Sabtu, 20 Oktober 2012

Milik Orang Disangka Miliknya

Jangan Berburuk Sangka
( Kisah Seorang Wanita Di Bandar Udara )
Seorang wanita berumur lebih kurang 40 tahun akan berangkat menuju Jakarta melalui Bandar Udara Polonia Medan. Wanita tersebut sudah berada di Bandar Udara pada pukul 13.00 WIB., sementara Jadwal penerbangan pukul 14.00 WIB. Berarti dia dan penumpang lainnya harus menunggu satu Jam ke depan.
Sambil menunggu untuk berangkat, wanita tadi membeli makanan ringan (kentang goreng), kemudian masuk ke ruang tunggu dan mengambil posisi duduk di pojokan.  Disebelahnya ada pria yang sudah lebih awal duduk disana. Pria itu tersenyum padanya, tapi si wanita tidak mengacuhkannya.
Untuk menghilangkan rasa jenuh, wanita tadi membaca majalah yang dia bawa.  Sambil asik membaca, ia mengambil kentang goreng yang ada disebelahnya. Pria yang ada disebelahnya melihat kepadanya sambil tersenyum dan dia juga mengambil kentang goreng yang ada diantara mereka.
Dalam hati si wanita berkata, kok se-enaknya orang ini mengambil makanan saya tanpa permisi dan tidak merasa bersalah? Nekat betul orang ini, pikirnya. Tapi karena tidak ingin ribut, wanita tadi coba menahan diri.
Anehnya, setiap kali dia mengambil kentang goreng yang ada diantara mereka, pria tadi juga kembali mengambil kentang sambil tersenyum, yang dari raut wajahnya tidak ada rasa canggung dan rasa malu sedikitpun. Kembali hati si wanita berkata; aneh betul orang ini, benar-benar tak tau malu, pikirnya.
Akhirnya kentang goreng yang ada diantara mereka tinggal satu. Wanita tadi menunggu apa tindakan pria ini, apakah dia berani mengambil kentang yang tersisa?. Gumamnya di dalam hati.
Sejenak kemudian si wanita semakin terheran-heran, dia lihat pria tadi dengan santainya melihat kepadanya dengan tersenyum dan mengambil kentang goreng yang tersisa. Tapi untuk kali ini, pria itu membagi duanya, separuh dia berikan kepada wanita tadi dan yang seperuhnya dia makan. Wanita tadi bertambah gondok melihat tingkah pria tersebut, dan kembali dalam hatinya berkata; kok orang ini tidak merasa malu sedikitpun.
Bersamaan dengan itu, terdengar suara pengumuman dari petugas Bandara agar penumpang pesawat dengan tujuan Jakarta dipersilakan masuk ke pesawat. Sambil mengambil tas dan koper kecilnya, diapun mergegas menuju pesawat sambil melihat kepada pria tadi dengan pandangan sinis penuh kebencian, sementara si pria tadi tetap tersenyum dan menganggukkan kepala sebagai isyarat mengucapkan selamat jalan.
Setelah berada di dalam pesawat, wanita tadi ingin melanjutkan bacaan yang tadi belum tuntas dia baca, lalu dia membuka tas-nya untuk mengambil majalah yang akan dibaca.  
Tapi………….. alangkah terkejutnya dia, melihat kentang yang tadi dia beli ada di dalam  tas-nya. Astaghfirullaaaaaaaaaaaaah, hatinya bergumam, berarti kentang yang aku makan tadi milik pria itu? Pantas setiap kali aku mengambil kentang dia tersenyum padaku. Berarti aku yang mengambil miliknya. Oooh….. alangkah berdosanya aku, bahkan aku menunjukkan sikap benci kepadanya. Berarti dia yang telah berbaik hati padaku dengan berbagi miliknya?, Aku sudah salah menduga, hati wanita itu berkecamuk tidak menentu.
Ia tersandar di tempat duduknya menyesali kesalahannya yang telah menunjukkan sikap tidak bersahabat kepada pria itu. Namun untuk meminta ma’af sudah terlambat karena pesawat sudah bergerak untuk terbang.
Saudaraku……………..!
Terkadang kita sering melihat orang lain dari sudut pandang kita sendiri, bahkan tak jarang kita berprasangka buruk pada orang lain yang telah berbuat baik kepada kita.


Tidak ada komentar: