Rabu, 15 Februari 2012

Jauhkan Diri Dari Sifat Sombong

Taubatnya Sang Dokter Dari Kesombongan
Seorang ayah yang jauh tinggal di pelosok Desa melihat ketekunan anaknya dalam belajar, anaknya termasuk anak yang pintar dan selalu mendapat nilai terbaik di sekolahnya. Setelah menammatkan pendidikannya di SMU, sang anak memohon kepada ayahnya agar membiayainya masuk Fakultas Kedokteran. Melihat kesungguhan sang anak, ayahnya-pun setuju agar anaknya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan memilih Fakultas kedokteran yang ia inginkan. Setiap bulan uang dikirim untuk biaya pendidikan anaknya, walaupun ia harus bantingtulang untuk mendapatkan biaya buat anaknya.
Beberapa tahun kemudian sang anak berhasil menjadi seorang dokter dan menjadi dokter ahli bedah yang terkenal.
Suatu hari ayahnya berkunjung ke kota ditempat anaknya tinggal. Esok harinya, pagi-pagi sekali sang anak sudah berangkat ketempat dia berkerja, rupanya hari itu dia me-operasi seorang pasien yang mengidap penyakit tumor. Sore harinya dia pulang dengan membawa daging tumor yang sudah dia angkat dari perut pasiennya. Lalu dia tunjukkan daging tumor tersebut kepada ayahnya sembari berkata kepada ayahnya dengan rada sombong; Ini anak ayah sudah jadi dokter yang hebat, tidak sia-sia ayah menyekolahkan aku, kalau bukan karena ilmu kedokteran yang aku kuasai, mana mungkin tumor yang sebesar ini bisa dikeluarkan dari perut pasien.
Mendengar ucapan sang anak, si ayah bukan gembira tapi malah bersedih sambil mengucap istighfar karena melihat kesombongan pada diri anaknya sembari berkata kepada anaknya; Ah… Kamu sombong anakku, ayah sekolahkan kamu tinggi-tinggi bukan bertujuan untuk menjadikan kamu anak yang sombong nak. Tapi sayang, kamu tadi tidak bilang pada ayah bahwa kamu akan mengoperasi pasien yang terserang tumor. Andai kamu tadi bilang tentu pasienmu itu tidak perlu di operasi. Jadi diapakan ayah….? Tanya sang anak. Ayahnya menjawab; Cukup ayah usap saja perutnya, insya Allah atas izin Allah tumornya akan hilang.
Rupanya ayahnya tergolong orang yang makbul do’anya dikarenakan ketekunannya beribadah kepada Allah. Orang-orang dikampungnya meyakini Bapak tersebut sudah sampai kepada derajat Wali di sisi Allah, sebab sudah banyak disaksikan masyarakat tentang kelibihan-kelebihan yang diberikan Allah kepadanya, namun dia tidak pernah sombong, bahkan selalu menunjukkan sikap tawadhu’(rendah hati). Itulah sebabnya saat melihat kesombongan pada diri anaknya, sang ayah merasa sangat bersedih.
Mendengar ucapan sang ayah yang mengatakan cukup hanya di usap perut si pasien, sang anak berkata; Mana mungkin bisa ayah, tidak masuk akal.
Menurut akal-mu boleh jadi tidak mungkin, tetapi ketahuilah anakku tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, jawab sang ayah.
Ayah…. Kata si anak dengan suara keras. Aku sudah membuktikan kemampuanku dan aku berhasil. Bisakah ayah buktikan ucapan ayah tadi?. Insya Allah kalau Allah mengizinkan anakku…….!
Ayahnya-pun bermunajat kepada Allah serta bermohon agar Allah menunjukkan kekuasaanNya kepada anaknya yang sudah menjadi sombong dengan ilmunya. Selesai bermunajat dan ber-do’a, sang ayah menyapu dengan tangannya kantong plastik yang berisi daging tomor tadi. Tak lama berlalu, gumpalan daging yang ada dalam kantong plastik tersebut berubah menjadi cairan dan hilang bersama tiupan angin yang berlalu.
Melihat kejadian itu mata si anak terbelalak keheranan sambil bertanya, kok bisa begitu ayah?. Sang ayah menjawab; Itulah kekuasaan Allah anakku. Sadarlah wahai anakku, bahwa ilmu yang kamu miliki itu tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan kekuasaan Allah. Kamu tadi tidak akan berhasil mengoperasi pasienmu kalau tidak ada izin Allah, karena itu janganlah sombong wahai anakku. Sebagai ahli bedah seharusnya kamu selalu merasakan kebesaran Allah setiap melakukan operasi terhadap pasienmu dan imanmu harusnya bertambah terus. Kenapa harus begitu ayah? Tanya sang anak.
Betapa tidak? Sang ayah berucap….! Saat kamu membedah perut pasienmu tentu kamu melihat betapa besarnya kekuasaan Allah dalam menciptakan manusia yang di dalam tubuhnya tersusun jaringan-jaringan yang unik dari ciptaan Allah? bahkan sampai saat ini belum ada dokter di dunia ini yang mampu mengurai secara tuntas tentang jaringan yang ada dalam tubuh manusia. Karena itu, sekali lagi ayah katakan padamu, janganlah kamu sombong dengan ilmu-mu dan bertaubatlah kepada Allah, gunakanlah ilmu-mu itu untuk kabaikan dan menolong sesama manusia.
Mendengar petuah dan nasehat dari sang ayah si anak merenung secara mendalam, tak lama terlihat butiran-butiran air mengalir dari kedua mata membasahi pipinya dan ia menangis terisak-isak sembari menenggelamkan wajahnya di pangkuan ayahnya.
Melihat hal yang demikian sang ayah menyapu dengan lembut pundak sang anak sambil berkata; Ayah gembira melihat kamu bisa menangis, sebab itu adalah pertanda hatimu masih lembut dan masih bisa menerima nasehat.
Tanpa mereka sadari waktu maghrib pun tiba, sang ayah mengajak anaknya melaksanakan shalat meghrib berjama’ah dan dalam shalatnya sang anak tak mampu menahan sedih atas kesombongannya selama ini. Akhirnya dia larut dalam istighfarnya kepada Allah sampai waktu Isya’ menjelang. Sajadah tempat ia bersimpuh-pun basah terkena butiran-butiran air mata penyesalan.
Sejak saat itu sang anak selalu menunjukkan sikap tawadhu’ dan banyak membantu pasien yang memerlukan pertolongannya.
( Kisah ini Penulis sadur dari cerita Guru Penulis sendiri saat menempuh pendidikan di Al-Qismul ‘Ali  Al-Washliyah Sei. Rampah Kab. Serdang Bedagai, dan kisah ini terjadi di Kampung Guru tersebut ).

Selasa, 14 Februari 2012

Meneladani Kejujuran Nabi Muhammad SAW


Meneladani Kejujuran Nabi Muhammad
( Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1433H )
Nabi Muhammad adalah manusia paripurna yang layak untuk dijadikan teladan dalam kehidupan, terutama bagi ummat islam. Dari nukilan sejarah yang terangkum dalam kehidupannya dapat disimpulkan bahwa Nabi Muhammad pantas dijadikan teladan dalam berbagai aspek kehidupan. Baik sebagai ayah dalam keluarga, sebagai kepala pemerintahan dalam sebuah Negara, sebagai panglima perang dalam medan pertempuran, sebagai anggota masyarakat dalam kehidupan sosial, sebagai seorang hamba dalam pengabdiannya kepada sang khaliq, maupun lain-lain yang berkenaan dengan berbagai kehidupan.
Dari semua nilai-nilai kebaikan yang telah dicontohkan Nabi Muhammad dalam kehidupannya, bila dikaitkan dengan kondisi kekinian di Indonesia ini, paling tidak satu hal dari keteladanan yang ada pada diri Nabi Muhammad perlu diterapkan secara kolektif dalam kehidupan berbangsa, yaitu; Kejujuran. Sebab salah satu sifat yang dikagumi dari diri beliau dari sejak beliau masih kanak-kanak sampai wafatnya adalah sifat jujur, sehingga kaum Quraisy bemberinya gelar “Al-Amin” (orang yang jujur, amanah dan dapat dipercaya).
Sifat jujur ini penting untuk digelorakan, diterapkankan dalam kehidupan seluruh bangsa Indonesia, terutama kalangan elitnya. Sebab pada kenyataannya sifat jujur ini cenderung diabaikan. Selain itu, kehidupan semakin keras dan penuh persaingan, akhirnya membawa kepada sikap pragmatis dengan menanggalkan kejujuran dan menghalalkan segala cara untuk meraih kemewahan dan kesenangan materi.
Di kalangan masyarakat bahkan ada pandangan, kalau berperilaku jujur dan lurus akan dijauhi, tidak disukai dan hidupnya susah. Katanya; jujur akan terbujur. Pandangan seperti ini harus dicegah dan dihentikan.
Dalam menerapkan kejujuran ada tiga tingkatan yang harus dilakukan:

Pertama: Jujur kepada Allah, yaitu menepati janji untuk taat terhadap semua perintah Allah dan meninggalkan laranganNya. Larangan Allah yang berkaitan dengan kejujuran ialah sifat munafik. Sifat minafik ditandai; apabila berbicara ia berbohong, kalau berjanji ia mengingkari janjinya, dan jika dipercaya ia berkhianat. Sifat-sifat munafik ini kelihatannya tumbuh subur dan sangat mengakar sekali.

Kedua: Jujur terhadap sesama manusia, yaitu menjaga sesuatu yang diterima dan menyampaikannya kepada yang berhak menerimanya. Kejujuran seperti ini sangat dituntut untuk dapat diterapkan terutama oleh para penguasa dan Ulama’ dalam membimbing masyarakat.

Ketiga: Jujur kepada diri sendiri. Allah telah membekali manusia dengan akal untuk membedakan yang hak dan batil. Pada tataran ini, banyak manusia yang mengkhianati dirinya sendiri dengan mengambil harta yang bukan miliknya. Prilaku seperti inilah yang membuat suburnya korupsi di tanah air ini.

Kesimpulan:
Dalam suasana memperingati Maulid tahun 1433 H ini, sejatinya bangsa Indonesia perlu kembali mendalami Sirah Nabawiyah (Perjalanan kehidupan Rasul ), untuk mengambil teladan bagi kehidupan kita, terutama yang berkenaan dengan kejujuran. Sebab dengan kejujuran yang betul-betul merakyat ditengah-tengah masyarakat dan pemimpinnya akan menghantarkan masyarakat di Negara ini menuju kesejahteraan,  kedamaian, dan ketenteraman. Apalagi mampu mengambil sisi-sisi lain dari suriteladan yang ada pada diri Nabi Muhammad SAW.

Kamis, 02 Februari 2012

7 Maret, MTQ ke-45 Medan digelar


MEDAN - Wakil Walikota Medan, Dzulmi Eldin memimpin rapat awal persiapan pelaksanaan MTQ Nasional tingkat kota Medan ke 45, sekaligus meninjau lokasi tempat pelaksanaan MTQN kota Medan.
Dalam rapat tersebut, Dzulmi Eldin menekankan pelaksanaan MTQ ke- 45, harus lebih baik pelaksanaannya dari tahun yang lalu. Untuk itu kepada Instansi yang terkait terutama Dinas Perumahan dan Pemukimam, Dinas Pertamanan, Dinas Kebersiahan, Dinas Kebakaran dan dinas Bina Marga, agar benar-benar melaksanakan tugasnya masing-masing sesuai tupoksinya.
“Ada beberapat hal yang harus dilakukan perubahan, antara lain mimbar tilawah, ruang tunggu peserta MTQ, desain tenda, keberadaan stand-stand Kecamatan, hiasan lampu-lampu, tingkat keamanan, tingkat kebersihan dan pengaturan lalu lintas, “ ungkap Wakil hari ini.
Setelah selesai rapat, Wakil Walikota didampingi Sekda dan Kepala Dinas Bina Marga Gunawan, Kabag Humas budi Hariono meninjau lokasi pelaksanaan MTQN Kota Medan ke-45 di Jalan Amal Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal. Lokasi tersebut adalah tanah kosong milik masyarakat setempat seluas 60x108, ditambah sudut belakang 20x20m, tapi perlu pembenahan termasuk meratkan lokasi.
Pada saat Wakil Walikota Medan meninjau ke lokasi Jalan Amal, alat-alat berat Greder dan traktor milik Dinas Bina Marga telah melakukan pekerjaan untuk meratakan lokasi serta menggerdernya. Wakil Walikota minta kepada pelaksana kegiatan Asisten Kesos Musaddat Nasution, agar dapat menata keberadaan stand Kecamatan dan stand PKK maupun mimbar  tilawah sebaik mungkin, sehingga kelihatannya cantik dan rapi.
Sementara itu, Kabag Agama Medan, Suhaidi Lubis menjelaskan bahwa, Pelaksanaan MTQN Tingkat Kota Medan ke-45, direncanakan berlangsung pada tanggal 7 Maret sampai dengan 14 Maret 2012, untuk tingkat Provinsi pada bulan April dan tingkat Nasional bulan Mei.
http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=232741%3Apemko-medan-kurang-berperan-untuk-rakyat&catid=14%3Amedan&Itemid=27