di lapangan.

Kelima: Pada bulan Dzulhijjah dikenal adanya hari-hari tasyrik, yang padanya disunnatkan bagi ummat Islam untuk bertakbir sesudah pelaksanaan shalat-shalat fardhu. Hari-hari tasyrik yang dimaksud adalah tanggal, 11,12 dan 13 Dzulhijjah, dan pelaksanaan takbir berakhir setelah selesai pelaksanaan shalat ashar pada tanggal 13 Dzulhijjah.

Mari kita laksanakan syi’ar-syi’ar agama Allah di bulan Dzulhijjah ini, semoga Allah memberi keridhaannya kepada kita.
امـِـيْــنَ يَـا رَبَّ الـْعـَالـَمِـيْـنَ


Jumat, 21 Oktober 2011

Muhasabah Buat Kita Hari ini

Allah Maha Tahu
Saudaraku………………!
Banyak hal yang selalu menimpa kita, terkadang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan dan harapkan. Mungkin kita semua pernah mengalaminya, usaha dan ikhtiar telah kita maksimalkan, tapi hasil yang kita peroleh tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.
Boleh jadi kita kecewa, menyesali diri, atau bahkan lebih ekstrem lagi ada yang sampai berprasangka buruk atas ketentuan Allah padanya, ungkapan-ungkapan kekecewaan, keluhan sering kali meluncur dari lisan kita, ada yang beranggapan bahwa Allah tidak Adil, Allah tidak menyayangi kita, karena hasil yang dicapai tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan.
Semoga kita terhindar dari sikap yang demikian. Sadarlah……………  bahwa Allah lebih mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya. Ketentuan Allah itu mungkin tidak bisa terjangkau oleh pikiran kita, kita baru tersentak sadar ketika hari telah berganti, waktu telah berlalu,  ternyata hal yang terjadi pada kita mengandung berbagai hikmah yang luar biasa, dan kita baru sadar bahwa itulah yang terbaik bagi kita.
Sekali lagi………! Kita harus menyadari bahwa Allah lebih mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya, akal manusia sangatlah terbatas, terkadang tidak mampu mengungkap dan mengurai seluruh hikmah dari ketentuan Allah. Boleh jadi apa yang kita anggap baik bagi kita, ternyata buruk untuk kita. Demikian pula sebaliknya, boleh jadi sesuatu yang kita anggap buruk bagi kita, justru baik pula untuk kita. Dan Allah mengetahui rahasia dari semua itu. 
Allah befirman dalam Al-Qur’an:
وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ …..
“………..Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS Al-Baqarah :216).
Kita mempunyai rencana, tapi…… Allah juga punya rencana untuk kita, bahkan mungkin rencana Allah-lah yang terbaik buat kita, walaupun mungkin kita menganggapnya sebuah musibah ataupun hal yang tidak kita sukai, tetapi sekali lagi, akal manusia, nalar kita sering dihadapakan akan keterbatasan-keterbatasan yang tidak mampu mengungkap hikmah dibalik itu semua.
Kita harus senantiasa siap menghadapi semua itu, mengkondisikan diri kita terhadap hal-hal yang mungkin terjadi di luar perkiraan dan harapan kita. Tugas kita hanyalah menyempurnakan ikhtiar, berdoa, lalu bertawakal kepada Allah, sedangkan hasilnya  Allah-lah yang menentukan.  
Boleh jadi Allah tidak memberikan apa yang kita inginkan sekarang, tetapi Allah memberikan yang kita inginkan pada saat kita butuhkan, Allah lebih mengetahui kebutuhan hamba-hamba-Nya.
Saudaraku……….... itulah yang harus kita yakini bahwa semua yang terjadi adalah ketentuan terbaik dari Allah, sehingga apapun yang terjadi hati kita senantiasa Ridho dan ikhlas serta lapang dada atas ketentuan Allah, disinilah letak ketenangan hidup bagi seorang mukmin.
Memang  berbicara tak semudah berkhayal, berbuat tak semudah berbicara, akan tetapi marilah kita berupaya dengan sungguh-sungguh agar kita senantiasa ridho dan ikhlas serta lapang dada atas segala ketentuan Allah kepada kita, sehingga kita terhindar dari prasangka-prasangka buruk terhadap Allah, sebab berprasangka buruk kepada Allah adalah suatu dosa yang akan mengotori jiwa kita.
Semoga kita senantiasa diberikan Allah kemudahan untuk Ridho dan Ikhlas menerima segala ketentuan-Nya, karena sesungguhnya Allah Lebih tahu apa yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya. 

Senin, 17 Oktober 2011

Selamat Jalan, Sarwo Edi Harahap

Berkah Al-Qur’an, Sarwo Edi Harahap S.Ag
Berangkat Menunaikan Ibadah Haji

Kebenaran janji Allah dan RasulNya terhadap orang-orang yang mempelajari dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an telah banyak terbukti, terutama untuk para Qori’-Qori’ah yang telah meraih prestasi dibidang seni baca Al-Qur’an dalam mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an.
Saat ini banyak Kepala Daerah yang menyiapkan hadiah ongkos naik haji terhadap pemenang yang meraih prestasi dalam kegiatan MTQ. Dalam hal ini termasuk Walikota Medan, memberikan ongkos naik haji bagi beberapa orang pemenang MTQ untuk tahun 2011 ini, salahsatunya adalah Sarwo Edi Harap, yang hari ini ( senin, 17 Oktober 2011 ) masuk Asrama haji dan Insya Allah besok ( selasa, 18 Oktober 2011 ) akan terbang menuju Makkah Al-Mukarromah untuk menunaikan ibadah haji.
Pasilitas yang diperoleh oleh para Qori’-Qori’ah tersebut, menurut hemat penulis tidak terlepas dari keberkahan mendalami dan mengamalkan Al-Qur’an, sehingga atas izin Allah mereka dapat melaksanakan ibadah haji. Seperti Sarwo Edi Harap yang tahun ini berangkat menunaikan ibadah haji, sesungguhnya beliau sudah malang melintang mengikuti Musabaqah Tilwatil Qur’an dari sejak tahun sembilanpuluhan yang lalu. Satu ketika beliau berhasil menjadi yang terbaik, namun pada saat yang lain beliau gagal menjadi pemenang. Tetapi dengan ketekunan dan semangat pantang menyerah, beliau tetap tidak bosan mengikuti MTQ tersebut, walaupun ia harus mengikuti MTQ dari tingkat Kecamatan. Dengan ketekunan dan semangat tersebut, rupanya Allah meridhainya, beliau berhasil meraih prestasi dalam kegiatan Musabaqah Tilwatil Qur’an tahun 2011 tingkat Kota Medan sebagai pemenang terbaik satu untuk Golongan Dewasa Putera.
Penulis merasa bersyukur atas keberangkatannya menunaikan ibadah haji karena beliau adalah salah satu anak didik penulis dalam bidang seni baca Al-Qur’an.  Untuk itu kepada Qori-Qori’ah, khususnya yang tergabung dalam “ Wadah Silaturrahmi Qori-Qori’ah” (WASIQOH) Sumatera Utara, saya menghimbau agar tetap bergairah dan tekun dalam mempelajari, mendalami dan mengamalkan Al-Qur’an. Sebab, janji Allah dan Rasulnya terhadap orang-orang yang menjadi “ Hamalatul Qur’an “ pasti benar adanya, namun perlu disadari bahwa mempelajari Al-Qur’an dan mengikuti MTQ hendaknya bukan bertujuan agar memperoleh ongkos naik haji, tetapi yakinlah kalau Allah menghendaki tentu segala pintu untuk itu bisa dibuka oleh Allah. Ingatlah firman Allah dalam Al-Qur’an:
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجاً ﴿٢﴾ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْراً
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”. ( Q.S. At-Tholaq 2-3 ).
Saya berdoa semoga Qori-Qori’ah khususnya yang tergabung dalam “ Wadah Silaturrahmi Qori-Qori’ah” (WASIQOH) Sumatera Utara, mendapatkan kesempatan yang sama seperti Sarwo Edi Harap untuk menunaikan ibadah haji ke Makkah Al-Mukarromah.
Kepada Sarwo Edi Harap saya ucapkan selamat jalan dan selamat kembali ke tanah air, semoga Allah memberi kemudahan dalam melaksanakan segenap rangkaian ibadah haji yang akan dilaksanakan, dan semoga menjadi haji yang Mabrur ( yang berterima di sisi Allah SWT ).
امـِـيْــنَ يَـا رَبَّ الـْعـَالـَمِـيْـنَ

