Kamis, 03 Februari 2011

KEBERUNTUNGAN ORANG YANG BERIMAN

IBNU HAJAR DENGAN SEORANG YAHUDI

Ibnu Hajar Rahimahullah dulu adalah seorang hakim agung di Mesir pada masanya. Apabila beliau pergi ke tempat kerjanya dia berangkat dengan naik kereta yang ditarik oleh kuda-kuda atau keledai-keledai dalam sebuah arak-arakan. Pada suatu hari beliau dengan keretanya melewati seorang yahudi. Orang yahudi itu adalah seorang penjual minyak. Melihat arak-arakan itu, si yahudi itu menghadang dan menghentikan kereta yang di naiki Ibnu hajar. Orang yahudi itu berkata kepada Ibnu Hajar: “Sesungguhnya Nabi kalian berkata, artinya:

Dunia itu penjara bagi orang-orang yang beriman dan surga untuk orang-orang kafir. ” (HR. Muslim)

Namun kenapa engkau sebagai orang yang beriman menjadi seorang hakim agung, dalam arak-arakan yang mewah, dan dalam kenikmatan seperti ini….? Sedang aku yang kafir dalam penderitaan dan kesengsaran seperti ini…..?

Ibnu Hajar menjawab: “Aku dengan keadaanku yang penuh dengan kemewahan dan kenikmatan dunia seperti ini bila dibandingkan dengan kenikmatan surga yang akan aku dapatkan adalah seperti sebuah penjara. Sedang penderitaan yang engkau alami di dunia ini dibandingkan dengan adzab neraka yang akan engkau dapatkan  nanti di akhirat  itu seperti sebuah surga.”

Mendengar ucapan Ibnu Hajar tersebut orang yahudi itu menyadari dan memahami maksud hadits Rasul tersebut dan dia menyadari pula akan kebenarannya. Kemudian tanpa berpikir panjang dia langsung masuk Islam dan mengucapkan dua kalimah syahadah:
أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ الله ُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُُ اللهِ.
Subhanallah, sangat menakjubkan hadits Rasulullah SAW dalam kisah ini.

Semoga kita senantiasa diberi Allah Taufik dan hidayahnya agar kita tetap hidup dalam iman dan matipun hendaknya dalam beriman kepada Allah SWT.

Ya Allah, yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami dalam iman dan islam, sehingga kami senantiasa dapat berbuat ta’at kepada perintahMu dan ajaran RasulMu. Bukakanlah pintu hati kami agar kami senantiasa dapat menerima kebenaan dalam kehidupan kami.
Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami yang benar itu adalah benar dalam pandangan kami, dan berikan kepada kami kekuatan untuk melaksanakan kebenaran itu. Tunjukkan pula kepada kami yang salah itu adalah salah dalam pandangan kami, dan berikan pula kemampuan kepada kami untuk menjauhkan diri dari kesalahan itu.

امـِـيْــنَ يَـا رَبَّ الـْعـَالـَمِـيْـنَ

Tidak ada komentar: