Senin, 10 Januari 2011

KAJIAN ISLAM


TIADA TEMPAT BERSEMBUNYI DARI PENGAWASAN ALLAH

Ketika Rasul ditanya oleh malaikat Jibril tentang apa yang dimaksud dengan “ ihsan “, Rasul menjawab: Ihsan adalah hendaknya engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan jika Engkau tidak melihatnya, sesungguhnya Dia melihat-Mu." (HR Bukhari).

Sahabat agung, sebaik-baik penafsir Alquran, Abdullah bin Abbas r.a., bercerita kepada para muridnya. "Ada seorang laki-laki pada zaman sebelum kalian, dia beribadah kepada Allah selama 80 tahun, kemudian dia tergelincir kepada suatu dosa, lalu dia pun takut atas dirinya karena dosa tersebut. Kemudian dia mendatangi hutan dan berkata: 'Wahai hutan yang banyak bebatuannya, yang lebat pepohonannya, yang banyak hewan-hewannya, adakah engkau memiliki tempat bersembunyi bagiku dari Rabku?' Dengan ijin Allah hutan menjawab: 'Wahai manusia, demi Allah, tiada satu pun rumput maupun pohon dalam wilayahku, melainkan ada seorang malaikat yang diutus di sana, maka bagaimana aku hendak menyembunyikanmu dari Allah?' Laki-laki itu pun mendatangi laut dan berkata: 'Wahai laut yang melimpah airnya, yang banyak ikan-ikannya, adakah engkau memiliki tempat untuk menyembunyikan diriku dari Rabku?' Maka laut pun menjawab: 'Wahai manusia, demi Allah tiada satu butir pasir pun atau binatang air pun kecuali disertai malaikat yang diutus, maka bagaimana aku hendak menyembunyikan dirimu dari Allah?' Laki-laki itu pun mendatangi gunung dan berkata: 'Wahai gunung yang tinggi menjulang langit, yang banyak gua-guanya, adakah engkau memiliki tempat untuk menyembunyikan diriku dari Rabku Tabaraka wa Taala?' Gunung menjawab: 'Demi Allah, tiada satu batu atau gua pun yang ada di wiliayahku kecuali ada malaikat yang diutus, bagaimana mungkin aku menyembunyikanmu'?"
Perisai Dosa
Isu tentang perselingkuhan berjejal begitu banyaknya. Para pelakunya merasa enjoy sepanjang tidak ketahuan istri atau suaminya. Korupsi dan kolusi merajalela di setiap lini dan tempat kerja, koruptor pun santai saja selagi petugas audit tidak mencium bau busuknya. Jumlah uang yang dilalap tak kepalang tanggung banyaknya. ICW menyebutkan, angka korupsi di tingkat DPRD masing-masing bernilai milyaran, tidak ada yang 'hanya jutaan'. Kumpul kebo dan perzinaan terjadi di mana-mana, terus menjadi rutinitas, selagi keluarga, orang tua, dan masyarakat tidak mendeteksi tindakan kotornya. Padahal, bisa saja mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak akan mampu bersembunyi dari Allah.
Firman Allah dalam surat An-Nisa’ : 108.
يَسْتَخْفُونَ مِنَ النَّاسِ وَلاَ يَسْتَخْفُونَ مِنَ اللّهِ وَهُوَ مَعَهُمْ إِذْ يُبَيِّتُونَ مَا لاَ يَرْضَى مِنَ الْقَوْلِ وَكَانَ اللّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطاً
Artinya : Meereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak redhai. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan“.

Maksiat terjadi karena adanya kemauan atau terbukanya peluang untuk melakukannya. Namun, keduanya dapat dicegah dengan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah( muroqobah ilallah ), merasa diawasi oleh Allah. Mengapa demikian? Karena, muraqabah ilallah menjadikan seseorang sadar bahwa setiap gerak-gerik dan kerlingan matanya selalu diawasi oleh Zat yang akan memberikan sangsi kepadanya ketika berdosa. Tak ada tempat dan kesempatan yang memungkinkan baginya berbuat dosa tanpa sepengetahuan-Nya. Otomatis kendurlah kemauannya untuk berbuat dosa, meskipun tidak ada orang lain bersamanya, sebab Allah mengawasinya.

Tidak akan terlintas di benak pencuri untuk mengambil mobil patroli yang diparkir di depan kantor polisi. Karena, ia sadar bahwa aksinya akan dengan mudah diketahui dan jeruji besi siap menantinya.
Jika demikian, sudah selayaknya hamba yang cerdas tidak coba-coba mendekati wilayah dosa yang dilarang sang Pencipta. Karena, Allah takkan sedikit pun terlena dalam mengawasinya, sedangkan hukuman-Nya tidak hanya berupa jeruji besi, tetapi siksa yang tiada tara beratnya. Maka, merasakan pengawasan Allah adalah perisai utama yang menghalangi seseorang untuk berbuat dosa.
Tidak Ada Tempat untuk Bersembunyi
Muroqobah ilallah juga menumbuhkan rasa malu untuk berbuat dosa kepada Allah. Manusia yang bermuraqabah menyadari bahwa Allah yang memberikan segala nikmat kepadanya, juga memantau setiap gerak-geriknya. Tidak ada tempat bersembunyi dari-Nya agar dia bebas berbuat dosa. Malaikat yang menjaga di setiap bumi yang dia pijak akan menjadi saksi atas segala yang dilakukannya. Maka, bagaimana dia akan durhaka kepada-Nya di hadapan pengawasan-Nya. Yang dia lakukan bahkan sebaliknya, dia ingin agar Zat yang memberikan nikmat kepadanya melihat dirinya selalu dalam ketaatan kepada-Nya, sehingga Dia akan merasa ridho. Untuk itulah Ibnu Atha’ berkata: "Sebaik-baik ketaatan adalah muroqobah ilallah, merasa diawasi oleh Allah di setiap waktu."  
Kesempurnaan muroqobah ilallah diraih manakala seseorang juga menyadari bahwa setiap gerak, napas dan detik perbuatannya direkam dalam catatan malaikat. Kelak catatan itu akan diperlihatkan kepadanya. Terbuktilah bahwa tidak ada yang terlewat dari perbuatannya, semua tercatat secara detail di dalamnya. Tidakkah kita malu jika catatan perbuatan kita dibuka pada hari Kiamat, sementara di sana terdapat rekaman dosa yang kita kerjakan pada saat bersembunyi?

Ketika Ramai dan Sendirian
Muroqobah ilallah berdampak sangat baik terhadap amal seorang hamba. Ia membuat orang tidak hanya semangat berbuat baik pada saat ramai, namun loyo pada saat sendiri, atau jauh dari maksiat pada saat ramai, namun akrab pada saat sendiri. Sebab, dalam hati seseorang telah tumbuh kesadaran bahwa Zat yang mengawasinya selalu memantau dirinya pada saat ia berada di tengah banyak orang maupun sendirian:
Firman Allah dalam surat Al-Baqoroh : 77.
أَوَلاَ يَعْلَمُونَ أَنَّ اللّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ
Artinya: "Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka lakukan dengan terang-terangan?".
Dia juga sadar bahwa malaikat yang mencatatnya tidak akan pernah pula bosan untuk menyertai dan mencatat perbuatannya:
Firman Allah:
إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ
Artinya: "(Yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri." (Qaaf: 17).
Catatan yang terdapat dalam kitab itu pun detail, tidak ada sedikit pun yang tercecer, hingga orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang tertulis di dalamnya, dan mereka akan berkata:
وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِراً وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَداً
Artinya : Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun". (Al-Kahfi: 49).  
Muroqobah ilallah menyebabkan seseorang beramal ketika sendirian sama bagusnya dengan apa yang dia lakukan ketika bersama banyak orang. Alangkah bagusnya seorang muslim tatkala menyendiri, lalu dia merasakan bahwa malaikat tidak akan berpisah darinya, diutus untuk menulis kebaikannya. Maka, dia berkata kepada malaikat, "Tulislah (kebaikanku wahai malaikat), semoga Allah merahmati Anda," sehingga dia memenuhi lembaran kitabnya dengan kebaikan dan apa-apa yang bisa memperberat timbangannya.
Firman Allah dalam surat Ali Imron:30.
يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُّحْضَراً وَمَا عَمِلَتْ مِن سُوَءٍ تَوَدُّ لَوْ أَنَّ بَيْنَهَا وَبَيْنَهُ أَمَداً بَعِيداً وَيُحَذِّرُكُمُ اللّهُ نَفْسَهُ وَاللّهُ رَؤُوفُ بِالْعِبَادِ
Artinya: Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya), begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya; Ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh; dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.
Untuk itu, para salaf ( pendahulu dari kalangan ummat islam ) tidak membedakan amal antara yang zahir dan yang batin. Amalan tersembunyi mereka tidak berbeda dengan apa yang mereka kerjakan secara terang-terangan, seperti Hasan al-Bashri yang disifatkan seorang tetangga sekaligus muridnya ‘amalan beliau pada saat sendiri sama dengan amal beliau ketika di tengah orang banyak.’ Sebagian ada yang mendekatkan diri mereka kepada Allah tatkala sendirian lebih banyak porsinya dari pada ketika terang-terangan karena khawatir timbul riya. Seperti Ali bin Husain bin Ali, setiap kali kegelapan telah merayap, beliau mengusung sekarung gandum di punggungnya untuk diberikan kepada fakir miskin di Madinah, beliau mengetuk pintu, meletakkan gandum tersebut lalu pergi tanpa diketahui oleh orang yang beruntung mendapatkan bantuannya.
Yang Berdosa Sambil Tertawa
Sebagian orang yang hatinya sakit, bahkan mati, mengira bahwa Allah tidak melihat mereka tatkala bermaksiat atau lengah dari apa yang mereka kerjakan, sehingga mereka berdosa dengan tertawa. Apalagi jika hukuman atas dosanya tidak segera nampak di depan mata. Para pezina yang ‘aman’ dari penyakit kelamin, para pembunuh kaum muslimin, para penjahat dan pendosa, jangan disangka Allah membiarkan mereka. Allah tidak membiarkan para pendurhaka pendahulu mereka seperti kaum Luth, kaum Tsamud, kaum ‘Ad, maupun Fir’aun.
فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍ ﴿١٣﴾ إِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِ ﴿١٤﴾
Artinya: "Karena itu, Rabmu menimpakan kepada mereka cemeti azab, sesungguhnya Rabmu benar-benar mengawasi." (Al-Fajr: 14).
Ar-Risalah.com
Diposkan oleh Drs. Khairul Akmal Rangkuti. ( http://muballigh-muballigh.blogspot.com  ).