Minggu, 16 Oktober 2011

Anak Band' Filipina Masuk Islam

Vanni, 'Anak Band' Filipina yang Jatuh Hati pada Islam
Ia minta dipanggil Vanni saja. Usianya kini 29 tahun. Sejak kecil, ia menjadi anggota tetap paduan suara di gerejanya, menjadi anggota Parish Youth Ministry, dan kemudian bermusik.

Menginjak remaja, lajang yang kini tinggal di Manila ini bercita-cita menjadi pastor. Ia giat mendalami agama dan banyak berdiskusi dengan pastor senior, antara lain Pastor Benjie. Dari dia pula, ia mengenal Islam pertama kalinya. "Bapa  Benjie menceritakan bahwa dalam Islam memuliakan Yesus dan juga ibunya, maria," ujarnya.
Menjelang lulus sekolah menengah, ia semakin banyak menghabiskan waktu di gereja. Ia bulat bercita-cita sebagai pelayan Tuhan.
Namun, ia mengaku, tanda tanya muncul kemudian. "Mengapa dalam kepercayaan Katolik dan juga Kristen, kami lebih banyak bicara soal Yesus? Mengapa bukan Yaweh, Sang pencipta?" ujarnya. Ia berhenti bertanya karena tak ada jawaban yang memuaskannya.
Suatu hari, ia terlibat pembicaraan dengan drummer di band yang dipimpinnya. Sang drummer baru balik Islam, bahasa Filipina untuk orang yang memasuki agama Islam. "Saya tertawa ketika dia bilang alasan kepindahan keyakinannya karena dia mulai kehilangan kepercayaan pada Yesus," ujarnya.
Sang teman, tak menceritakan lebih jauh soal itu, dengan alasan beragama adalah soal keyakinan pribadi.

Vanni yang penasaran, mencari jawabannya sendiri. ia meminjam buku-buku keislaman dari pegawainya yang beragama Islam. Ia juga membeli dua buku yang menurutnya 'sangat mencerahkan', yaitu Christ in Islam karya Shaykh Deedat dan Islam in Focus, karya Hammudah Abdalati.

Seumur hidupnya bertanya soal Tuhan, baru dalam buku itulah ia menemukan jawaban. Ia makin giat menggali kandungan Islam. Hingga di satu titik, ia berpendapat sama dengan temannya yang lebih dulu berislam.
Ibunya berduka saat ia mengemukakan keinginannya untuk masuk Islam. Teman-temannya juga mencemoohnya. Bahkan, utusan gereja dikirim padanya khusus untuk menyadarkannya. "Namun saya bilang pada mereka, 'Jika kalian bisa menjawab dengan memuaskan pertanyaan saya, maka saya akan menghentikan niat saya'," ujarnya. Mereka semua menggeleng dan pulang.
Apa yang ditanyakannya? Vanni hanya melontarkan satu pertanyaan, "Apakah Yesus pernah mengklaim dirinya Tuhan di hadapan para jamaahnya?"
Ia bulat berislam. Demi menghindari gejolak, ia terbang ke Dubai, menemui sepupunya yang telah lebih dulu menjadi Muslim. Di kota itu, ia bersyahadat di depan ulama setempat yang berdarah Filipina.
"Saya berislam tanggal 23 Mei 2008 setelah hampir setahun persis saya mempelajari Islam," katanya, yang mengaku masih belajar Islam antara lain melalui situs Islamweb.net.
Sumber data:
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/10/11/lsvm8y-vanni anak-band-filipina-yang-jatuh-hati-pada-islam