Selasa, 04 September 2012

Nasehat Seorang Tukang Tambal Ban


Nasehat Seorang Tukang Tambal Ban
Suatu hari di tahun 1989 yang lalu saya berhenti di sebuah tukang tambal Ban untuk menambal Ban kenderaan saya yang saat itu bocor. Sambil bekerja menambal Ban yang bocor, banyak pembicaraan yang terjadi antara saya dan Bapak tersebut. Namun yang paling saya ingat dan tidak terlupakan adalah nesehat Bapak tukang tambal Ban tersebut.
Dia katakan kepada saya; Nak, kamu tau tidak sesuatu yang apabila kita beli atau kita miliki tidak akan pernah merugikan kita?.
Saya tidak tau Pak - jawab saya, dan saya lanjut bertanya kepadanya; apa itu Pak?
Ada tiga hal yang apabila kita beli atau kita miliki tidak akan pernah merugi, katanya.
Pertama: Membeli tanah nak, sebab seumur saya yang sudah lebih enam puluh tahun ini, saya mengamati harga tanah tidak pernah turun, malah naik terus, kecuali yang empunya tanah sangat butuh uang dan harus menjual tanahnya, terkadang terpaksa dia jual dengan harga dibawah harga pasaran yang ada.
Saya merenung sejenak terhadap apa yang dikatakan Bapak tersebut, dan di dalam hati saya membenarkannya. Kemudian saya bertanya kepadanya; lantas yang kedua apa Pak?
Kedua: Membeli buku nak, sebab dengan memiliki buku dan membacanya ilmu kita akan bertambah, pikiran akan terbuka dan wawasan juga akan semakin luas, bahkan derajat kita akan mulia di masyarakat. Katakan kamu membeli buku dan tidak sempat membacanya, tapi kelak anak-anakmu atau keluargamu bisa membacanya, itu juga bermanfaat untuk mereka, jadi tidak pernah merugi kalau kita rajin membeli buku nak, ungkap Bapak tersebut kepada saya.
Saya megangguk tanda membenarkan ungkapat Bapak tersebut, untuk selanjutnya saya bertanya kepadanya, lantas yang ke tiga apa Pak?.
Ketiga: Memiliki istri yang sholihah, saat itu saya terdiam sejenak, namun Bapak tersebut melanjutkan bicaranya; Kalau kamu memiliki istri yang sholihah insya Allah hidupmu akan bahagia. Sebab, istri yang sholihah tentu tinggi rasa syukurnya kuat rasa sabarnya. Pada saat kalian banyak mendapat rezki, istri yang sholihah tentu akan memperbanyak rasa syukurnya, melihat sikapnya seperti itu kamupun akan merasa senang nak. Sebaliknya, andaikan hidup kalian susah tentu istri yang sholihah dapat bersabar, sikap sabarnya itu juga akan menjadikan kamu bertambah senang kepadanya, bahkan kamu beruntung mimiliki istri yang sholihah seperti ini. Biduk rumah tangga yang seperti ini tentu jauh dari kehancuran nak, katanya kepada saya mengakhiri pembicaraan kami, sebab Ban yang dia tambal sudah selesai.
Setelah meninggalkan Bapak tukang tambal Ban tadi saya merenung tentang apa yang dia katakan, di dalam hati saya membenarkan nasehat yang dia kemukakan walaupun Bapak tersebut hanya seorang tukang tambal Ban.
Berapa bulan kemudian saya singgah di tempat Bapak tersebut bekerja, dengan tujuan hanya sekedar ingin bercerita dengannya, dengan harapan saya memperoleh petuah-petuah yang baik dalam menjalankan kehidupan ini, namun saya tidak menemukan Bapak tersebut dan menurut informasi beliau telah meninggal sebulan yang lalu. Saya tertegun dan hanya dapat berdo’a; Semoga Allah mengampuninya.
Saudaraku…………!
Jangan sekali-kali memandang hina terhadap orang yang status sosialnya rendah, sebab boleh jadi dari kata-katanya mengandung mutiara hikmah dan nasehat. Sebalikya, tidak sedikit orang yang tinggi ilmu pengetahuannya, tapi bisa jadi kata-katanya merendahkan dan menyepelekan orang lain.
Benar kata sebuah ungkapan: “Lihatlah apa yang dikatakannya, jangan lihat siapa yang mengatakannya”.
Somoga kita dapat mengambil i’tibar dari setiap peristiwa dan pengalaman yang kita dapatkan.
امـِـيْــنَ يَـا رَبَّ الـْعـَالـَمِـيْـنَ



Tidak ada komentar: