Sabtu, 12 November 2011

Jama'ah Haji Indonesia

Selamat Kembali Ke Tanah Air
Jama’ah Haji Indonesia

Setelah lebih kurang 40 hari berada di dua tanah haram ( Makkah dan Madinah ) untuk melaksanakan ibadah haji, kini saatnya secara berangsur kloter demi kloter jama’ah haji Indonesia kembali ke Tanah air.
Rangkaian ibadah haji, baik rukun, wajib, dan sunnat-sunnatnya tentu sudah mereka laksanakan, terlebih-lebih melaksanakan puncak ibadah haji, yaitu wukuf di Padang Arafah.
Kini tiba saatnya mereka kembali ke tanah Air untuk berkumpul dengan sanak keluarga sembari akan bercerita bagaimana nikmatnya melaksanakan ibadah haji tersebut, sebab mereka menjadi tamu Allah selama berada di tanah haram.
Bagi kita yang menyimak dari cerita indah mereka tentu berharap pada tahun-tahun mendatang diberikan Allah kesempatan untuk menunaikan rukun islam ke lima ini (khususnya bagi yang belum pernah melaksanakan haji), amin.
Bagi mereka yang kembali tentu kita berharap, ibadah haji yang mereka laksanakan memperoleh nilai haji yang Mabrur di sisi Allah.
Untuk itu kita ucapkan kepada segenap jama’ah Haji Indonesia, “Selamat kembali ke Tanah Air”, semoga menjadi Pak Haji dan Ibu Hajjjah yang dapat menjadi panutan bagi masyarakat dimana saja berada.
امـِـيْــنَ يَـا رَبَّ الـْعـَالـَمِـيْـنَ

Jumat, 11 November 2011

Kepulangan Jama'ah Haji

Sebanyak 455 jamaah haji yang tergabung pada kelompok terbang (kloter) I embarkasi Medan dijadwalkan tiba di Bandara Polonia, Medan, malam ini sekitar pukul 23.15 WIB.
Ke-455 jamaah haji yang dijadwalkan kembali pulang awal itu terdiri dari 401 jamaah asal Labuhanbatu dan 45 jamaah asal Medan ditambah 5 petugas serta 4 jamaah perorangan. Namun,waktu kedatangan jamaah bisa saja mengalami keterlambatan, karena kepadatan operasional di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. “Biasanya terjadi delay. Sebab, pada saat itu jadwal jamaah kloter pertama dari seluruh negara pulang, sehingga terjadi kepadatan.
Tahun- tahun sebelumnya jadwal pemulangan juga selalu terlambat. Makanya, keluarga jamaah diharapkan tidak panik dan memaklumi, karena jadwalnya bisa berubah-ubah,” kata Kepala Bidang Haji Kementerian Agama Sumatera Utara Abdul Rahman Harahap di Medan,kemarin. Namun,Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan terus melakukan koordinasi dengan PPIH Arab Saudi untuk mengetahui perkembangan pemulangan jamaah haji.“Tentunya kita harapkan jam pemulangan tidak mundur lagi,”katanya.
Dia mengatakan, kegiatan seremonial pada kepulangan jamaah haji kloter pertama sudah dipersiapkan. Seperti pada kloter terakhir, jamaah kloter pertama akan disambut Plt Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.“Kita undang Gubsu dan beliau berharap bisa hadir untuk penyambutan jamaah kloter pertama dan terakhir kembali ke Tanah Air,” ujarnya. Dari Bandara Polonia, jamaah akan dikumpulkan di Asrama Haji Medan.
Di tempat ini mereka akan mengambil koper, menjalani pemeriksaan kesehatan, dan menerima air zamzam dari PPIH Debarkasi Medan. ”Jamaah haji dikumpulkan di aula dan menunggu giliran pembagian bagasi dan lainlain, semuanya harus sesuai dengan nomor manifes.Hal ini terus berulang setiap harinya sampai kloter terakhir,” ucap Rahman.
Dia juga mengimbau agar hanya dua orang keluarga jamaah haji yang menjemput. Dengan begitu,arus keluar masuk barang ke dan dari Asrama Haji,Medan bisa lebih lancar. Selain itu, petugas kesehatan dari daerah juga dibatasi hanya enam orang yang bertugas di Asrama Haji. “Kita sudah surati kabupaten/ kota supaya Kementerian Agama daerah memberikan keterangan pada keluarga jamaah agar yang menjemput dua orang saja.
Biasanya, begitu tiba di Asrama Haji, jamaah langsung pulang ke daerahnya masing-masing dijemput bus dari daerah.Tapi, kita tetap sediakan kamar untuk jamaah yang berasal dari luar Medan, karena biasanya yang dari luar Medan menunggu jadwal kepala daerahnya untuk acara penyambutan,” jelasnya. Kepala Humas PPIH Embarkasi Medan M Sazli Nasution menambahkan,kondisi jamaah haji dikabarkan dalam keadaan baik. Sejauh ini, terdapat 15 jamaah haji asal Sumatera Utara yang wafat.Sebanyak 13 jamaah wafat di Tanah Suci, namun baru 11 jamaah yang namanya terdaftar di Siskohat. Sementara itu, dua jamaah lagi meninggal sebelum berangkat ke Tanah Suci.

http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=223312:malam-ini-kloter-i-tiba-di-medan&catid=14:medan&Itemid=27

Kamis, 10 November 2011

Pemegang Kunci Ka'bah

Inilah Sang Pemegang Kunci Ka’bah
Menjadi seorang pemegang kunci Ka’bah memang menjadi impian seluruh umat muslim di dunia. Tapi, jangan salah, orang yang memegang kunci tersebut pastinya memiliki keimanan yang sangat tinggi terhadap Allah S.W.T dan dipercaya dapat mempertahankan posisinya hingga akhir hayat hidupnya. Jabatan itu diberikan langsung oleh Nabi Muhammad setelah menguasai Mekkah ketika itu. Setelah menghancurkan semua berhala dalam Ka’bah dan bangunan itu dimandikan, Nabi Muhammad lalu menyerahkan kunci-kunci pintu Ka’bah kepada Usman bin Taha dan Shaibah, sepupu Usman.
“Kunci ini akan tetap Anda pegang hingga hari kiamat,” kata Nabi. Saat ini, kunci Ka;bah itu dipegang oleh keturunan Shaibah, yakni Syekh Abdul Qadir bin Taha al-Shaibi. Ia bertanggung jawab untuk membuka dan menutup pintu  serta mencuci Ka’bah. “Kunci-kunci ini harus dipegang oleh anggota tertua keluarga, jadi bisa saja ke sepupu saya,” kata Syekh Abdul Qadir.
Ia mengatakan Ka’bah dimandikan dua kali setahun, yakni pada 15 Muharam dan awal bulan Sya’ban. Acara ini biasanya dihadiri oleh raja Arab Saudi atau Emir Makkah Pangeran Khalid al-Faisal, dan para pejabat senior. Syekah Abdul Qadir mengatakan lantai Ka’bah dari granit berwarna putih dan sebagian dindingnya juga dilapisi granit. Di dalamnya terdapat sebuah hijab berwarna hijau, emas, perhiasan, dan pintu Tobat. Pintu ini terbuat dari emas dan menuju keatap Ka’bah.
Ia mengungkapkan di dalam Ka’bah terdapat sebuah ubin berwarna gelap yang merupakan tempat Nabi Muhammad meletakkan kepalanya ketika letih. Terdapat pula sejumlah lampu dari zaman Kekaisaran Utsman terbuat dari tembaga, perak, dan gelas berhiaskan ayat-ayat Al-Quran. Syekh Abdul Qadir menjelaskan kain penutup Ka’bah (Kiswah) awalnya dibuat di Mesir. Namun setelah kerajaan Arab Saudi berdiri, raja pertama Abdul Aziz membuat pabrik yang memproduksi Kiswah.
Ia menyebutkan tempat tinggal pemegang kunci Ka’bah tadinya di Bukit Safa, dekat Masjid al-Haram. Namun setelah dibongkar akibat proyek perluasan masjid, kediaman Syekh Abdul Qadir dipindah ke kawasan Aziziyah, letaknya lebih jauh dari Ka’bah. Ia berharap pemerintah memberikan rumah yang jaraknya dekat dengan Ka’bah. “Tahun ini saya menyewa sebuah kamar hotel agar bisa dekat ke Ka’bah. Kami biasa tinggal dekat Ka’bah dan tidak ingin jauh,” ujarnya.
Sumber Data: http://www.i-berita.com/hot/inilah-sang-pemegang-kunci-kabah-mekkah.html

Rabu, 09 November 2011

Mau'izhah

Kisah Propesor Dengan Pengayuh Perahu

Suatu hari seorang Profesor ingin menyeberang sungai dengan sebuah perahu yang dikayuh oleh yang empunya perahu. Saat perahu mulai bergerak, sang Profesor bertanya kepada pengayuh perahu: “Kau pandai menulis dan membaca?“Tidak. Saya buta huruf.” Jawab si pengayuh.

Propesor berkata: “Kalau begitu, sudah hilang setengah dari nilai kehidupanmu. Sebab orang yang tidak pandai menulis dan membaca seolah-olah hilang daripadanya setengh dari hidupnya.”

Tidak lama berselang, Profesor kembali bertanya: “Kamu ada memiliki uang tabungan?
“Tidak, jawab si pengayuh. Bagaimana saya mau menabung? Sebab pendapatan saya hanya cukup untuk makan.  

Propesor berkata: “Kalau begitu, hilang lagi setengah daripada kehidupanmu. Mana mungkin orang yang tidak punya uang punya masa depan yang cerah…! Kalau begitu tentu hari tuamu akan suram”.  

Perahu terus bergerak. Namun……….., saat perahu berada di tengah-tengah sungai, tiba-tiba perahu bocor, air masuk dengan banyaknya dan perahupun akan tenggelam.

Dalam keadaan demikian, pengayuh perahu bertanya kepada Profesor: “Tuan, apakah tuan pandai berenang?”. “Saya tidak pandai berenang, bagaimana ini? Jawab Propesor dalam keadaan panik”.

Pengayuh perahu berkata: “Kalau begitu, tuan akan kehilangan seluruh hidup tuan!”

Pengayuh perahu melompat dan berenang menuju tepian sungai, sementara sang Propesor tenggelam dibawa arus air sungai yang deras.

Saudaraku…………!

Apa yang dapat kita petik dari cerita ini ?

Allah tidak menciptakan manusia itu bodoh, sebaliknya Allah mencipta manusia dengan kemampuan, bakat dan talenta yang berbeda. Sebab itu, sejatinya manusia mengetahui bakat dan kemampuannya untuk dikembangkan agar meraih sukses dimasa depannya.

Jangan merasa hina atas kekurangan yang ada. Sebaliknya, jangan merasa sombong atas kelebihan yang dimiliki. Motivasilah diri Anda sendiri bahwa andapun bisa sukses manakala Anda bersungguh-sungguh. Sebab Allah tidak akan menyia-nyiakan upaya yang sudah Anda lakukan dengan sungguh-sungguh. Namun jangan lupa, dibalik upaya maksimal yang anda lakukan, berdoa dan bertawakkallah kepada Allah, Anda akan bersabar manakala belum berhasil, dan Anda akan bersyukur manakala meraih sukses, dengan itu hidup Anda akan memperoleh keberkahan.

Senin, 07 November 2011

Shalat Idul Adha 1432 H di Medan

Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1432 H
di Lapangan Merdeka Medan

Ribuan ummat islam di Medan kemarin ( 6 Nopember 2011 ) memadati lapangan Merdeka Medan dalam rangka melaksanakan shalat Idul Adha 1432 H.
Bertindak sebagai Imam dalam pelaksanaan shalat Idul Adha tersebut Al-Ustaz Jakfar Hasibuan, Qori Sumatera Utara. Al-Ustaz Jakfar Hasibuan adalah salah seorang pengurus “Wadah Silaturrahmi Qori’ Qori’ah” Sumatera Utara. Sedangkan yang bertindak sebagai khatib adalah Al-ustaz Saidurrahman ( Pembantu Dekan I Fakultas Syariah IAIN Sumatera Utara ).
Khatib menyampaikan dalam khutbahnya bahwa kurban yang dilaksanakan ummat islam bukanlah dinilai dari berapa daging dan darah dari hewan yang dikurbankan, tapi kurban tersebut dinilai dari sejauhmana nilai ketaqwaan seseorang kepada Allah SWT.
Dalam khutbahnya, khatib juga mengimbau agar seluruh jamaah senantiasa meneladani sikap yang ditunjukkan Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail dan Siti Hajar dalam hal menjunjung tinggi perintah Allah.
Pada kesempatan tersebut, khatib mengingatkan agar perayaan Idul Adha dijadikan sebagai momentum untuk meningkatkan aqidah kepada Allah SWT, yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga hingga ke lingkup yang lebih besar dengan meningkatkan ketauhidan. Kemudian meningkatkan kepedulian sosial dengan berbagi rasa kepada sesama dengan dasar kemauan dan kemampuan untuk berkurban yang dilandasi dengan nilai-nilai ketaqwaan kepada Allah SWT.
Hadir dalam pelaksanaan shalat Id tersebut Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan Walikota Medan Rahudman Harahap serta sejumlah unsur Forum Komunikasi Piminan Daerah (FKPD) Sumut dan Kota Medan serta ribuan masyarakat Kota Medan.