Hindari Penyakit RohaniManusia diciptakan Allah terdiri dari unsur jasmani dan unsur rohani. Kedua unsur ini bisa mengalami sakit, yang dikenal dengan penyakit jasmani dan penyakit rohani. Sayang, manusia umumnya lebih pokus menghadapi penyakit jasmani daripada penyakit rohani. Segala upaya untuk sembuh dari penyakit jasmanipun dilakukan, tidak peduli berapa besar biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan kesembuhan. Tapi banyak manusia yang tidak menyadari bahwa ia sedang ditimpa penyakit yang sangat berbahaya, bahkan sangat ia nikmati. Penyakit tersebut adalah penyakit rohani. Penyakit fisik dampaknya hanya pada orang yang bersangkutan, tapi penyakit rohani yang menimpa seseorang dapat berdampak luas, baik terhadap masyarakat luas, maupun lingkungan alam.Penyakit rohani antara lain adalah:1. Rakus. Rakus ini meliputi rakus terhadap kekuasaan/kedudukan dan rakus terhadap harta. Orang yang rakus terhadap kekuasaan, biasanya rela melakukan apa saja demi untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan tersebut. Orang yang rakus terhadap harta biasanya tidak akan pernah merasa cukup dengan apa yang sudah ia miliki. Sikap rakus ini akan menggiring manusia untuk melakukan tindakan yang tidak terpuji. Misalnya, melakukan korupsi, mengeksploitasi sumber daya alam secara tidak terkendali tanpa adanya tanggung jawab moral, yang berujung pada hancurnya sumber daya alam dan lingkungan yang pada akhirnya akan menyengsarakan masyarakat.2. Kemewahan. Orang yang dihinggapi penyakit ini merasa status sosialnya akan terangkat apabila dapat mempertontonkan kemewahan yang dimilikinya. Biasanya orang seperti ini kurang peka terhadap penderitaan masyarakat sekitarnya. Bahkan ada yang mengisolasi diri dari masyarakat sekitarnya dengan memagar rumah mewahnya dengat tembok yang tinggi sehingga orang lain tidak bisa berkomunikasi dengannya. Maka sikap merendahkan orang lainpun merupakan kebiasaannya sebab ia merasa tidak selevel dengan orang lain tersebut.3. Dengki (hasad). Penyakit ini ditandai dengan merasa dia tidak senang terhadap kesuksesan orang lain. Dirinya selalu dirasuki pikiran negatif. Orang seperti ini bisa diumpamakan seperti kayu yang dimakan bubuk, dari luar kelihatannya utuh, tapi di dalam keropos. Sering berusaha melakukan cara-cara yang tidak terpuji untuk membuat orang lain celaka, misalnya menciptakan fitnah, menjadi provokator. Dia bahagia kalau orang menderita, sebaliknya dia sangat kecewa kalau orang yang dibencinya mendapatkan kesenangan atau kesuksesan. Sering pula terjadi pengkhianatan terhadap orang yang mengangkat dan memperbaiki nasibnya. Setelah memiliki kedudukan, maka dalam perjalanan waktu ia berusaha untuk menghancurkan orang yang telah berjasa memperbaiki nasibnya.4. Riya. Jenis penyakit ini adalah penyakit yang diderita seseorang yang selalu ingin dipuji, ingin dilihat orang dalam beramal. Tidak ada keikhlasan dalam beribadah dan beramal.5. Kikir. Seseorang yang dihinggapi penyakit ini sangat susah mengeluarkan hartanya untuk tujuan amal. Dia selalu berpikir bahwa dengan membelanjakan harta untuk tujuan amal akan mengurangi hartanya. Padahal dalam syari’at islam diajarkan bahwa pada harta yang kita miliki terdapat hak orang lain, itu artinya kita menzalimi orang fakir-miskin ketika kita tidak memberikan haknya.6. Sombong. Orang yang dihinggapi penyakit ini selalu memandang rendah terhadap orang lain, dia merasa dirinyalah yang paling hebat. Banyak faktor yang menyebabkan orang menjadi sombong, bisa karena kedudukan dan posisi jabatan, bisa karena dia merasa lebih pintar dari orang lain, lebih kaya dan lain sebagainya.7. Munafik. Manusia yang munafik hidupnya dipenuhi sifat penuh kepura-puraan. Kalau bicara penuh dengan kedustaan, bila berjanji selalu mengingkari, bila menerima amanah selalu dia khianati. Itu ciri-ciri munafik yang disebut rasul. Orang munafik ini sangat berbahaya, karena ibarat ungkapan yang selalu dikemukakan, orang munafik seperti musuh dalam selimut, menggunting dalam lipatan, pagar makan tanaman, ular berkepala dua. Memuji saat didepan kita tapi mencaci saat dibelakang kita. Orang munafik sanggup melakukan segala macam pengkhianatan dan dusta demi untuk mendapatkan keuntungan buat dirinya atau kelompoknya.Penyakit-penyakit rohani tersebut akan membawa dampak yang tidak baik terhadap kehidupan masyarakat, bahkan bisa berdampak sangat merusak, baik terhadap manusia maupun terhadap lingkungan. Tapi sayangnya orang yang dihinggapi penyakit ini banyak yang tidak merasa sakit, justru banyak yang merasa bangga terhadap penyakit tersebut, bahkan dia menikmati penyakit rohani yang bersarang di dalam dirinya.Semoga kita terhindar dari segala macam penyakit Rohani.
Jumat, 11 Mei 2012
Penyakit Rohani
Sabtu, 05 Mei 2012
MTQ Ke 33 Sumut 2012
MTQ SUMUT MALAM INI BERAKHIRMTQ Nasional ke 33 Propinsi Sumatera Utara yang dilaksanakan di Kabupaten Serdang Bedagai sejak tanggal 28 April malam ini akan berakhir. Seluruh peserta dari berbagai cabang yang diperlombakan sudah menampilkan kemampuannya masing-masing.Kafilah Serdang Bedagai sebagai tuan rumah pelaksanaan MTQ ini, dan Kafilah Kota Medan berpeluang untuk meraih juara umum, sebab dua Daerah ini pesertanya terbanyak masuk ke babak Final, kemudian diikuti utusan dari PTPN wilayah satu.Dari pengamatan yang ada sebenarnya Qori-Qori’ah Sumatera Utara banyak yang berpotensi, hanya tinggal bagaimana mengembangkan potensi yang ada sehingga mereka mampu bersaing dengan Qori-Qori’ah dari Daerah lain pada saat mengikuti MTQ Nasional nantinya.Dari sudut bacaan yang berkaitan dengan Tajwid Al-Qur’an sebenarnya secara umum sudah baik, hanya kalaupun ada kelemahan hanya tinggal memperbaiki bagaimana bacaan agar lebih baik dalam penyebutannya.Dalam bidang lagu dan variasi, Qori-Qori’ah Sumatera Utara juga tidak kalah dengan Qori-Qori’ah dari Daerah lain. Hanya menurut hemat saya, secara umum kelemahan Qori-Qori’ah Sumatera Utara adalah di bidang kemampuan suara terutama Power suara. Hal ini boleh jadi dikarenakan kurangnya latihan secara fisik, demikian pula dengan olah vocal suara. Apabila boleh dibandingkan dengan Qori-Qori’ah dari daerah lain, misalnya DKI Jakarta dan Jawa Barat, ketahanan/keutuhan suara Qori-Qori’ah Sumatera Utara belum mampu mengimbangi ketahanan/keutuhan suara mereka. Hal ini sejatinya menjadi PR bagi yang berkompeten dalam menangani Qori-Qori’ah terutama pengurus LPTQ.Saya tidak tahu persis apakah selama ini apabila dilaksanakan pemusatan latihan para Qori-Qori’ah ada latihan fisik atau tidak. Andaikan ada, barangkali hal itu perlu ditingkatkan, namun andaikan selama ini tidak ada latihan fisik, tentu pada pelatihan-pelatihan yang akan datang perlu diagendakan.Semoga MTQ tahun ini mampu memberikan motivasi yang baru bagi masyarakat untuk lebih banyak lagi mempelajari ilmu-ilmu yang terkait dengan Al-Qur’an terutama bagi para Qori-Qori’ah.Akhirnya saya ucapkan selamat bagi para peserta yang nantinya diumumkan sebagai peserta terbaik, dan bagi yang belum berhasil bukan berarti harus berputus asa, tapi jadikanlah sebagai cambuk untuk lebih giat lagi belajar agar di tahun berikutnya bisa meraih prestasi yang baik.
Minggu, 29 April 2012
MTQ SUMUT
![]() |
| MIMBAR TILAWAH MTQ SUMUT KE 33 |
Pengamat MTQ MUSABAQAH TILATIL QUR’ANMERUPAKAN HARI RAYA QARI-QARI’AHDi Indonesia Musabaqah Tilawtil Qur’an adalah merupakan tugas Nasional, dimana pelaksanaanya rutin dilaksanakan sejak dari tingkat Kelurahan sampai ke Tingkat Nasional. Untuk tingkat Nasional tahun 2012 ini adalah merupakan MTQ yang ke 24, yang akan dilaksanakan di Ambon. Sedangkan untuk tingkat Propinsi Sumatera Utara tahun ini adalah merupakan MTQ yang ke 33, dilaksanakan di Kabupaten Serdang Bedagai sejak tanggal 27 April 2012 – 5 Mei 2012.
Semarak MTQ bagi masyarakat Islam tentunya sangat berkesan, terutama bagi para Qari-Qari’ah dan peserta cabang lain yang di Musabaqahkan dalam MTQ ini. Ibarat hari Raya sepertinya MTQ ini merupakan Hari Raya-nya para Qari-Qari’ah. Sebab yang dapat dirasakan adalah suasana keislaman yang sangat membahagiakan, ditambah lagi bagi masyarakat Islam yang dapat hadir di arena MTQ tersebut, khususnya bagi para Qari-Qari’ah tentu dapat menikmati indahnya alunan ayat-ayat Al-Qur’an yang dibaca oleh masing-masing pesrta dalam MTQ ini.
Kemudian even MTQ ini juga merupakan kesempatan bersilaturrahmi bagi para Qori-Qori’ah dan peserta lainnya yang dating dari berbagai Daerah.
Di sisi lain, MTQ ini tentunya merupakan uji kemampuan sejauh mana kemampuan seorang Qari atau Qari’ah dalam membaca Al-Qur’an. Oleh karena itu, sejatinya dihati para peserta tidak hanya berpikir untuk menjadi pemenang semata, tetapi harusnya even MTQ ini dijadikan sebagai motivasi diri untuk lebih dapat mendalami ilmu Pengetahuan yang tertuang dalam Al-Qur’an. Sebab, ilmu pengetahuan dalam Al-Qur’an tidak hanya terkait dengan Qira’at atau cara membacanya semata, tetapi banyak lagi cabang-cabang ilmu pengetahuan lain yang termuat dalam Al-Qur’an.
Kenyataan menunjukkan bahwa secara umum (ma’af kalau sifatnya memvonis) para Qori-Qori’ah dalam mempelajari Al-Qur’an baru sampai kepada tingkat membaca, belum sampai kepada penguasaan makna yang terkandung di dalam ayat-ayat yang dibaca. Hal ini dapat terlihat masih terbatasnya kemampuan Qori-Qori’ah dalam hal waqof wal Ibtida’ dalam membaca Al-Qur’an. Hal ini terbukti manakala peserta mendapat maqra’ atau ayat yang akan dibaca masih sibuk mencari seseorang yang dapat menunjukkan tentang waqof wal Ibtida’ pada ayat yang akan dibaca. Sebab itulah Penulis mengemukakan di atas bahwa seharusnya MTQ ini dijadikan sebagai motivasi diri untuk lebih dapat mendalami ilmu Pengetahuan yang tertuang dalam Al-Qur’an.
Kemudian di sisi lain diharapkan kepada para petinggi LPTQ ( Lempaga Pengembangan Tilawatil Qur’an ) dapat memperhatikan bahkan mempasilitasi Majlis-Majlis Pembinaan Tilawah Al-Qur’an agar ke depan Qori-Qori’ah lebih memperoleh peningkatan dalam menguasai ilmu pengetahuan yang ada dalam Al-Qur’an.
Kemudian peran aktif Pemerintah Daerah untuk memberi perhatian sekaligus mendukung setiap pembinaan Tilawah Al-Qur’an ini Mutlak diperlukan. Hendaknya jangan ada kesan dimana Pemerintah Daerah baru dekat dengan Qori-Qori’ah dan memperhatikan mereka pada saat dilaksanakan MTQ semata, setelah selesai MTQ Qori-Qori’ah-pun dilupakan begitu saja.Semoga tulisan sederhana ini dapat menjadi renungan bagi kita semua untuk meningkatkan prestasi Qori-Qori’ah dan yang mendalami cabang lain dari yang di Musabaqahkan, khususnya Qori-Qori’ah Sumatera Utara.
Akhirnya saya Ucapkan kepada para Qori-Qori’ah : “SELAMAT MENGIKUTI MTQ KE 33 TINGKAT SUMATERA UTARA TAHUN 2012”. Semoga Allah meridhai kita semua.
امـِـيْــنَ يَـا رَبَّ الـْعـَالـَمِـيْـنَ
Jumat, 27 April 2012
Empat Jenis Manusia
Empat Jenis Manusia
Ada empat jenis manusia:Pertama: Manusia yang tahu, tetapi dia tidak tahu bahwa sebenarnya dia tahu. Itulah orang yang lalai. Oleh sebab itu berilah dia peringatan. Sebab, orang yang seperti ini mudah dimanfaatkan orang lain.Kedua: Manusia yang tidak tahu, dan tidak tahu pula bahawa dia tidak tahu. Itulah orang yang bodoh dan degil. Inilah orang yang disebut sok pintar, bicaranya selalu meninggi walaupun sebenarnya ilmunya tidak ada. Jauhilah orang yang seperti ini sebab bibit kesombongan ada pada dirinya.Ketiga: Manusia yang tidak tahu dan dia mengerti bahawa dia tidak tahu. Itulah orang yang awam. Oleh karena itu, ajarilah mereka sebab mereka perlu arahan dan bimbingan.Keempat: Manusia yang tahu dan dia tahu pula bahawa dia memang tahu. Itulah orang yang berilmu. Oleh sebab itu, bergaullah dengan mereka, raihlah ilmu daripadanya, sebab engkau akan beruntung bila bergaul dengan mereka.Ketahuilah …… Bahwa Imam Syafi’i pernah berkata:Kalau aku berdebat dengan orang yang pintar pasti aku selalu menang. Tetapi kalau aku berdebat dengan orang yang bodoh, aku akan selalu kalah.Apa maksudnya…………….?.Maksud adalah: Kalau Imam Syafi’i berdebat dengan orang yang pintar, kendatipun Dia kalah dalam berdebat, Dia tetap merasa menang, sebab dengan argumentasi yang dikemukakan oleh lawan bicaranya, Imam Syafi’i merasa bahwa dia mendapatkan ilmu dari orang tersebut, dan itu adalah suatu keberuntungan dan kemenangan. Tapi apabila dia berdebat dengan orang yang bodoh, walaupun Imam Syafi’i menang dalam perdebatan tersebut, tetap saja dia merasa kalah. Sebab, Imam Syafi’i merasa bahwa dia tidak mendapatkan ilmu dari lawan bicaranya.Sayangnya……….! Dewasa ini banyak orang yang tidak tahu, tapi selalu merasa tahu, sehingga tidak heran, yang tidak meguasai ekonomi-pun di sebut Pakar Ekonomi, yang tidak menguasai Hukum Tata Negara disebut Pakar Hukum Tata Negara, yang tidak menguasai undang-undang disebut Pakar hukum dan lain sebagainya. Yang lebih celaka lagi adalah yang tidak menguasai agama disebut pakar agama dan ulama’. Maka tidak heran kalau fatwanya menyimpang dari ajaran yang sebenarnya, sebab dia tidak mengerti tentang wajah istidlal dalam mengambil ketetapan hukum dari Al-Qur’an dan Hadits.Kalau begitu benar kata Rasul: “Apabila suatu persoalan/urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah saat kehancurannya”.Saudaraku…………………..!Bagaimana dengan kondisi kita di Indonesia?. Apakah penomena seperti paparan di atas terjadi di bumi pertiwi ini?.Tentu jawabannya ada di benak Anda……………………………………!Mari kita bekerja sesuai dengan disiplin ilmu yang kita miliki. Dan ingatlah, manusia itu masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun yang perlu kita sadari adalah……….. Kelebihan yang ada pada diri kita bukan untuk di sombongkan, dan kekurangan yang ada jangan merasa diri menjadi rendah dan hina.