Minggu, 09 Januari 2011

KOLEKSI FOTO MUSIBAH BANJIR TANGGAL 6 JANUARI 2011

SUASANA BANJIR MELANDA MEDAN
DI ABADIKAN DALAM FOTO

Banjir Melanda Medan

SUMATERA UTARA MASIH BERPELUANG BANJIR
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Polonia Medan memastikan, cuaca ektrem sebagai penyebab banjir besar di Medan, Sumatera Utara (Sumut), masih berpeluang sampai di bulan April 2011 mendatang. Masyarakat pun diminta untuk mewaspadai banjir susulan tersebut.
"Banjir kiriman bisa memungkinkan terjadi beberapa hari ke depan. Ini bisa terjadi karena curah hujan yang cukup tinggi dan adanya kiriman dari hulu sungai," ujar Kepala Seksi data dan Informasi BMKG, Firman Amg, Jumat (7/1).
Firman mengatakan, banjir susulan masih berpeluang menimpa sebagian dari kota ini karena terjadi penyempitan aliran sungai. Yang mana, setiap sungai sudah tidak mampu lagi menampung debit air, kemudian meluap sehingga mengakibatkan banjir.
"Pemerintah perlu mempersiapkan alat peringatan dini untuk menghindari jatuhnya korban lebih banyak lagi. Sebab, curah hujan masih sangat tinggi di beberapa daerah yang memiliki pegunungan - pegunungan," katanya.
Selain karena terjadi penyempitan pada daerah aliran sungai (DAS) akibat pengalihan fungsi, pengerukan atas sendimentasi sungai yang sangat tinggi sama sekali tidak pernah dilakukan, sehingga mengakibatkan banjir.
"Cuaca di daerah ini memang lagi tidak stabil. Kondisi cuaca di daerah ini dipengaruhi oleh angin musim di timur laut. Ini juga tergantung pada kerawanan awan di seputaran Selat Malaka. Jika di sana terjadi pengumpulan awan yang sangat tinggi maka bisa mendorong ke arah daerah ini sehingga mengakibatkan hujan," sebutnya.
Tidak hanya di Medan, potensi hujan yang mengakibatkan banjir bisa berpeluang menimpa beberapa kawasan di Pantai Timur Sumatera, seperti di Kabupaten Serdang Bedagai, Labuhanbatu bagian Selatan dan Asahan.
"Bila awan besar di Selat Malaka terdorong ke arah Pantai Timur Sumatera bisa mengakibatkan banjir besar di daerah tersebut. Oleh karena itu, harus ada disediakan alat peringatan dini untuk mengetahui bakal terjadi banjir. Tidak sulit untuk mengantisipasi hal ini jika mau dilaksanakan," sebutnya. [155]
Sumber Data: Suara Pembaruan.
Diposkan kembali oleh Drs. H. Khairul Akmal Rangkuti.

Sabtu, 08 Januari 2011

INFO BANJIR

Inilah rekaman Video saat terjadinya peristiwa banjir melanda Kelurahan Cinta Damai Kecamatan Medan Helvetia.

BANJIR MELANDA KELURAHAN CINTA DAMAI KEC. MEDAN HELVETIA
 Banjir yang terjadi pada tanggal 6 Januari 2011 merendam banyak tempat untuk daerah Medan, diantaranya Kelurahan Cinta Damai Kec. Medan Helvetia. Banjir terjadi akibat meluapnya air Sungai Kampung Lalang.
Air menyebar dan merendam ratusan rumah penduduk. Untuk Kelurahan Cinta Damai air mulai masuk ke rumah-rumah penduduk berkisar  jam 05.00 Wib. Akibatnya membuat warga masyarakat panik dan masing-masing sibuk menyelamatkan harta benda yang ada, diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Sebagian masyarakat mengungsi ke tempat-tempat yang dirasakan aman. Hingga jam 12.00 wib.  air masih terus bertambah tinggi, dan ketinggian air di dalam rumah-rumah penduduk ada yang melebihi satu meter, air baru mulai berangsur surut lebih kurang  jam 15.00 wib.
Pihak pemerinta, khususnya Kepala kelurahan Cinta Damai Medan Helvetia membuat Posko bantuan makanan untuk korban banjir di Kantor Kelurahan Cinta Damai. Bagitu juga para dermawan turut ikut berpartisipasi memberi  bantuan makanan kepada warga yang tertimpa musibah. Untuk daerah Kelurahan Cinta Damai tidak diperoleh berita adanya korban dalam peristiwa ini.
Warga masyarakat mengharapkan Pemerintah hendaknya tanggap dalam menyikapi peristiwa banjir seperti ini dan sekaligus mencari solusi untuk mengantisipasi agar bila terjadi curah hujan yang intensitasnya tinggi masalah banjir ini mampu untuk diatasi, dalam hal ini tentunya membuat waduk yang mampu mangantisipasi terjadinya banjir. Semoga…………………………..!
Dikirim oleh Drs. H. Khairul Akmal Rangkuti.

INFO BANJIR

BANJIR MELANDA KELURAHAN CINTA DAMAI KEC. MEDAN HELVETIA
 Banjir yang terjadi pada tanggal 6 Januari 2011 merendam banyak tempat untuk daerah Medan, diantaranya Kelurahan Cinta Damai Kec. Medan Helvetia. Banjir terjadi akibat meluapnya air Sungai Kampung Lalang.
Air menyebar dan merendam ratusan rumah penduduk. Untuk Kelurahan Cinta Damai air mulai masuk ke rumah-rumah penduduk berkisar  jam 05.00 Wib. Akibatnya membuat warga masyarakat panik dan masing-masing sibuk menyelamatkan harta benda yang ada, diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Sebagian masyarakat mengungsi ke tempat-tempat yang dirasakan aman. Hingga jam 12.00 wib.  air masih terus bertambah tinggi, dan ketinggian air di dalam rumah-rumah penduduk ada yang melebihi satu meter, air baru mulai berangsur surut lebih kurang  jam 15.00 wib.
Pihak pemerinta, khususnya Kepala kelurahan Cinta Damai Medan Helvetia membuat Posko bantuan makanan untuk korban banjir di Kantor Kelurahan Cinta Damai. Bagitu juga para dermawan turut ikut berpartisipasi memberi  bantuan makanan kepada warga yang tertimpa musibah. Untuk daerah Kelurahan Cinta Damai tidak diperoleh berita adanya korban dalam peristiwa ini.
Warga masyarakat mengharapkan Pemerintah hendaknya tanggap dalam menyikapi peristiwa banjir seperti ini dan sekaligus mencari solusi untuk mengantisipasi agar bila terjadi curah hujan yang intensitasnya tinggi masalah banjir ini mampu untuk diatasi, dalam hal ini tentunya membuat waduk yang mampu mangantisipasi terjadinya banjir. Semoga…………………………..!
Dikirim oleh Drs. H. Khairul Akmal Rangkuti.