Senin, 23 April 2012
Kepemimpinan Nabi Muhammad
Nabi MuhammadPemimpin Yang Bijaksana
Pada peperangan Badar pasukan Islam yang sedikit mampu mengalahkan pasukan kafir yang jumlahnya jauh lebih banyak. Pasukan ummat Islam di pimpin langsung oleh Rasulullah, sementara pasukan kafir di pimpin oleh Abu Jahal.Ummat Islam pulang dengan hati yang gembira, mereka membawa kemenangan juga harta rampasan perang serta para tawanan perang, Sementara orang-orang kafir pulang dengan muka yang tertunduk penuh dengan kekecewaan. Demikian pula orang-orang Yahudi dan orang-orang munafik yang tinggal di Madinah, mereka sangat kecewa atas kekalahan orang-orang kafir yang menyerang Rasulullah dan ummat Islam. Sebab mereka berharap ummat Islam kalah dan Muhammad terbunuh.Terhadap tawanan perang Nabi Muhammad belum memutuskan harus diapakan mereka. Dalam keadaan seperti itu Abu Bakar memberikan saran agar mereka dibebaskan setelah member uang tebusan. Nabi diam dan tidak menjawab saran Abu Bakar.Kemudian Umar Ibnu Khattab memberikan pendapatnya, agar semua tawanan dihukum mati karena mereka adalah musuh-musuh Allah. Mereka telah memerangi Nabi dan kaum Muslimin. Akan tetapi, Nabi pun tidak menjawab usulan Umar.Terhadap dua pendapat ini kaum Muslimin terbagi dua. Sebagian mendukung pendapat Abu Bakar dan yang lain mendukung usulan Umar. Tentu, apabila Nabi salah menyikapi perbedaan pendapat ini tentu akan terjadi perpecahan.Kemudian Nabi menghadap kaum Muslimin untuk menyampaikan keputusannya. Namun, sebelum beliau menyampaikan keputusan terlebih dahulu Nabi memuji Abu Bakar dengan kata-kata: “Ibarat malaikat, Abu Bakar itu seperti Mikail yang diturunkan Allah membawa sifat pemaaf kepada hamba-Nya. Ibarat Nabi, Abu Bakar seperti Ibrahim yang berkata, ‘Barang siapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barang siapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau(Allah), Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.Kaum Muslimin yang mendukung pendapat Abu Bakar hati mereka menjadi senang.Kemudian, Nabi memuji Umar dengan kata-kata: “Ibarat malaikat, Umar itu seperti Jibril diturunkan membawa kemurkaan dari Allah dan bencana terhadap musuh-musuh. Ibarat Nabi, Umar itu seperti Nuh yang mengatakan, ‘Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.”Para pendukung pendapat Umar-pun mereka merasa senang.Abu Bakar dan Umar merasa senang. Sebab, Nabi tidak menyalahkan pendapat mereka. Sahabat-sahabat lain juga senang, baik yang pro-Abu Bakar maupun Umar. Tetapi, tugas pemimpin tidak hanya membuat pengikutnya menjadi senang tanpa ada keputusan. Bagaimanapun Nabi harus memilih salah satu dari dua pendapat itu. Maka, Nabi memilih pendapat Abu Bakar walaupun kemudian pilihan itu ditegur oleh Allah SWT. Teguran Allah tersebut tertuang dalam Al-Qur’an surat Al-Anfal ayat 67-68:مَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَن يَكُونَ لَهُ أَسْرَى حَتَّى يُثْخِنَ فِي الأَرْضِ تُرِيدُونَ عَرَضَ الدُّنْيَا وَاللّهُ يُرِيدُ الآخِرَةَ وَاللّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ ﴿٦٧﴾ لَّوْلاَ كِتَابٌ مِّنَ اللّهِ سَبَقَ لَمَسَّكُمْ فِيمَا أَخَذْتُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ ﴿٦٨﴾“ Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawiyah sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Kalau sekiranya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Allah, niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar karena tebusan yang kamu ambil“. (QS.Al Anfaal: 67-68).Tatkala pendapatnya tidak dipilih Nabi, Umar ridha. Dan tatkala pendapat Umar dibenarkan Allah, Umar-pun tidak menepuk dada, apalagi sampai menyalahkan Nabi. Pemimpin yang bijaksana juga akan melahirkan umat yang bijaksana.Saudaraku………………! Bagaimana dengan Pemimpin dan Rakyat kita saat ini?.Jawabannya tentu ada pada diri pembaca.
Langganan:
Komentar (Atom)



